Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 109


__ADS_3

"Jadi kalian dengarkan baik baik!


Aku memang menculik wanita, bukan dua tapi tiga, kalian tahu kenapa?


Karena ketiga wanita itu harus bekerja membanting tulang untuk mencari sesuap nasi, karena harta dan uang yang mereka miliki, telah habis dan dijual!


Kalian tahu untuk apa mereka menjual sawah dan rumah mereka?


Untuk menyekolahkan anak, kakak laki laki mereka sampai menjadi seorang Dokter.


tapi setelah anak dan kakak laki laki itu menjadi dokter, sudah memiliki banyak uang, punya rumah, apartemen, mobil mewah, mereka melupakan tiga wanita yang berkorban untuk dia, agar bisa menjadi seperti sekarang ini!"


Ryan sesaat terdiam, lalu memerintahkan Alvin untuk memutar sebuah video, video Video itu diambil Alex dari ponsel Alya, dan sengaja ia simpan, bila sewaktu waktu berguna.


Dan benar saja, video itu sangat berguna.


Alvin memutarnya dari ponselnya yang disambung langsung ke layar monitor.


Di monitor, diperlihatkan ketiga wanita yang sedang menjadi topik pembicaraan hangat.


bagaimana kegiatan mereka sehari hari, sampai saat makan pun mereka terekam jelas disitu, menu makanan yang sangat sederhana, hanya rebus singkong dan sambal sebagai pengganjal perut ketiga wanita itu.


Semua orang yang ada di ruangan itu menitikkan air mata, begitu kejamnya Dokter Alief kepada wanita yang telah berkorban untuk dirinya, dan kenapa tak ada niatnya untuk membalas Budi.


Video kedua kembali diputar, video saat mereka pertama kali menginjakkan kaki di Villa milik Ryan di luar kota, Sebuah Villa yang sangat besar, mereka bertiga digiring masuk kedalam sambil kedua matanya ditutup kain.


Saat mereka masuk, penutup itu dibuka, mereka, bahkan kejadian saat Anina meminta Alex untuk menunjukkan isi kolam di belakang Villa, bagaimana gadis itu berteriak seperti Tarzan saat melihat puluhan buaya sedang berebut daging ayam.


Semua wartawan tertawa ngakak, tingkah Anina yang lucu dan menggemaskan, dan wajah Alya yang sederhana tapi sangat manis, dan wajah Ibu Hafsah yang kelihatan lelah.


Kejadian demi kejadian diputar di depan mereka, saat Alya sedang membuat keripik, dan saat Alex bercocok tanam singkong dan pisang Ambon, mereka kagum, kepada pria berotot itu.


Walau kelihatan menyeramkan, tapi dia sangat menghargai wanita wanita di dekatnya, bahkan sangat menjaga jarak, jadi cerita mengenai wanita simpanan hanyalah isapan jempol Dokter Alief saja.

__ADS_1


Sebuah Notifikasi dari ponsel Dion, Dion mengeceknya ternyata Alex yang sedang Live Sosial medianya, dengan cepat Dion menyambungkannya ke monitor.


Mereka disuguhkan suara langsung, dari akun IG milik Alex, mereka sedang memantau orang orang suruhan Ryan yang sedang membuat pondasi untuk pembuatan rumah, tampak seorang gadis kecil sedang tertawa riang, dan dengan lincah berlari kesana kemari.


Di tempat yang yang sama Alya, sedang duduk menemani Ibunya, sambil ikut tertawa melihat tingkah Anina.


Akhirnya acara jumpa pers selesai, mereka puas dengan segala keterangan dan bukti yang disampaikan oleh Ryan.


mereka juga meminta maaf, atas segala pemberitaan miring yang menyangkut pautkan Ryan .


Zerena tersenyum menatap suaminya dari Tv, dia bangga walaupun pria yang menjadi suaminya itu, berkata akan membalas dendam, buktinya dia bahkan mengangkat derajat adik adik Alief yang telah menderita akibat ulahnya.


Setelah ini, Zerena akan membicarakan hal ini dengan teman temannya di kampus dan di rumah sakit, kelakuan Dokter Alief harus segera dilaporkan ke Lembaga yang khusus melindungi kaum wanita.


Beda lagi di tempat Dokter Alief, dia benar benar murka, Tv LED di depannya menjadi korban pembantaian, TV itu rusak akibat dilemparkan ke dinding.


Dia tidak menyangka, Ryan akan membuatnya malu setengah mati, dia berusaha menjatuhkan Ryan, tapi malah ia yang terjatuh, sungguh na'as nasib dirinya.


"Darimana mereka mengambil semua rekaman Video itu, tidak mungkin itu rekayasa, karena tanggal dan tahunnya tercantum dengan jelas, dan masyakarat tidak terlalu bodoh untuk menilai!"


gerutunya dalam hati.


Dia memukul tembok sampai tangannya bercucuran darah, semua rencana yang ia susun harus kandas di tempat, berharap Zerena akan pergi dan meninggalkan Ryan, tapi bukti berkata lain, Zerena justru semakin cinta dan semakin menyayangi suaminya.


Ryan menarik dasinya dan melonggarkannya, sementara Dion yang memperhatikannya dari kaca spion tersenyum, pasti Bosnya sedang capek, pikirnya, Sementara Alvin masih sibuk, dengan laptopnya, dia masih harus menjawab pertanyaan pertanyaan dari netizen, yang masih bertanya seputaran kejadian tadi.


Bahkan ada yang ingin, memanggil Alya dan Anina untuk menjadi bintang tamu di acara TV swasta, tapi dengan halus Alvin menolak, dengan alasan Ibu mereka sekarang kurang sehat dan tidak bisa ditinggal.


Untung saja, video tidak menampilkan secara langsung area dimana Villa itu berada saat ini.


kalau mereka tahu, pasti sekarang mereka sudah menyerbu ke Villa.


Ryan menyandarkan kepalanya, dia benar benar lelah, sampai ketiduran tapi tidak lama dia kembali terbangun.

__ADS_1


"Mulai besok, kalian tidak usah masuk kerja, kalian bisa istirahat, berlibur atau apa saja yang ingin kalian lakukan!"


"Bos, kami dipecat!"


Teriak keduanya hampir berbarengan.


Ryan sampai melonjak kaget, "Kalian ini apa apaan, mau membuat aku tuli, kalian mau membunuhku ya?"


ucapnya kesal.


"Tapi kenapa kami dipecat Bos?"lagi lagi mereka kompak bertanya.


"Aku tidak memecat kalian bodoh, aku hanya menyuruh kalian mengambil cuti liburan, dasar pria pria bodoh!"


ujar Ryan mengumpat kedua temannya.


Mereka tertawa cengengesan, ternyata si Bos sedang menyogok mereka, mereka saling berpandangan lalu pecahlah tawa kedua pria itu, membuat Ryan jadi jengah melihatnya.


Mereka sampai di rumah saat Adzan Maghrib sedang berkumandang, mereka turun dan ikut masuk karena Ryan paling tidak suka melihat karyawan dan anak buahnya kelayapan jika waktu shalat tiba, "Diam dan duduklah walaupun kamu tidak shalat, setidaknya, hargailah orag orang yang sedang menjalankan ibadah!"


Seperti kata katanya setiap melihat, orang orangnya berkeliaran saat waktu shalat tiba.


Ryan langsung naik ke kamarnya, membersihkan tubuhnya, lalu menunaikan shalat Maghribnya yang hampir lewat.


Dia ikut merebahkan tubuhnya di karpet saat putranya sedang bermain, sesekali dia menjahili pria kecil itu, membuatnya sangat marah dan melotot ke arah Ayahnya.


Ryan tertawa melihat ekspresi putranya, kecil kecil sudah judes begitu, bagaimana besarnya nanti.


"Angan anggu Ayah...!"


Ucap pria kecil itu mulai kesal karena Ayahnya yang terus terusan menoel pipi gembulnya.


Zerena ikut tertawa melihat Ayah dan anak yang sedang bertengkar, wajah mereka yang begitu mirip sangat indah dipandang, Aulian benar benar duplikat Ayahnya, mulai dari wajah, caranya memandang seseorang, dan sikapnya, sudah menunjukkan tanda tanda kalau kelak dia akan mewarisi seluruh sifat Ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2