Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 40


__ADS_3

Setelah mengantar istrinya Ryan langsung pergi menuju ke perusahaannya, dia masuk ke dalam ruangannya, lalu duduk di kursi kebesarannya.


Dibukanya laptopnya dan mengecek CCTV yang terhubung dengan alat perekam yang dia pasang pada cincin kawin Zerena, tidak ada yang tahu bahwa dari awal menikah Ryan telah memasang alat perekam gambar dan suara pada Cincin yang bertahtakan berlian itu.


Berlian itu bukanlah sembarang berlian, batu mahal itu telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tak seorangpun yang akan tahu di dalamnya ada alat perekam.


Tok tok tok.....


Terdengar suara pintu diketuk dari luar, Ryan menyahut dan mempersilahkan orang tersebut masuk.


"Pagi kak.....!"


Sama pria muda itu sambil duduk di depannya.


Ryan menatap pria itu tajam lalu tersenyum, "bagaimana tugasmu Vin, apa ada kendala?"


"Aku rasa masih biasa saja kak, sepertinya orang itu suka sama istri Kakak, tapi sejauh ini Zerena masih bisa mengatasi!"


ucap Pria yang ternyata adalah Alvin, sahabat Zerena.


Dia ditugaskan untuk menjaga dan melindungi Zerena selama di kampus.


"Kalau kau perlu sesuatu mintalah pada Dion, dia akan memenuhi semua kebutuhanmu!"


Ucap Ryan memerintah.


"Tenang saja Kak, saat ini aku belum butuh apa apa."


Ucap Alvin berdiri lalu melangkah pergi.


Ryan memang menyuruh Alvin untuk membantunya menjaga Zerena dari orang orang yang bisa saja mencelakainya.


Sementara di kampus, tempat Zerena, Mita, dan Alvin menimba ilmu, tampak seseorang yang sedang gusar, berjalan kesana-kemari entah apa yang sedang dipikirkannya.


Ditariknya kursi lalu duduk sambil mengetuk ngetuk meja dengan jari jari tangannya.


"Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu lagi dengan gadis itu, aku benar benar telah jatuh cinta padanya".


ucapnya sambil menarik rambutnya kasar, Dosen killer itu ternyata sedang jatuh cinta, tapi yang jadi masalah jatuh cintanya sama bini orang.😜😜


"Aku harus bertemu berbicara dengannya, kalau tidak aku bisa gila."


batinnya lalu melangkah keluar.


Karena sudah jam istirahat, sepertinya semua mahasiswa dan mahasiswi sedang makan di kantin, Fadhil pun melangkahkan kakinya menuju kantin tempat biasa anak anak berkumpul untuk mengisi perutnya.


Sesampai disana diedarkannya pandangannya, mencari keberadaan Zerena, dia tersenyum penuh kemenangan saat matanya tertuju pada seorang gadis yang berhijab.

__ADS_1


Gadis yang dia maksud adalah Zerena, dengan langkah pasti dia mendekati meja dimana Zerena dan teman temannya sedang menyantap makan siang.


"Boleh saya duduk?"


ucapnya tersenyum tipis ke arah Zerena.


Sedangkan Zerena menatap kedua sahabatnya, seperti meminta pertolongan.


Hanya dengan sekali lirikan, Alvin mengisyaratkan agar Mita pindah ke samping Zerena, dengan cepat Mita lalu berpindah tempat tepat di samping Serena.


"Silahkan Pak, duduk dekat saya aja, lagian Bapak nggak boleh susuk dekat dekat dengan wanita itu bukan muhrimnya Pak."


Ucap Alvin seakan akan menggurui dosennya itu.


Fadhil menarik nafas dalam-dalam, merasa sangat kesal dengan sikap Alvin yang selalu berusaha merusak semua rencana yang telah ia susun rapi.


Dengan hati yang dongkol dia duduk di samping Alvin, dan memesan makanan.


"Zerena bisakah sepulang dari kampus kamu temani saya ke Cfe X, ada yangharus kita bicarakan sebentar, ada yang ingin saya sampaikan?"


ucapnya sambil memulai makan.


"Saya kira tidak bisa Pak, dia harus pulang ada anak kecil yang harus dia urus,"


potong Alvin.


"Bisakah anda diam, dan tidak ikut campur urusan saya, dan anda tidak perlu menjawab yang bukan menjadi hak anda untuk menjawabnya!"


ucapnya mulai emosi.


Alvin terkekeh melihat dosen killer yang tampan itu mulai tersulut emosi.


"Maaf Pak, saya cuma membantu sahabat saya, lagi pula belum tentu Zerena mau!"


kata Alvin mengoceh sekenanya.


"Zerena bagaimana???"


ucap Fadhil berusaha mendesak Zerena.


Zerena yang sedang makan merasa ***** makannya langsung hilang melihat perdebatan orang di depannya.


Dia berhenti menyendok makanan ke dalam mulutnya, lalu memandang ke arah Fadhil, bergantian ditatapnya pula Alvin dan Mita.


"Pak bukannya saya tidak bersedia menerima ajakan Bapak, tapi saya harus ijin suami dan anak saya dulu, kalau mereka mengijinkan saya akan memenuhi undangan Bapak."


Ucap Zerena lalu bergegas meninggalkan tempat itu tanpa menghabiskan makanannya.

__ADS_1


Fadhil diam membeku di tempat, tak pernah dia sangka bahwa gadis yang 3 hari ini selalu memenuhi khayalan dan pikirannya adalah istri orang.


Dia benar benar frustrasi, pandangannya tiba tiba gelap, tubuhnya lemas, ***** makannya jadi hilang.


"Pak sudah jelaskan panjang lebar bukan, tapi Bapak tidak pernah mengerti!"


Ucap Alvin sambil menarik tangan Mita pergi dari tempat itu, sebelumnya dia membayar makanan kedua sahabatnya.


Sementara Fadhil terdiam membisu, tidak menyangka akan mendapat surprise seperti ini, dengan pikiran kalut dia berjalan keluar dari kantin itu.


Tiba tiba Handphonenya berdering, dan dilihatnya panggilan dari Rektor, setelah dia mengangkat telponnya dia bergegas menuju ke arah ruangan Rektor kampusnya mengajar.


"Selamat siang Pak."


ucapnya begitu memasuki ruangan Rektor.


"Silahkan duduk Pak Fadhil."


Ucap Rektor ramah.


"Begini Pak Fadhil, saya mendengar anda sedang mendekati seorang gadis lebih tepatnya wanita di kampus ini, saya minta Pa Fadhil tolong jaga sikap anda, wanita itu sudah memiliki suami dan dan juga anak!"


ucap Rektor menjelaskan.


"Dan satu lagi dia adalah Istri dari Ryan Sanjaya , pengusaha sekaligus CEO dari A_R Group."


Rektor terdiam sejenak membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi.


"Saya harap anda mengerti maksud saya, dan kalau anda bersikeras mengejar cinta Nona muda Zerena Sanjaya putri Roy Sanjaya, silahkan mengajukan surat pengunduran diri, saya tidak ingin mempertaruhkan masa depan mahasiswa disini, hanya demi mempertahankan anda,


apalagi yang anda lakukan saat ini tidaklah benar, dan bukan perbuatan yang terpuji."


Rektor berbicara panjang lebar, berharap Fadhil bisa mengerti.


"Baik Pak saya faham, kalau begitu saya permisi."


Fadhil berjalan keluar dengan langkah lunglai, kata kata rektor masih terngiang di telinganya.


"A_R Group....."


Batin Fadhil, mengulang kata perusahaan raksasa tersebut, tak menyangka kalau Zerena adalah putri dan dan istri dari orang yang sangat disegani dalam dunia bisnis.


Dia sering mendengar Nam Andre dan Roy Sanjaya, dan memiliki putra yang sekarang memimpin perusahaan besar itu, yah Ryan Sanjaya sering menjadi buah bibir orang orang di lingkungan pebisnis dan pengusaha muda.


Bahkan Fadhil sering mendengar bahwa Ryan Sanjaya lebih kejam dan bengis dalam dunia bisnis, dan dia tidak akan mentolerir setiap yang mencoba mengganggu dan mengusik sesuatu yang telah menjadi miliknya,


kalau ada yang berani maka ia harus bersiap siap tinggal namanya yang akan di kenang oleh orang orang.

__ADS_1


__ADS_2