Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 86


__ADS_3

Hari ini Zerena bangun lebih dulu dari Ryan, dia sengaja karena ingin memasak nasi goreng kesukaan suaminya.


Karena hari ini weekend, Zerena ingin berkreasi di dapur yang katanya adalah daerah kekuasaannya.


Sebelum Bi Nani ke dapur, dia sudah lebih dulu berkutat dengan segala peralatan dapur disana.


Suara gemerincing spatula dan wajan yang saling beradu, membuat keramaian di sekitarnya.


Bi Nani tergopoh-gopoh berlari dark kamarnya, karena mendengar majikannya sedang sibuk si dapur, dia berinisiatif ingin menggantikan Zerena, tapi ditolak katanya ingin membuat makanan spesial untuk suaminya.


Sementara Ryan yang masih berada di kamar, samar samar mendengar keributan yang berasal dari area dapur.


Dia bergegas turun, setelah mandi dan berganti pakaian, suara benda yang saling beradu semakin keras terdengar di telinganya.


Sekarang dia dengan jelas melihat seorang wanita, sedang sibuk memasak, Ryan tersenyum, dia berdiri di tempatnya, sementara Bi Nani menunduk takut, takut kalau Tuan mudanya marah karena memasak adalah tugasnya, tapi malah Nona mudanya yang memasak.


Tapi diluar perkiraannya, Majikannya malah memberinya kode agar keluar dari dapur itu.


Ryan kemudian mendekat dan melingkarkan lengan kekarnya di perut istrinya.


Zerena tersenyum tanpa harus melihat, karena aroma tubuh itu sudah dia hafal mati, bahkan aroma itu sekarang menjadi obat baginya, saat ia gelisah dan tidak bisa tidur, maka saat dia memeluk suaminya, tidurnya akan nyenyak sampai pagi.


"Lagi masak apa Hem?"


Ryan bertanya sambil bibirnya mengecup kening wanita itu dari arah samping.


Sejenak Zerena menghentikan kegiatannya, dia berbalik dan memeluk tubuh pria di depannya, mencari kedamaian di setiap dekapan dan pelukan hangat suaminya.


Akhirnya nasi goreng buatannya selesai juga, dia mengaturnya sambil menambahkan sayur dan telur ceplok di atasnya.


Dia meletakkan dua piring nasi goreng buatannya di atas meja, Ryan tersenyum mesra melihat istrinya.


"Ayo duduk, kita makan sama sama!"


Kata Ryan sambil menepuk kursi di sampingnya.


Mereka makan dengan lahapnya, sambil sesekali bercanda, walaupun dalam hati Ryan masih sangat kesal, tapi dia tidak ingin menunjukkannya kepada istrinya.


"Sayang, setelah ini kita jalan jalan ya, tapi berdua aja, kali ini biarlah Aulian kita titip ke rumah Mama Sinta aja, gimana?"

__ADS_1


Ryan berusaha meyakinkan Zerena, setelah berpikir sejenak, Zerena mengangguk tanda setuju.


Zerena kemudian naik untuk melihat putranya, tapi sampai dia melangkahkan kakinya ke anak tangga, tiba tiba terdengar suara wanita yang baru saja mereka bicarakan.


"Hai Ma!"


Zerena berlari menghampiri Mama Sinta, memeluknya dan mencium punggung tangan wanita yang telah melahirkannya itu.


"Aulian mana sayang, Mama kangen banget sama dia, pokoknya satu hari ini Mama mau disini dan bermain bersamanya saja.


Cukup Vera saja yang tidak punya waktu untuk melihat perkembangan cucunya!"


Ucapnya bangga, karena bisa melihat dan memantau tumbuh kembang cucunya uang paling tampan.


"Ma kalau gitu Rena dan Ryan pamit ya Ma, kami mau jalan jalan dan rencananya mau nitipin Lian, di rumah utama, tapi mama udah keburu datang."


Ryan datang dari arah ruang makan, dan mencium punggung tangan mertuanya.


Setelah selesai basa-basi,dan mengizinkan anak dan menantunya untuk keluar, Mama Sinta naik ke atas dan mau melihat cucunya, kenapa jadi malas begini.


Zerena naik ke kamar dan mengganti pakaiannya, dia mencari pakaian yang kasual, biar tidak ribet.


Saat ini mereka sudah ada di dalam mobil, mobil itu membelah kerumunan jalan raya, mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Tempat indah menghadap langsung ke aran pantai, mereka berdua susuk berdua disana, karena Ryan sudah menyewa tempat yang mirip saung.


Zerena meraih ponselnya, dia sibuk ber-selfie ria, kadang kadang dia juga mengambil foto berdua dengan Ryan.


Keduanya begitu senang dan bahagia, sejenak melupakan masalah yang sedang mereka hadapi.


Sedangkan di tempat lain, Seorang pria tengah sibuk mengotak atik ponsel miliknya, sesaat setelah menemukan yang ia cari, matanya terbelalak sempurna, berulang kali dia terus membaca artikel yang sedang membahas tentang pengusaha muda yang sedang sukses, dan banyak digandrungi oleh banyak wanita.


"Kurang ajar, jadi dia CEO di perusahaan raksasa A_R Group, dia benar benar kesal, bagaimana caranya dia bisa memiliki Zerena, yang terlanjur membuatnya jatuh cinta.


Sejak pertama menginjakkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit itu, dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada wanita cantik berhijab


Wanita yang telah memiliki suami dan anak.


Pikirannya buntu, memikirkan caranya agar Ryan mau melepaskan Zerena, tidak mungkin Zerena bisa diiming-imingi dengan uang dan harta, karena Zerena sudah miliki semuanya.

__ADS_1


Dia tersenyum smirk, setelah berpikir sangat keras, "mudah mudahan dengan cara ini, Zerena akan jatuh ke dalam pelukanku!"


Sementara di pinggir pantai, Zerena sedang berlari larian sambil sesekali bercanda dengan Ryan.


Keduanya kelihatan begitu bahagia, Ryan berusaha membuat istrinya merasakan kasih sayang, memenuhi segala permintaan dan kebutuhannya, adalah prioritas utamanya.


Apalagi jika menyangkut hati istrinya, Ryan berusaha sebisa mungkin untuk selalu ada jika istrinya sedang membutuhkannya, bahkan tanpa Zerena meminta.


Saat ini mereka duduk di atas pasir putih, Zerena menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, suami yang telah memberinya seorang anak, anak yang sangat tampan.


"Kak, kalau suatu saat ada yang mengatakan bahwa aku selingkuh, apa kakak akan percaya?"


Ucap Zerena sambil matanya melirik kearah Suaminya, yang sedang menatap lepas ke arah laut.


"Tergantung!"


"Apanya yang tergantung?" Tanya Zerena kurang puas dengan jawaban Ryan.


"Ya cuciannya!"


Sambut Ryan, sambil bangkit dan terkekeh melihat istrinya sudah manyun.


perlahan Ryan menangkap bibir Zerena , dengan bibirnya.


Zerena memukul keras dada suaminya, karena merasa malu kalau ada yang melihatnya, lucu bukan?


kalau ada uang melihat wanita berhijab sedang melakukan adegan ciuman bibir di tepat umum.


Ryan kembali tertawa, istrinya benar benar sangat polos, saking polosnya dia sampai tidak bisa membedakan mana orang yang tulus, dan mana yang berkedok dan bermuka dua.


"Kalau begitu kita ke sana, sambi menunjuk ke arah bangunan yang di sediakan untuk pengunjung, seperti villa yang berjejer tapi lebih minimalis.


Ryan masuk ke kawasan itu, dia memesan satu unit untuk istirahat, kebetulan memang sudah siang, sekalian Ryan memesan makanan dan meminta diantarkan ke tempat itu nanti.


Ryan menggandeng tangan istrinya, di tangannya yang menenteng sebuah paperbag yang berisi pakaian ganti mereka.


karena pakaian mereka sudah basah oleh air laut.


Setelah membuka pintu, keduanya masuk.

__ADS_1


ruangan dengan nuansa putih sangat bersih dan indah di pandang mata.


Sebuah ruang tamu mini, dapur, dan satu kamar tidur minimalis juga, untung ada kamar mandi di kamar itu. jadi keduanya bisa mandi dan istirahat sejenak. sambil menunggu masuknya dhuhur.


__ADS_2