
Mereka duduk di hamparan rumput, bermain dibawah pepohonan, tanpa terasa hari sudah hampir sore,Dion mengajak Mita untuk pulang, tapi di tengah jalan mereka singgah ke suatu tempat karena melihat tempat itu unik.
Darling Harbour, merupakan destinasi wisata yang cocok untuk pejalan kaki, keduanya sejenak berhenti disana, dan berfose fose ria sambil menatap kamera ponsel di tangannya.
Tempat ini juga terkenal dengan restoran restoran yang murah murah, Mereka pun masuk ke salah satu restoran, kata orang tempat ini gudang belanja murah,untuk ole ole dan Souvernir, Mita akan membeli beberapa barang untuk sahabat sahabatnya.
Karena keasyikan belanja, Mita akhirnya lupa waktu, dan satu lagi dia tidak perlu merogoh kocek untuk membayar seluruh tagihan belanjanya, karena semua Dion yang menanggungnya.
Tengah malam barulah mereka bisa sampai di rumah, mereka langsung masuk ke kamar masing masing dan membersihkan tubuh mereka, barulah mereka bisa beristirahat.
Karena besok, mereka akan terbang kembali ke Indonesia, Dion sengaja membagi waktu yang satu Minggu, menjadi 3 hari di Australia, dan tiga hari juga di Indonesia.
Dia akan mengajak Mita untuk berlibur juga di tempat wisata, yang Mita inginkan.
Dion, mengecek ponselnya,kalau kalau tiba tiba Bos dinginnya meelpon atau mengirim pesan.
Ternyata tidak ada, dia benar benar menepati janjinya, untuk membebas tugaskan dirinya dan Alvin.
Ngomong tentang Alvin, "Anak itu sedang ngapain yah, atau aku telpon kali yah, tapi enggak ah, dia keponya kebangetan!"
ujar Dion sambil memejamkan matanya.
Lain Dion, lain pula Si Mita, dia malah sibuk ngepost semua foto foto selfienya bersama Dion, dengan berbagai gaya dan pose.
Walau sudah tengah malam, ternyata masih banyak temannya yang masih Online, mungkin karena perbedaan waktu disini dan di Indonesia.
Instagram dan Facebooknya jadi ramai, akibat foto foto yang diunggahnya.
Teman temannya pada kepo, melihat seorang pria tampan, dengan tubuhbuh tinggi atletis, merangkul Mita, ada juga foto uang memperlihatkan Mita seolah sedang mencium pipi sang pangeran tampan.
__ADS_1
"Duhh dapat dimana Mit, bagi dikit dong?"
ucap salah seorang teman Mita.
"Mita.,..
kamu tega ya ke Sidney, nggak ngajak ngajak, perginya sama Pak bos lagi!"
sekarang Fitri yang seperti cacing kepanasan, melihat Mita begitu mesranya.
Mereka bangun pagi, mempersiapkan diri dsn mengepak semua barang barang bawaan, setelah sarapan dan berpamitan ke orang tuanya Mita bersama Dion pamit untuk ke bandara, awalnya orang tua Mita ingin mengantar, tapi karena Mama keadaannya kurang sehat, akhirnya mereka hanya bisa melepas kepergian putri mereka di teras depan rumah.
Akhirnya keduanya bernafas lega, karena sudah menginjakkan kaki di tanah Indonesia terindah, Dion menelpon anak buahnya, untuk datang ke bandara, dan mengambil semua barang bawaan mereka, karena mereka tidak akan pulang ke rumah terlebih dahulu, tapi akan melakukan penerbangan lagi ke luar daerah.
Orang suruhan Dion datang, dan membawa seluruh barang bawaan Dion dan Mita, awalnya Mita tidak mau tapi setelah Dion sedikit memaksa akhirnya dia menurut karena malas berdebat dengan pria itu.
Lagi lagi pesawat uang mereka tumpangi mendarat di bandara, entah di bandara mana?
Dion menyewa sebuah mobil, untuk mereka pakai berkeliling nantinya, mata cekung Mita tiba tiba berbinar ketika menyadari mereka ternyata berada di Bali, lagi lagi ia berdecak kesal, karena tidak ada kamera yang ia bawa.
Mereka memasuki sebuah hotel bintang lima, setelah membayar dan memesan kamar mereka berjalan mengikuti pelayan hotel, kamar keduanya pun berdampingan jadi tidak sulit kalau kalau ada perlu.
Keduanya masuk ke kamar masing masing untuk istirahat, Dion juga ingin beristirahat, tapi tunggu dulu, mereka belum memiliki pakaian ganti, dia akan mengajak Mita untuk berbelanja pakaian untuk mereka pakai.
Mita membuka pintu, setelah Dion mengetuknya,
" kita belanja baju baju dulu, kamu mau pakai apa kalau tidak belanja dulu?"
Mita mengikuti pria itu dengan malas, mereka turun menggunakan lift langsung ke lantai dasar, karena lantai dasar dari hotel ini digunakan sebagai pasar swalayan.
__ADS_1
Mita memilih beberapa lembar baju tidur, baju kaos untuk bersantai dan celana pendeknya, lalu beberapa dress yang simpel simpel saja, yang penting nyaman.
Tidak lupa Mita juga mengambil beberapa dalaman, Dion juga telah selesai, setelah semuanya telah dibayar mereka kembali ke kamar untuk mandi dan istirahat.
Dion membawa belanjaan Mita, karena Mita langsung masuk saja saat mereka sampai di kamar masing masing.
terpaksa Dion masuk dan membawa beberapa paperbag di tangannya.
Mita masih duduk di sisi tempat tidur, Dion masuk dan menaruh batang barang Mita di kasur.
Bersamaan dengan itu, Mita tiba tiba berdiri, mungkin karena mengantuk Mita tidak mampu menahan tubuhnya, sehingga jatuh dan menabrak tubuh pria di sampingnya.
Dion tersentak saat tubuhnya ditindih oleh gadis di depannya.
Tiba tiba pandangan mereka saling mengunci, dan entah siapa yang memulai, tiba tiba bibir mereka sudah menyatu, Dion bergetar dibuatnya, saat akan melepas kecupan itu, tiba tiba Mita membalasnya, membuat Dion mengurungkan niatnya, dia ikut dalam permainan yang mereka ciptakan, perlahan keduanya saling merapatkan tubuh masing masing masing.
pelukan keduanya semakin erat, nafas merekapun semakin berrpacu dengan cepat, Bibir keduanya tidak juga terpisah, sampai akhirnya bibir Dion turun ke leher gadis, Mita mencengkram pinggang Dion, mereka benar benar larut dalam permainan.
Dion tidak saja bermain di leher Mita, tapi dia telah bermain main di kolam coklat itu.
Dion menyesap coklat yang masih sangat manis itu, seperti takut ada yang mendahuluinya, Mita menggigit bibirnya, pertama kali merasakan hal ini , membuatnya terlena.
Sentuhan Dion benar benar memabukkannya, mereka lupa diri, tanpa Satar ia telah melucuti pakaian Mita, dan pakaiannya sendiri.
Kembali ia menyesap sesuatu di bawah sana, Mita menggelinjang, kakinya bergetar hebat, tangannya menggapai mencari sesuatu untuk jadi pegangan.
Setelah menemukan sebuah es krim, dia memegangnya dengan kuat, tapi anehnya semakin kuat ia pegang, benda itu kian bertambah besar.
Dion mengerjap ngerjapkan matanya, merasakan sensasi remasan dari tangan Mita, Mita pun seperti terhipnotis, dengan polosnya dia menjilat dan mengulum es krim di tangannya, sesuatu terasa berdenyut denyut di di dalam tubuh keduanya.
__ADS_1
Sementara mereka bergantian saling memakan, suara nyaring Mita tak dapat membohongi bahwa sangat menikmati sentuhan bibir Dion di pematangnya
Dion mengangkat tubuh Mita, dia bersiap untuk bertempur, baru saja ia akan mengarahkan miliknya ke milik Mita, tiba tiba dia sadar, akal sehatnya seperti sedang mencerna,apa yang sedang ia lakukan.