Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 73


__ADS_3

Dion menyerahkan sebuah map kepada Zerena, dengan langkah ragu ia memberanikan diri menemui Nona Mudanya.


"Nona Muda, bisa kita bicara sebentar?"


Ucapnya sedikit ragu.


"Ada apa Dion?


Oh iya, Kak Ryan mana??"


"Tuan muda ditemani Alvin, sedang menemui seorang klien, kalau anda sedang senggang, Ryan menyuruh saya menyerahkan ini!!"


Dion menyerahkan map ditangannya, wajahnya tampak gusar,


"apakah ini sudah tepat, kalau sampai Nona muda mengadu pada Tuan besar, maka tamatlah riwayatku!"


Bolehkah saya langsung pulang Nona, saya masih ada urusan kantor?"


ucapnya mencoba melarikan diri.


"Duduklah Dion, kenapa buru buru?


kau bahkan belum minum apa apa!


Zerena kemudian memanggil pelayan agar membuatkan Es Cappucino.


Zerena tersenyum, tapi tidak dengan Dion keringat dingin mulai mengucur di kening dan pelipisnya, dia menunduk tidak berani mengangkat wajahnya.


Sebentar saja, pelayan itu sudah datang dengan segelas es cappucino dengan ukuran besar.


"Sepertinya Nona muda dan pelayannya memang tidak ingin aku pulang, kenapa es cappucino nya harus memakai gelas besar seperti itu?


kenapa tidak memakai ember saja sekalian!"


umpat Dion dalam hatinya.


"Dion minumlah, kau pasti kepanasan dan kecapean, lihat kau sampai keringatan begitu!"


"Terimakasih Nona!"


Sementara Zerena mulai membuka map dan mengeluarkan isinya, Dion semakin gusar ingin rasanya menghilang saja dari hadapan istri Bosnya itu sekarang.


Mata Zerena terbuka lebar saat membaca judul yang tertera di kertas itu.


"SYARAT SYARAT PERATURAN MAGANG YANG HARUS DIPATUHI OLEH ZERENA SANJAYA!"


Dahi Zerena berkerut, otaknya mencoba mencerna dari judul kertas yang ada di tangannya.


Zerena kembali membacanya mulai dari poin pertama, sampai poin terakhir semuanya aneh menurut Zerena.


Bahkan ada poin yang lebih gila yang menyebutkan "Zerena dilarang keras melakukan kontak fisik dengan pria, walau sekedar berjabat tangan, ingat bukan muhrim!"🤣


"Dion, ini apa apaan?

__ADS_1


dan kenapa Tuan mudamu tidak pulang dan menyerahkan langsung padaku, kenapa harus mengirimmu??"


"Kau boleh pergi, dan minumnya tidak usah kau habiskan!"


ucap Zerena sambil menarik gelas yang dipegang Dion.


Dion kaget melihat tingkah Nonanya, "Aish padahal aku masih haus, tahu begitu aku minum sampai habis tadi!"


Dion akhirnya bernafas lega karena bisa terbebas dari Nona muda, "Tunggulah Tuan muda, kau akan mendapat Karma, karena telah membuat aku terperangkap disini!"


Ryan akhirnya bisa bernafas lega, setelah menginjakkan kaki di rumahnya, samar samar dilihatnya lampu di kamarnya masih menyala, itu artinya Zerena belum tidur.


Perlahan dia membuka pintu, "eh sudah tidur, tumben lampunya tidak dimatikan?"


kata Ryan berbicara sendiri.


Dia mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa gerah.


Dia keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah, dia mengambil kaos dan celana bola kesukaannya dan memakainya.


"Astaga sayang, kok bangun?, bikin kaget!!!"


Ryan menghampiri Zerena yang duduk di tepi tempat tidur, dengan wajah ditekuk.


"Ada apa hem, kau ada masalah???


Ryan mengusap kepala istrinya dengan segenap rasa sayangnya.


Ryan menautkan alisnya sampai menyatu, sepertinya ada yang salah dengan istri kecilnya ini,


"kenapa ngambek kayak ABG gini, tapi memang masih ABG sih, aku saja yang ketuaan!"


Ryan membatin sambil tersenyum senyum sendiri.


"Dasar pria pikun, pura pura lupa dengan perbuatannya sendiri!"


Gumam Zerena.


"Aku denger lho sayang"


"Haaa...."


Zerena menutup mulutnya dengan kedua tangannya, lalu menggeser tubuhnya agak menjauh dari Ryan.


"Ada apa, dari tadi kamu aneh, kalau ada sesuatu kamu omongin, kalau kamu diam mana aku tahu masalahnya apa!"


"Kak Ryan ngapain ngizinin aku untuk ikut magang, kalau ujung ujungnya harus pakai persyaratan nggak penting kayak gini!


Malas tahu nggak!"


Ryan terdiam setelah mendengar perkataan Zerena, dia tahu Zerena pasti akan marah setelah membaca semua peraturan yang dia buat tadi.


"Ini demi kebaikan dan keselamatanmu sayang, aku tidak ingin terjadi apa apa sama kamu!"

__ADS_1


Ryan mencoba membujuk Zerena, tapi sepertinya sia sia saja, karena Ibu muda itu seperti sudah sangat marah pada suaminya.


"Ya sudah kita tidur dulu, besok kita bicarakan lagi, aku capek banget sayang!"


Ucapnya sambil mengecup kening istrinya, sebelum merebahkan tubuhnya di kasur.


Zerena mendengar dengkuran halus suaminya, "Ehh dia benar benar sudah tidur, padahal belum pakai selimut!"


ucapnya sambil menyelimuti tubuh suaminya.


Zerena berbaring di samping suaminya, mencoba memejamkan mata, tapi tak bisa sedikitpun untuk tidur, tubuhnya menggeliat ke kiri dan ke kanan, pergerakannya membuat Ryan membuka matanya, yang sebesarnya belum tertidur.


"Kenapa hemm, tidak bisa tidur?


kemarilah!!!"


Ryan menarik tubuh Zerena ke dalam pelukannya, awalnya Zerena menolak, tapi kekuatannya tidak bisa menahan tubuh Ryan yang besar, jadilah Zerena meringkuk dalam pelukan suaminya.


"Memangnya pernah kau tidur tanpa memelukku??"


Kata Ryan sambil mengelus rambut istrinya yang sudah tidak tertutup hijab.


Beberapa saat kemudian, Zerena sudah masuk ke dunia mimpinya, senyum damai saat tidur berbanding terbalik saat dia terjaga.


Zerena duduk di atas kasur, sambil menunggu suaminya keluar dari kamar mandi, rambut lurusnya yang hitam begitu indah terurai.


Ryan mengernyitkan dahi saat melihat istrinya belum memakai hijabnya, tidak biasanya istrinya tidak menutupi kepalanya setelah mandi.


"Kenapa belum memakai hijabmu hem?" sambil mengecup puncak kepala istrinya, dan menghirup wanginya rambut istrinya.


"Hari ini aku tidak akan pakai hijab lagi, aku juga tidak akan masuk kuliah lagi, aku hanya akan ikut kemana Kak Ryan pergi!!"


Ucapnya dengan mata berkaca kaca, dan bibir yang maju ke depan, ingin rasanya Ryan menggigit bibir itu, tapi pemiliknya sepertinya sedang berdemo dan ingin menyampaikan aspirasinya.


"Memangnya kenapa sampai harus buka hijab dan tidak mau kuliah lagi?"


Ryan menyelipkan anak rambut di pipi chubby itu.


Buat apa aku memakai hijab kalau suamiku tidak percaya padaku, buat apa aku kuliah juga,aku kan punya suami yang nyari duit, jadi buat apa aku harus sudah susah.


Aku tinggal ikut kemanapun suamiku pergi, dengan pakaian seksi tohh suamiku ada di sampingku yang siap menjagaku dari apapun!"


Wow pemikiran yang brilian, Ryan sampai hampir terperosok turun ke lantai gara gara mendengar penuturan istrinya.


"Apa pakai pakaian seksi?


berhijab saja dia sudah dikejar banyak pria, apalagi kalau sampai memakai pakaian seksi!"


Batin Ryan mulai menatap tajam kearah istrinya.


Zerena balas menatap tak kalah tajamnya, keduanya seperti sedang berbicara melalui telepati, tapi sejurus kemudian Zerena kembali memajukan bibirnya.


Ryan tergelak dalam hati, "Lucu sekali, coba seandainya dia sedang tidak lagi demo, sudah aku terkam dari tadi!"

__ADS_1


__ADS_2