
Zerena memeluk putranya yang sedang bermain, dikecupnya seluruh wajah mungil itu,
perlahan dia bangkit dibawanya bayi itu ke pangkuannya lalu menyusui bayinya, seharian benar benar membuatnya lelah sampai lupa menyusui putranya.
Setelah dirasa cukup Zerena kembali bermain bersama putranya di atas kasur empuknya.
Dari arah kamar mandi nampak Ayah sang bayi gembul keluar dengan handuk melilit di pinggangnya, lalu tersenyum manis melihat istri dan anaknya yang sedang bermain.
"Sudah bangun sayang?
Ucapnya mencoba berinteraksi dengan istrinya.
Zerena mengangguk sambil tersenyum ke arah suami tampannya.
Laki laki sempurna menurutnya, tampan, tinggi tubuh yang bagus, plus kaya,Zerena memukul kepalanya sambil tersenyum sendiri.
"Ada apa kenapa senyum senyum sendiri,
Tanya Ryan yang mengerutkan kedua alisnya melihat istrinya seperti itu.
"Nggak kok Kak, Kak Ryan udah Ambil Wudhu?"
Tanya Zerena mengalihkan pembicaraan.
"Iya, sudah sayang".
ucap Ryan.
"Kalau gitu Rena ambil wudhu dulu kita shalat berjamaah bareng ya Kak!
Zerena turun dari ranjang menuju kamar mandi, dan berwudhu di sana, sementara Ryan menunggunya sambil memakai sarung baju kokonya.
Mereka melaksanakan shalat Maghrib bersama, membawa serta anak mereka mendudukkan di sebuah sajadah kecil khusus anak anak.
Berharap kelak anaknya juga akan mengerti dan mengerjakan shalat seperti kedua orang tuanya.
Karena sesibuk sibuknya seorang manusia, jangan pernah lalai mengerjakan shalat, karena bagaimanapun banyaknya amal yang kita lakukan tapi kalau kita tidak menunaikan shalat , tidak akan ada gunanya.
Walau kita bersedekah dan berzakat dengan segunung uang kita miliki, puasa kita full di bulan Ramadhan, Tiap tahun kita Qurban, selalu membaca ayat suci Alquran, tiap tahun menunaikan haji dan umrah, tapi kita tidak shalat maka hanguslah segala amal yang kumpul selama hidup kita, kita memiliki rumah tapi tak memiliki kuncinya,
jadi bagaimana bisa kita masuk ke dalam rumah itu????😭😭😭
Begitulah perumpamaan shalat, kita ambil contoh yang paling sederhana saja.✌️✌️
Selesai shalat dan berdoa Zerena kemudian mendekat dan mencium tangan suaminya, Ryan pun mencium kening sang istri dan anaknya, itulah ritual mereka setiap selesai shalat.
"Sayang apa kita nginap disini?"
ucap Ryan pada istrinya.
Zerena terdiam sambil berpikir,
"Aku terserah kakak aja",
__ADS_1
ucapnya sambil merapikan mukena yang dipakainya.
"Ya udah kita bermalam aja, pasti Mama senang mendengarnya".
Kata Ryan tersenyum kepada istrinya.
"Kak, aku turun dulu ke bawah",
ucap Zerena setelah memakai hijab instannya.
"Ya udah kita turun bareng aja, lagian Aulian sudah tidur duluan, mungkin kekenyangan tadi makan bubur sama Mama, terus kamu susui lagi".
Ucap Ryan terkekeh melihat putranya, pria kecil itu tertidur lelap dengan model yang sangat lucu.
Ryan menggandeng tangan istrinya turun ke bawah, kedua orang tuanya dan adiknya kebetulan sudah ada di ruang makan.
Mereka menghampiri ketiganya dan ikut duduk bersama keluarganya.
"Sayang, kalian menginap kan?"
tanya Mama Sinta.
"Iya Mama Rena nginap, lagian Aulian udah bobo",
jawab Zerena kepada sang Mama.
Mama Sinta tersenyum senang mendengarnya, selama kepindahan anak dan menantunya baru sekarang ini mereka menginap kembali di rumah ini.
Mereka makan malam dengan hikmatnya, sesekali diselingi percakapan percakapan ringan, setelah makan malam selesai mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton acara TV favorit Zerena.
Ucap Papa Roy bertanya kepada putrinya.
Zerena tertegun sebentar mengingat kejadian tadi siang yang membuatnya sangat kesal.
"Lancar kok Pa, lagian kan itu sesuai dengan jurusan yang aku ambil di Malaysia", ucapnya singkat.
Ryan memperhatikan wajah istrinya yang seperti menyimpan sesuatu, seperti ada sesuatu yang terjadi.
"Sayang kita ke kamar ya, nanti Aulian rewel kalau bangun nggak ada orang di kamar".
Ucap Ryan mengajak istrinya naik ke kamar.
Setelah sampai di kamar Ryan duduk di sofa, ditatapnya sang istri yang sedang sibuk membersihkan alat pompa ASI nya di wastafel.
"Sayang, apa ada yang ingin kau ceritakan padaku, sepertinya kau ingin menyampaikan sesuatu?,
Kata Ryan mencoba memancing Zerena agar mau mengatakan yang terjadi di kampusnya.
"Menceritakan apa Kak?,
aku nggak ada cerita yang harus diceritakan".
Sanggah Zerena sambil berjalan menuju ke arah suaminya.
__ADS_1
Ryan memperhatikan dengan seksama wajah istrinya, lalu dikecupnya bibir itu lembut.
Zerena tertunduk, dia bingung apa harus mengatakan semua yang terjadi di kampus pada suaminya.
Zerena kemudian sadar bahwa Ryan tidak mungkin tidak tahu semuanya, pasti di kampus ada orang yang disuruh untuk menjaga dan mengawasinya.
"Kak, dosen Killer di kampus tadi siang manggil aku ke ruangannya, terus dia minta semua tentang data data aku!"
Ucapnya menghela nafas panjang.
"Terus.....?"
Kata Ryan memicingkan matanya.
Terus aku bilang kalau perlu biodata, ngapain panggil panggil aku segala sampai harus ke ruangannya, aku kesal banget kak"!
Ucap Zerena dengan mulut mengerucut lucu.
Ryan tersenyum melihat istrinya, dikecupnya kembali bibir kecil itu.
"Kak, aku lagi kesel jangan diganggu",
kata Zerena mengomel sambil menghentak hentakkan kedua kakinya.
Ryan terkekeh melihat istri kecilnya merajuk, dia tahu Zerena tidak akan pernah bermain main di belakangnya.
"Jangan dipikirkan sayang, dia tidak akan memanggil kamu ke ruangannya lagi".
Ucap Ryan sambil memeluk istrinya itu.
Zerena tahu arah pembicaraan suaminya, pasti akan ada yang dilakukan suami dinginnya itu.
"Biarlah emang dosen itu nyebelin", batinnya.
Setelah melaksanakan shalat Isya, mereka mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan.
Alarm Handphone Zerena berbunyi menandakan waktu subuh telah tiba, Zerena bergegas bangun melawan rasa kantuknya, dia beranjak turun dari ranjang besarnya, menuju ke kamar mandi.
Di kamar mandi Zerena membersihkan tubuhnya, lalu mengambil wudhu untuk Shalat Subuh.
Di kasur nampak Ryan juga telah bangun, dan sedang bermain dengan putranya.
Setelah melihat istrinya keluar, Ryan bangkit memberi kiss kepada istrinya lalu masuk ke kamar mandi.
Zerena memakai pakaian lalu menghampiri bayinya yang sudah bangun dan duduk bermain di kasur.
Tak lama Ryan keluar dari kamar mandi mengganti pakaiannya, dan merekapun melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Sinar matahari mulai masuk di celah celah9 ventilasi dan jendela yang telah terbuka,Zerena memandikan putranya dahulu, sebelum bersiap siap ke kampus.
Setelah putranya sudah rapi dan wangi, Zerena tak lupa menyiapkan segala keperluan suaminya.
Mereka bertiga turun setelah semuanya telah siap dan rapi, nampak Aulian begitu semangat sambil terus mengoceh tak jelas, sesekali Ryan bercanda dengan putranya yang berada dalam gendongan Bundanya.
__ADS_1
Keluarga yang sangat harmonis, tapi Ryan sedang memikirkan cerita istrinya semalam, dan sepertinya dosen itu tidak bisa dibiarkan, dia sepertinya telah jatuh hati pada istri CEO A_R Group.