Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 41


__ADS_3

Tampak dari jauh Alvin menatap tajam melihat Dosen killer itu, dia tersenyum sinis sambil merogoh Handphone dari saku celananya.


Alvin menelpon Ryan menyampaikan semua yang dia lihat, karena sekecil apapun informasi akan sangat berguna bagi Ryan, untuk bisa melindungi Zerena.


Setelah itu Alvin juga meninggalkan tempat itu menuju kelasnya.


Sementara di dalam kelas Zerena tampak tidak bersemangat mengikuti mata kuliah yang sedang diterangkan oleh seorang dosen.


Sampai dosen keluar dari ruangan itu Zerena masih tampak lesu tak bertenaga.


Tak lama setelahnya, bel pulang berbunyi semua anak anak mahasiswa bergegas pulang.


Zerena berjalan sambil menunduk Alvin dan Mita berjalan di belakangnya, setelah sampai di parkiran matanya membulat sempurna melihat siapa pria yang ada di depannya.


"Kak Ryan........"


Zerena berlari memeluk Ryan, ditenggelamkannya wajahnya di dada bidang itu, sambil terisak menangis.


Ryan melirik ke arah Alvin dan Mita meminta penjelasan.


Tapi yang ditatap justru mengangkat bahu, tak tahu apa apa.


"Hai, kamu kenapa sayang, apa yang terjadi?"


ucap Ryan sambil mengelus kepala istrinya yang memakai hijab.


Zerena masih betah disana, dada suaminya terasa hangat sebagai tempat bersandarnya.


Perlahan Ryan mengangkat wajah istrinya, dihapusnya air mata yang membasahi kedua pipi chubby Zerena.


"Kita pulang sayang!"


ucapnya lalu membawa istrinya masuk ke dalam mobil.


Alvin dan Mita saling berpandangan saat mendapatkan tatapan dingin dari Ryan,


mereka mengikuti arah mobil Ryan menggunakan mobil milik Mita.


"Vin…


kita mau kemana???"


Kata Mita gugup.


"Kita ikuti mereka, Zerena kan sahabat kita, masa iya kita biarin aja seperti itu!"


Ucap Alvin tetap fokus menyetir.


Mita mengangguk setuju, tapi untuk bertemu dengan suami Zerena, dia benar benar takut, kejadian 2 tahun lalu membuatnya trauma.


Pria dingin dan pemarah, itulah sosok yang bisa Mita gambarkan mengenai sosok suami sahabatnya.


Mobil Ryan memasuki pelataran rumahnya, dia membukakan pintu mobil untuk istrinya, dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.


Alvin dan Mita mengikuti mereka masuk ke dalam rumah, mereka duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Ryan menatap Alvin meminta penjelasan, Alvin yang merasa terintimidasi akhirnya menceritakan semuanya sedetail mungkin, demi menghindari amarah pria dingin di depannya.


"Jadi dia sudah berani terang terangan mengusik istriku?,


ucapnya dengan seringai menakutkan.


Mita bergidik melihat wajah suami sahabatnya itu.


"Vin.....


tetap pantau pergerakan orang itu, aku tidak mau kecolongan, dan aku akan ikut memantau dari jauh."


Ucapnya dengan tangan terkepal menahan amarah.


"Entah apa maksud orang itu mengganggu keluargaku, apa dia punya masalah dengan, atau keluargaku?"


Batin Alvin.


Mita, tolong temani istriku sebentar, saya ada urusan dengan Alvin!


ucapnya sambil mengecup kening istrinya sebelum pergi.


Mita menatap Zerena bingung, sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatnya ini, karena selama ini sahabatnya tidak pernah bermasalah dengan yang namanya laki laki.


Zerena adalah sosok gadis yang sangat tertutup dan tidak gampang didekati, dulu waktu mereka masih SMA.


Jadi sangat nihil jika Zerena ada masalah dengan para laki laki, tapi kejadian tadi siang membuat Mita jadi bingung.


Dosen killer di kampusnya itu benar benar telah tergila gila pada Zerena, tapi sayang Zerena bukanlah wanita yang mudah di dekati, dan sangat tidak muda bergaul dengan sembarang orang.


"Mit......


yuk kita naik ke kamar, mandi yuk gerah banget ini!"


Ucap Zerena lalu menggandeng tangan sahabatnya naik ke lantai atas rumahnya.


Zerena dan Mita mandi bergantian, setelah mandi dan melaksanakan shalat, Zerena turun dan menyuruh Bibi untuk memasak.


Zerena menelpon Mama Sinta dan meminta mengantar Aulian pulang, setelah itu Zerena ke ruang keluarga dan beristirahat disana.


Mita turun dan mencari Zerena, dilihatnya sahabatnya berbaring lesehan di lantai beralas karpet, setelah mendekat ternyata Zerena sedang tidur,


"Mungkin kelelahan", batin Mita lalu duduk di sisi Zerena.


Mita memperhatikan seisi rumah Zerena, konsep minimalis yang terkesan sederhana tapi elegan.


Pasti semuanya atas kemauan Zerena, karena dia tahu sahabatnya tidak suka glamor.


Suara Bel berbunyi, menandakan ada tamu yang datang, Bibi bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang datang, ternyata Nyonya besarnya datang bersama cucu kesayangannya.


wa a


"Bi, tolong bawa barang barang Aulian ke kamar, saya mau menemui Zerena dulu."


Bibi membawa tas besar berisi perlengkapan Aulian, sedangkan Mama Sinta berjalan menuju ruang keluarga, disana dilihatnya putrinya sedang tidur bersama sahabatnya.

__ADS_1


"Kalian lagi tidur sayang?"


Ucap Mama Sinta sambil duduk di sofa.


Zerena menggeliat mendengar suara seseorang, dilihatnya Mamanya sedang duduk memangku putra kecilnya.


"Ma......"


ucap Zerena berusaha mengumpulkan segenap kesadarannya.


Dia perlahan bangkit dan duduk di samping sang Mama, lalu mengambil anak kecil itu dari gendongan Omanya.


Pria kecil itu tertawa riang melihat Bundanya, ada rindu di mata anak kecil itu, karena beberapa hari ini, dia hanya bisa bertemu sang Ibu saat sore hari.


"Ren......


Sebenarnya ada ap, kenapa tiba tiba nelpon Mama nyuruh ke sini, terus kenapa nggak pulang ke rumah Mama sayang?"


Tanya Mama Sinta.


"Rena juga bingung Ma,"


ucap Zerena sambil menunduk.


"Ma Zerena ke kamar dulu, nyusuin Aulian,"


Zerena berlalu dari tempat itu, meninggalkan Mama Sinta yang sedang bingung dibuatnya.


Mama Sinta menatap Mita yang sedari tadi terdiam,


"Mit......


sebenarnya ada apa sayang,? cerita sama Tante dong!"


Tanya Mama Sinta kepada Mita.


Mita lalu menceritakan semua yang terjadi dari awal masuknya Zerena di kampus, sampai akhirnya kejadian tadi siang yang dialaminya, semuanya terkupas habis.🤭🤭🤭


Mama Sinta menarik nafas panjang, inilah yang ditakutkannya, putrinya akan mengalami hal ini,itulah sebabnya saat Zerena sekolah dulu Mama Sinta selalu menjaganya dengan ketat, karena tak ingin putrinya menjadi incaran orang orang yang memanfaatkan nama Sanjaya.


Sementara di perusahaan A_R Group, 4 pria sedang duduk di sebuah ruangan, sedang merundingkan hal yang sangat serius, Mereka adalah Ryan, Papa Roy, Alvin, dan Dion.


"Dion, aku ingin kau cari informasi tentang Fadhil, pastikan tak satupun yang terlewatkan,"


ucap Ryan memberi perintah.


"Dan kau Vin.....


tetap kawal dan jaga Zerena di sekolah, jangan sampai kecolongan lagi, ingat jangan membiarkan Zerena sendiri, karena sekecil apapun kesempatannya, orang itu pasti akan berusaha mendekati Zerena,"


Ucap Ryan beralih ke Alvin.


"Aku yakin Zerena hanya dia jadikan alat untuk menghancurkan aku, dia pikir bisa bermain main denganku!"


gumamnya sambil menyeringai, membuat wajahnya semakin mengerikan saja.

__ADS_1


Dion dan Alvin mengangguk bersamaan, dua orang kepercayaannya itu memberi hormat seraya pamit keluar dari ruangan itu, saat keluar dari ruangan itu mereka berdua menjadi pusat perhatian kaum hawa di tempat itu, bagaimana tidak, Dion yang dingin tapi sangat menawan, dan Alvin yang cuek dengan gaya Badboy, membuat para wanita disana sampai meleleh dibuatnya.


__ADS_2