
Ryan dan Zerena berbincang sampai larut, bahkan selesai shalat Isya, mereka masih melanjutkan acara bincang-bincangnya.
Sampai sampai Aulian tidur dipangkuan Zerena sambil menyusu ke Ibunya.
Ryan mengambil Aulian dari pangkuan Ibunya, di gendongnya putra kesayangannya tersebut, lalu dibawanya ke box bayi.
"Sayang.....
Putra kita sudah tidur, sekarang giliran kita yang tidur, tapi sebelumnya kita olahraga dulu sayang!"
Ucapnya sambil menaik turunkan alisnya sambil tersenyum mesum ke istrinya.
Zerena bukannya tergoda, malah bergidik ngeri melihat kelakuan Si pria es balok, yang sedang bucin.
"Kak, memangnya kakak nggak capek seharian kerja?"
Rayu Zerena.
"Tidak sayang, kalau untuk yang satu ini, tidak ada kata capek".
Ucap Ryan sambil menuju ke pintu dan mengunci pintu, karena tak ingin ada gangguan malam ini.
Lalu menggendong istrinya ala bridal style, perlahan direbahkannya tubuh istrinya penuh kelembutan.
Ryan, mengecup lembut kening Zerena, perlahan ia melepas hijab istrinya, lalu melepas semuanya.
Malam ini, Ryan begitu bergairah melihat istrinya yang semakin cantik, ditambah tubuh istrinya yang berisi di bagian bagian tertentu, membuatnya semakin bersemangat.
Dikecupnya bibir Zerena, lalu berpindah ke pipi dan lain lainnya, kemudian kembali lagi ke bibir pink yang mungil tersebut.
Ryan memberikan ******* ******* kecil pada bibir itu, menjelajahi setiap isi di dalam rongga mulut Zerena.
kecupan dan ******* Ryan turun ke leher Zerena, membuat Ibu muda terlena.
Malam ini Ryan meminta haknya sebagai seorang suami, karena kewajiban suami itu memberi nafkah lahir batin,
batinnya ngeles.ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Kamar yang ber-AC tiba tiba menjadi panas, terdengar ******* yang keluar dari mulut dua anak manusia yang sedang menyatukan diri.
Mereka mereguk madu kenikmatan dunia, tapi walaupun mulut mereka meracau tak jelas, dalam hati tetap terselip doa doa yang suci untuk Tuhannya.
berterimakasih atas semua nikmat yang Rabb nya berikan dalam ikatan suci dan halal yaitu pernikahan.
Perlahan dikecupnya kening istrinya lalu menyelimuti tubuh istrinya dan tubuhnya.
"Makasih sayang"
ucapnya sambil memiringkan badannya, dan memeluk istrinya.
__ADS_1
Zerena hanya tertunduk malu, karena mengutuk kelakuannya barusan, bisa bisanya dia mendesah dan mengerang seperti itu.
Apa kata suaminya nanti, Zerena menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ryan tersenyum melihat kelakuan istri kecilnya yang sangat menggemaskan.
"Sayang ayo bersihkan tubuhmu dulu, baru tidur".
belum sempat Zerena menjawab, Ryan sudah mengangkat tubuh polosnya ke kamar mandi, dengan tubuh sama sama polos.
"Sayang apa kau ingin membantuku?"
ucap Ryan....
"Apa Kak...???
jawab Zerena.
"Aku ingin merasakan bagaimana rasanya bercinta di kamar mandi",
ucapnya tersenyum penuh arti.
"Haaaa......???"
Belum sempat Zerena menjawab, Ryan sudah mencumbunya bertubi tubi.
Tapi Ryan tetap melakukannya dengan lembut tanpa mengasari istri kecilnya.
Ryan berusaha membuat Istrinya nyaman saat melakukannya, dia tidak ingin membuat istrinya takut atau trauma.
Dan benar saja mereka kembali mengulanginya, hingga berkali kali di kamar mandi.
Zerena benar benar kelelahan, kakinya sampai gemetar tak sanggup berdiri apalagi berjalan.
Setelah itu, dia dan Zerena membersihkan tubuh mereka, lalu kembali menggendong tubuh istrinya yang telah memakai kimono mandi.
Setelah mengeringkan rambutnya, Zerena mengambil pakaian di lemari lalu merebahkan tubuhnya di kasur, seluruh tubuhnya terasa pegal pegal gara gara kelakuan suaminya itu.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan jam 2.30 pagi.
Dilihatnya suaminya naik di sampingnya, walau sudah sangat mengantuk Zerena tidak langsung tidur.
Karena sebelumnya dia sudah berwudhu, dan dengan segenap kekuatannya dia memaksakan diri untuk bangun.
Dia melaksanakan Shalat malam atau Shalat Tahajjud, sebelum akhirnya benar benar tertidur.
Karena secapek apapun dirinya dia tidak akan pernah meninggalkan kewajibannya, sebagai seorang muslim.
Apalagi sekarang dia punya anak, dia harus memberikan contoh dan pelajaran yang baik untuk putranya.
__ADS_1
Dan itu dimulai dari orangtuanya terutama dirinya sendiri, begitulah pemikiran seorang Ibu yang satu ini, sangat bijaksana!!!
Setelah selesai Zerena kembali naik ke sisi suaminya, merebahkan badannya, hanya beberapa menit kemudian dia sudah melayang ke mimpi indahnya.
Ryan tersenyum lalu menyelimuti tubuh istrinya. perlahan dia pun mulai memejamkan mata dan menyusul istrinya untuk tidur.
Ryan memeluk tubuh istrinya, membawanya ke dalam dada bidangnya.
Zerena meringkuk dalam dekapan suaminya, merasakan kenyamanan dan kehangatan di sana.
Kedua orang tua Aulian tertidur dengan lelapnya, mereka lupa kalau mereka sudah tidak berdua lagi, ada bayi yang kadang kadang bisa bangun kapan saja, dan mengganggu acara reunian keduanya.😂
Tapi untungnya Zerena menyusuinya sampai kekenyangan, jadi dia lupa bangun tengah malam, bahkan mungkin sampai besok pagi.
Suara burung burung berkicau di atas dahan pohon yang ada di taman milik Zerena.
Sementara matahari, mulai menampakkan sinarnya yang keemasan dari ufuk timur.
Di kamar Ryan dan Zerena masih tertidur, Zerena yang masih memakai mukenah, dan Ryan yang masih memakai Baju Koko, keduanya tertidur di lantai di atas sajadah sehabis melaksanakan shalat Subuh tadi.
Sementara putra kecil mereka sudah terbangun, dari tadi mengoceh tak jelas, melihat kedua orang tuanya tertidur di lantai.
Dia mulai bosan dengan mainannya, karena sudah lapar akhirnya bayi itu menangis, tangisannya menggema di ruangan itu, membuat Ayah dan Bundanya terkejut, dan baru sadar kalau sudah seterang ini.
Perlahan Ryan bangun, lalu mengangkat dan menggendong bayinya.
Sementara Zerena bergegas mengganti mukenah yang dipakainya dengan Jilbab instan.
Ya walaupun kelelahan dan merasakan capek yang luar biasa, mereka memaksakan diri bangun, saat Adzan Subuh berkumandang.
Walaupun setelah Shalat mereka langsung tidur lagi, tanpa bisa kompromi, di lantai pun jadi.😜
Zerena bergegas mengambil putranya lalu menyusuinya, bayi itu sampai menangis sesegukan, karena laparnya.
Setelah kenyang lalu dimandikannya bayi kecilnya, memakai pakaian dan ritual ritual lainnya, sampai bayi gembul rapi dan wangi.
Didudukkannya bayinya di karpet, lalu bergegas menyiapkan pakaian kantor suaminya, yang sedang mandi.
Setelah Ryan selesai mandi, Zerena pun menyusul untuk mandi juga.
Mereka siap siap untuk berangkat, sambil menggendong bayinya Zerena berjalan menuruni anak tangga, sedangkan Ryan mengekor di belakang membawa tas kantor, dan tas yang berisi pakaian dan perlengkapan Putranya.
Karena hari ini, Aulian akan dititipkan di rumah Omanya, sedangkan Ayahnya harus ke kantor, dan Ibunya kuliah.
Jadilah anak itu akan bermain seharian di rumah Opa dan Omanya,.
Hari ini Ryan membawa mobil sendiri, mereka keluar dari pintu gerbang menuju jalan raya, yang sudah mulai ramai dengan kegiatan semua umat manusia yang akan mencari rezeki untuk keluarganya.
Ryan menoleh dan melihat Istri dan anaknya yang duduk manis di sampingnya, ada kebahagiaan di hatinya memiliki keduanya.
__ADS_1