Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 57


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Mita semakin dekat dengan Dion, Dion sering mengantar atau menjemput Mita ke kampus.


Walaupun hal kadang membuat Alvin mengomel tidak jelas, karena kedua sahabatnya direbut oleh kedua manusia dingin itu.


Hari ini setelah pulang dari kampus, Zerena berencana jalan jalan ke kantor bersama putranya Aulian.


Karena dia pulang agak cepat, berhubung mata kuliahnya kosong, setelah membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian yang layak, dan mengganti pakaian putranya, Zerena bergegas ke luar dan menyuruh sopir untuk mengantarnya.


Sepanjang perjalanan anak gembul itu terus bermain, seperti tahu saja kalau mereka sedang jalan jalan.


Anak itu paling senang kalau diajak keluar, dia tidak pernah rewel atau merasa bosan seperti Ayahnya.


Dia selalu bergembira ria, mengoceh tidak jelas, membuat orang orang yang melihatnya akan tersenyum gemes melihatnya.


Saat turun dari mobil, sopir pribadi Ryan membantu membawa tas milik Aulian yang berisi perlengkapannya.


Semua menunduk hormat saat Zerena masuk ke dalam kantor perusahaan milik keluarganya itu, Zerena dan putranyamenjadi pusat perhatian, gadis cantik berhijab yang sedang menggendong anak kecil yang putih bersih dan sehat.


Kalau saja bukan anak CEO, pasti anak itu sudah jadi bahan cubitan mereka semuanya.


Saat sudah berada di depan ruangan suaminya, langkah tiba tiba dicegat oleh Lisa sang sekertaris Bos.


"Maaf, apakah anda sudah membuat janji dengan Bapak???"


Ucap Lisa dengan angkuh, seakan ingin mengatakan bahwa hanya dia yang boleh keluar masuk dari ruangan itu.


"Apa saya harus membuat janji dulu kalau harus kemari?"


Zerena balik bertanya, dengan wajah tegas, memperhatikan wanita di depannya.


"Sebaiknya jaga sikap anda, kalau tidak ingin bernasib sama dengan sekertaris sebelum anda!"


Lisa diam membeku mendengar ucapan Zerena, dia memperhatikan sosok wanita di depannya, "sebenarnya siapa mereka ini, apakah adik adiknya Pak Ryan???"


"Nona Muda.....!!


Suara bariton Dion membuat Lisa terlonjat kaget, dia menunduk ketakutan.


"Apa kau tahu, apa yang akan terjadi, kalau Tuan muda tahu kamu mempersulit istrinya???"


Lisa menelan salivanya dengan susah payah, seperti ada biji kedondong yang nyangkut di tenggorokannya.

__ADS_1


"Istri???


jadi gadis kecil ini istrinya CEO, jangan jangan bayi itu anak mereka, mati aku!!!"


"Nona Muda, silahkan saya antar!"


Ucap Dion seraya menekankan kata Nona Muda pada Zerena, seperti sengaja menunjukkan pada sekertaris centil itu, kalau Zerena adalah istri Tuan Mudanya, dan satu lagi dia salah satu pewaris perusahaan raksasa A_R Group.


Lisa terduduk lemas, kenapa begitu gegabah tidak mencari tahu dulu sebelumnya, orang orang terdekat Bosnya.


Zerena memukul punggung Dion saat mereka telah sampai di depan Ryan, Ryan melotot melihat Zerena menyentuh Dion, dengan cepat dia berdiri mengambil tisu dan membersihkan tangan istrinya.


"Apa apaan Tuan Muda ini, sepertinya istrinya habis memegang tai ayam saja."🤣🤣


Batin Dion, Ryan menatap tajam ke arahnya, meminta penjelasan ke Asistennya.


"Kak, Dion terlalu drama memanggil aku Nona Muda, di depan sekertaris mu, dia pikir aku ini anak Sultan apa?"


Zerena menjelaskan kepada tapi tampak seperti orang merajuk, membuat Ryan gemes sendiri melihat istrinya.


Setelah menyimpan barang bawaan Zerena, supir pribadinya pamit keluar, begitu pula dengan Dion, tapi sebelum Dion pergi Ryan menatapnya seperti memberi sebuah isyarat, Dion mengangguk mengerti.


"Sayang, kenapa kemari, bukannya kau bisa menelpon biar aku yang pulang ke rumah, kalau kamu merasa bosan."


Zerena menunjukkan anaknya yang sedang bermain di gendongannya.


"Sini jagoan Ayah, Bunda capek sayang gendong Aulian terus dari rumah!"


Ryan mencium seluruh wajah putranya bertubi tubi, membuat anak itu tertawa kegelian.


Karena pintu yang tidak tertutup rapat, Lisa memperhatikan kegiatan mereka dari luar, dia nampak geram, karena melihat kebahagiaan Zerena.


"Lihat saja, kamu akan jatuh ke dalam pelukanku, sebentar lagi aku yang akan berada di dalam sana, dan yang akan menjadi Nona Muda Sanjaya!"


Senyum licik tercipta di bibirnya yang tebal dengan lipstik merah yang menghiasinya.


"Hhem....."


Lisa menoleh, dia terkejut melihat Dion yang sudah duduk di mejanya, menatap tajam ke arahnya, dia mengendus tubuh Lisa, membuat Lisa mengendurkan tubuhnya ke belakang.


Dion tersenyum penuh makna, di tatapnya wanita cantik di depannya.

__ADS_1


"Kamu tahu siapa istri dari Ryan Sanjaya, oh biar aku beritahu agar kamu paham,


dia adalah Zerena Sanjaya, putri dari Roy Sanjaya, pendiri perusahaan tempatmu mencari makan sekarang.


Jadi bisa dikatakan, Zerena Sanjaya masih punya hak lebih tinggi dari Ryan Sanjaya di perusahaan ini, kalau kamu berani sedikit saja berbuat ulah, maka jangan salahkan aku, kalau Tuan Roy Sanjaya akan menjadikanmu makanan singa singa peliharaannya.


Atau kau bisa milih, Ryan Sanjaya memiliki kolam yang berisi peliharaannya, beberapa puluh ekor buaya!"


Dion menyeringai sambil mengetuk meja di depan Lisa,


sedangkan Lisa duduk terpaku dengan tatapan kosong, bayangan mengerikan berputar di kepalanya.


Dia tahu ancaman Dion bukanlah main main, pasti, apa yang diucapkannya pasti akan dilaksanakannya.


"Mulai sekarang perbaiki sikapmu, ambil berkas ini, pelajari semuanya, di situ semua tercantum keluarga besar Sanjaya, beserta gambarnya,agar kamu tidak ceroboh bila suatu saat bertemu mereka.


Karena tidak semua anak anak Tuan Roy,


sebaik Zerena, kau paham??"


"Iyya Pak ,saya paham!!!"


Lisa menunduk, sambil meremas jemari tangannya sendiri, berusaha mengatur nafasnya, tempat itu tiba tiba seperti hampa udara, bernafas saja susah.


"Bagus, untuk selanjutnya, Alvin yang akan mengurus semua dimana kau akan di tempatkan, bersyukurlah karena aku masih memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri, sebenarnya Ryan menyuruhku melemparmu dari perusahaan ini."


Lisa hanya bisa menangis dalam diam, ternyata sikapnya telah berdampak pada pekerjaannya, padahal dia sangat butuh uang banyak untuk keluarganya saat ini, dia berusaha merayu CEO itu karena demi keluarganya, dia ingin keluarganya keluar dari semua masalah hutang yang melilitnya.


Dion meninggalkan Lisa yang termangu di depannya, membiarkan wanita itu merenungi nasib dan perbuatannya.


Di dalam ruang pribadinya, Ryan sedang bermain bersama anak dan istrinya, mereka seperti obat penghilang rasa lelahnya, istrinya yang manis memberinya keteduhan, dan putranya yang lucu selalu membuatnya bisa tertawa lepas, jauh dari sikap yang selama ini ditunjukkannya kepada para karyawan dan teman teman serta lawan bisnisnya.


Saat sedang bermain dengan putranya tiba tiba hpnya bergetar, dilihatnya nama Dion disana.


"Halo, sudah kau selesaikan??"


"Sudah Tuan, saya tidak langsung memecatnya, hanya memindahkannya, saya ingin melihat sejauh mana keberaniannya, karena dibalik diamnya, dia memiliki keberanian yang kuat,


saya tidak mau kecolongan, kalau dia tetap bekerja disini, saya bisa memantau gerakannya"


"Baiklah, terserah kau saja, yang penting istriku aman, dan satu lagi aku ingin di setiap tempat di perusahaan ini, pasang foto istriku, agar semuanya bisa mengenal dan tahu, kalau sampai aku mendengar ada yang menghina atau kasar kepada istriku, aku jamin lidahnya akan aku potong dan aku cincang untuk makanan kucing!"

__ADS_1


Dion menjauhkan Hp dari telinganya, "mengerikan sekali!"


Ujarnya bergidik ngeri.


__ADS_2