Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 43


__ADS_3

Hari ini Ryan mengantar sendiri istrinya ke kampus, setelah sebelumnya Mama Sinta datang untuk menemani putranya, walau sebenarnya ada bibi dan banyak pelayan di rumah, tapi dia tidak ingin kecolongan, mengingat kejadian kejadian yang terjadi akhir akhir ini.


Setelah sampai Ryan turun membuka pintu mobil untuk Zerena.


lalu Zerena mencium tangan suaminya dan dilanjutkan dengan Ryan yang mengecup mesra kening istrinya.


Sementara di dalam sebuah mobil, nampak seseorang tengah memperhatikan gerak gerik mereka, laki laki itu mengepalkan tangannya menahan amarah melihat wanita yang telah membuatnya jatuh cinta, dicium orang lain walau orang tersebut suaminya sendiri.


Ekor mata Ryan menangkap orang yang memperhatikannya sedari tadi, dia tahu kalau orang itu sedang panas di dalam sana, dengan senyum licik diraihnya tengkuk Zerena lalu membenamkan bibitnya ke bibir mungil istrinya.


Zerena tersentak kaget, karena kelakuan suaminya itu sangat tidak tahu tempat, bisa bisanya menciumnya di tempat terbuka, apalagi masih area kampus.


Setelah beberapa saat Ryan melepas pagutannya dari bibir lembut istrinya, lalu memeluknya sambil membisikkan sesuatu, "Sayang, di mobil putih itu ada mata yang sedang memperhatikan kita, jadi aku melakukan ini untuk membuat dia panas."


Zerena mengangguk mengerti, saat akan berbalik kearah mobil itu, Ryan menahan wajahnya sambil menggelengkan kepalanya.


Zerena lalu masuk ke dalam, sedangkan Ryan terus memperhatikan istrinya sampai hilang dari pandangannya, setelah itu baru dia masuk ke dalam mobilnya.


Zerena bertemu Mita dan Alvin saat berjalan di koridor, mereka bertiga berjalan berdampingan menuju kelas masing masing.


Zerena dan Mita masuk ke dalam kelasnya, sementara Alvin berjalan ke kelasnya,sambil tangannya tetap fokus pada handphone miliknya.


Saat Pak Fadhil memasuki ruangan, semua anak anak diam, kelas itu menjadi sunyi senyap, hanya suara dosen itu yang sedang menjelaskan mata kuliahnya.


Hanya ekor matanya yang sesekali melirik ke arah Zerena, yang dilirik tidak pernah sekalipun mengangkat wajahnya, dia tetap menunduk mencatat semua mata pelajaran yang di jelaskan oleh dosen tersebut.


Sementara di luar sana, beberapa orang Sadang mengawasi kampus itu, ada yang berpakaian sepeti pengamen, ada yang jadi tukang sapu jalanan, ada yang jadi pelayan kantin, dan tukang bersih bersih kampus.


Semuanya stay dengan alat monitor di telinga masing masing, agar bisa terhubung dengan Bos mereka yaitu Ryan.


Tak terasa waktu pulang pun tiba, semua mahasiswa bersiap untuk pulang, termasuk Zerena dan Mita, mereka berjalan berdampingan dan Alvin di belakang seperti pengawal sang putri.🤦🏼‍♀️🤭🤭


"Mit aku ke toilet dulu deh, udah kebelet nih!"


Ucap Zerena sambil berlari lari kecil menuju toilet.


Alvin membuntuti Zerena dari belakang, tapi ditarik oleh Mita,


"Mau ngapain kamu Vin?"


"Mau ngawasin Zerena Mit, takutnya ada apa apa!"

__ADS_1


Sahut Alvin lugu.


Mita memutar bola matanya malas, dia mau ke toilet, "kamu mau ikut masuk???"


kata Mita sambil melotot ke arah Alvin.


Alvin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, antara mengikuti Zerena dan mendengar kata kata Mita.


Mereka berdua akhirnya menunggu Zerena di gerbang kampus.


Sudah 15 menit berlalu namun Zerena tidak muncul muncul juga, 20 menit, 25 menit, sampai menit ke 30 belum ada tanda tanda Zerena akan datang.


Alvin mondar mandir gelisah, perasaannya tidak karuan, karena orang yang ditunggu tunggu tak kunjung muncul di depannya.


"Mit, sekarang gimana, Zerena mana?


kamu bilang, aku tidak usah ikut ke sana, sekarang bagaimana, kalau ada apa apa kau bisa tanggung jawab nggak???"


Ryan mulai emosi, sedangkan Mita hanya menunduk takut melihat ke arah Alvin.


"Ayo kesana, Alvin menarik lengan Mita ke arah toilet dimana Zerena berada, mereka berlari memasuki toilet wanita, mereka memeriksa satu persatu toilet yang ada disana, tapi tak ada tanda tanda keberadaan Zerena.


Alvin menendang pintu toilet, pintu itu terbelah menjadi 2 bagian, dia tidak menyangka bisa kecolongan seperti ini, entah apa yang akan dia katakan pada suami Zerena,.


Alvin terduduk lemas, sementara Mita gemetaran membayangkan kemarahan Ryan suami sahabatnya.


Alvin meraih Handphonenya, terdengar dari seberang suara bariton yang pemiliknya tak lain adalah suami sahabatnya.


"Halo Kak, Zerena hilang!"


Ucapnya lesu.


"Apa........????


Jangan main main Vin, atau lehermu taruhannya!


Teriak Ryan dari ujung sana, sambungan telpon langsung tertutup begitu saja.


Alvin benar benar sudah pasrah, entah apa yang akan dilakukan Ryan nanti padanya, semua ini memang salahnya, kalau saja dia tidak mengikuti kata kata Mita, pasti ini tidak akan terjadi.


Ryan benar benar marah besar, dipanggilnya Dion ke ruangannya, "Dion hubungi orang orang kita yang bekerja di organisasi rahasia, aku ingin informasi secepatnya, dimana mereka membawa istriku.

__ADS_1


Dion mengangguk, lalu pergi dari ruangan itu, menghubungi semua orang orang yang biasa bekerja dengan mereka, saat menghadapi masalah seperti ini.


Ryan bersama Dion kemudian keluar dari ruangannya, dan pergi meninggalkan perusahaan, menuju ke tempat biasa mereka berkumpul dengan teman temannya yang lain, tak ada yang tahu selama ini kalau mereka sering mengadakan pertemuan pertemuan semacam ini.


Nampak disana Alvin dengan teman temannya yang lain telah menunggu kedatangan bos mereka.


Saat Ryan dan Dion masuk, semua menunduk memberi hormat,


Dion membalas dengan ikut menunduk, sedangkan Ryan tanpa ekspresi berjalan menuju ke arah kursi kosong di depan orang orang yang menanti mereka.


Ryan menatap Alvin, dengan tatapan yang menusuk, lama tempat itu menjadi hening,


lalu mereka berdua tertawa dengan seringai yang menakutkan.


"Bagaimana Vin, apa kelinci telah masuk perangkap kita?"


Alvin tersenyum penuh misteri, "tenang saja Kak, permainannya terlalu mudah untuk dibaca, orang orangku akan terus mengikuti dan


mengawasi mereka."


Ryan tersenyum,


"Maaf sayang, aku terpaksa membiarkanmu diculik, ini demi kamu juga."


Batin Ryan.


"Dion, Alvin...


Kalian berdua persiapkan semuanya, kita hancurkan mereka sampai ke akar akarnya."


Ryan menyeringai, dia sudah tidak sabar ingin melihat Kehancuran Fadhil dengan segala keangkuhannya.


Dion dan Alvin mengatur siasat dan strategi untuk bisa masuk dan mengelabui orang orang Fadhil.


mereka membuat beberapa tim, setiap tim memiliki tugas dan fungsi masing masing, dan mereka juga memiliki keahlian sendiri sendiri.


Setelah semua tim siap, Dion memimpin mereka, dan didampingi Alvin,


Walaupun masih sangat muda tapi Dion sangat mempercayai kemampuan Alvin.


Mereka berangkat secara berkelompok, dan akan mengepung dari 4 penjuru, tempat dimana Zerena disekap oleh orang orang Fadhil.

__ADS_1


Tapi walau bagaimana Ryan tetap waspada, karena dia tidak ingin gegabah, karena ini menyangkut nyawa istrinya.


__ADS_2