Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 88


__ADS_3

Mobil Ryan membelah kota yang sudah mulai temaram, dengan lampu lampu berkedap kedip dimana mana, keduanya akhirnya pulang setelah melaksanakan shalat Maghrib di sebuah Mesjid yang mereka lalui.


Zerena tersenyum manis sambil mengotak Atik


ponselnya, ternyata foto foto kebersamaannya bersama suaminya,telah ia posting di IG pribadinya.


Sontak banyak yang menanyakan ia sedang bersama siapa.


Semua penasaran dengan pria bertubuh indah yang sedang bersama sang wanita berhijab.


Dreeeeeeettttttt......


Suara rem mobil berderit di aspal menimbulkan percikan api di sana.


Zerena sampai kejedok karena mobil yang tiba tiba berhenti mendadak, Zerena mengelus keningnya yang sebentar lagi akan benjol seperti biji kemiri.


Bibirnya komat Kamit seperti Mbah dukun yang sedang membaca mantra, tapi Zerena tidak sedang membaca mantra, tapi dia sedang mengomel karena suaminya sungguh tega membuatnya seperti itu.


Baru saja dia menoleh hendak protes, tapi diurungkannya karena melihat wajah tegang Ryan.


pandangannya pun dia arahkan dimana suaminya sedang melihat sesuatu.


Zerena menutup mulutnya, saat melihat beberapa orang berpakaian serba hitam dan memakai topeng, dengan pedang samurai di tangannya masing masing.


"Kak, mereka siapa, kenapa menghalangi jalan kita?"


Ucap Zerena sambil menunjuk orang orang di depannya.


"Pasang sabuk pengamanmu!"


ucapnya datar, sambil memegang kemudinya, dia kembali menyalakan mesin mobilnya, suara deru mesin mobil sport itu meraung Raung, dan di detik berikutnya, dengan kecepatan full mobil itu melesat seperti kilat.


Orang orang yang berbaju hitam berhamburan, belum hilang rasa kagetnya, mobil Ryan sudah jauh dan tidak terdengar lagi suaranya.


Tidak membutuhkan waktu lama, Ryan telah sampai di depan rumahnya, Pak Udin buru buru membukakan pintu, Saat mobilnya telah terparkir rapi di garasi Ryan turun dan membuka pintu mobil untuk istrinya, tapi wanita itu masih terdiam dengan wajah putih memucat.


"Sayang, ayo turun kita sudah sampai di rumah!"


Karena tidak ada jawaban, dan istrinya tidak bergeming, akhirnya Ryan mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam rumah.


Di sana Bi Nani sudah menunggu mereka,dan membuka pintu lebar lebar untuk kedua majikannya.


Ingin bertanya, tapi tidak berani menatap Tuan mudanya uang sedang diam dan dengan wajah dinginnya yang khas.

__ADS_1


Setelah meletakkan Zerena di Sofa tepatnya di dalam kamar, Ryan kembali menatap istrinya.


"Sayang, kamu kenapa hem?"


Ryan mengelus kepala istrinya, melihat istrinya yang masih tampak syok dengan kejadian barusan.


Sesaat setelah kesadaran pulih, Ryan menyodorkan segelas air putih kepada istrinya, Zerena meraih gelas itu dan menghabisinya semua isinya.


Barulah setelah itu, dia menatap Suaminya dan tersenyum, sambil memegang tangan Ryan.


"Kak Ryan hebat banget, keren!"


Sambil mengangkat kedua jempolnya, membuat Ryan menyipitkan matanya, dia pikir istrinya syok karena ketakutan, ternyata dia salah, wanita itu syok karena baru kali ini melihat suaminya, dengan aksinya itu.


Ini benar benar yang harus Zerena tanda tangani, ternyata suaminya juga seorang pembalap berjiwa iblis saat ada di jalanan.


"Aku harus bisa merayu Kak Ryan mengajari aku, membalap sekeren itu!


uwww aku mau banget!"


Zerena menopang kedua tangannya di bawa dagunya, berkhayal kalau yang ada di balik kemudi tadi adalah dirinya, pasti itu sangat berkesan.


Hey, kau ini kenapa?"


"Issh sakit Kak!"


Ucapnya sambil mengelus keningnya yang benjol, malah disentil oleh suaminya.


"Ayo mandi sana!


ucapnya sambil ekor matanya melirik ke arah kamar mandi, walau dengan perasaan enggan tapi Zerena tetap menurut, dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Selesai mandi dan shalat, Zerena keluar untuk mencari putranya yang dia tinggalkan seharian ini, dia juga baru ingat kalau Mamanya sedang berada di rumahnya.


Zerena bingung tidak menemukan Aulian dan Mamanya di kamarnya, Zerena berlari turun dan mencari Bi Nani.


"Bi, anak aku mana, kok enggak ada di kamar Bi?"


Ucapnya dengan nafas ngos ngosan, saat berada di halaman depan, setelah berkeliling mencari Bibi Nani.


"Eh maaf Non, Nyonya besar membawa Tuan kecil ke rumah utama, katanya tidak usah menyusul, biar Tuan muda dan Nona bisa bermesraan ya lama!"


Blussssss......

__ADS_1


Kedua pipi Zerena tiba tiba memerah, dia memalingkan wajahnya, bisa bisanya Mama Sinta berkata seperti itu kepada Bi Nani.


"Ya udah Bi, aku masuk dulu yahh!"


ucapnya masih salah tingkah, dia buru buru masuk takut Bi Nani mengetahui kalau dirinya saat ini sedang sangat malu kepada Bi Nani.


Di ruang tengah Zerena bertemu dengan suaminya, Ryan lalu mengajaknya makan malam dulu sebelum naik ke atas kamar kembali.


Zerena mengangguk setuju, berjalan mengekori langkah Ryan, keduanya menikmati makan malam berdua, tanpa Aulian yang selalu mengoceh dan bertanya ini dan itu, lalu menangis saat tidak ada yang mengerti bahasa aliennya.


Setelah kenyang dan mencuci semua peralatan makannya, Zerena naik ke lantai atas untuk menemui suaminya, sambil membawa dua gelas coklat panas favorit mereka.


Di kamar, Ryan tampak sibuk dengan laptop di pangkuannya, kacamata bertengger di hidung mancungnya, membuat dia semakin keren dan sudah seperti orang yang sangat pintar.


emang dia pintar kan?


"Kak..."


Zerena memanggil si empunya nama, dan sang pemilik pun, mendongakkan kepalanya, dan melihat istrinya membawa sebuah nampan berisi coklat panas.


Dia mengikuti istrinya, yang melangkah menuju balkon, yang memang sudah dia buka tadi.


dia meletakkan nampan itu di meja berbentuk bulat, lalu mereka duduk, Ryan duduk di sebuah kursi malas, tapi kursi malas versi Zerena, karena Zerena memesannya khusus, sedangkan Zerena sendiri duduk di sebuah ayunan, kedua benda itu mengapit Meja tinggi berbentuk bulat itu.


Lalu di sekitar mereka, tampak tanaman hias Zerena sedang tumbuh subur, tanaman hias yang memancarkan keindahannya dari warna daunnya sungguh indah dipandang mata.


Tentu kita tahu jika tanaman seperti itu pasti bernama Aglonema, tanaman yang selalu menjadi tanaman favorit Zerena.


Saat melihatnya, pasti semua emak emak komplek akan berlomba lomba untuk meminta anakannya, untung saja Zerena menaruhnya di balkon atas, di kamarnya.


Kalau dia menaruhnya di teras taman depan, pasti sudah habis anakannya, diserbu emak emak kompleknya, yang sedang kencang kencangnya berburu tanaman Aglonema.


Hehehe.


"Kak, ayo minum," ucap Zerena saat tersadar dari khayalannya.


"Sayang, kamu tahu aku sangat mencintaimu dan sangat menyayangimu?"


Zerena mengangguk lalu membuka pendengarannya baik baik, sepertinya suaminya akan menyampaikan hal penting.


"Kamu tahu orang orang yang ingin menyerang kita tadi?"


Zerena lalu menggeleng, membuat Ryan gemes melihat istrinya yang tadinya mengangguk, sekarang menggeleng, seperti boneka cantik dari India, tapi ini adalah istri cantik Ryan asli dari Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2