Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 30


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu akhirnya, Ryan dan Zerena akan pindah ke rumah baru mereka.


Setelah mengepak pakaian dan semua kebutuhan Aulian Ryan dan Zerena turun dari kamarnya, menuju ke kedua orang tuanya yang telah menunggu.


Pelayan membawa beberapa koper dan beberapa barang lainnya, sementara mereka masuk ke mobil masing masing.


Papa Roy dan Mama Sinta, bersama Raka juga ikut mengantar Ryan dan Zerena ke rumahnya yang baru.


Tempatnya memang tak terlalu jauh dari rumah mereka, cuma butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai.


Papa Roy sengaja mencari tempat yang lumayan dekat, mengingat Istrinya tak bisa jauh jauh dari Anak dan keponakannya itu, ditambah dengan adanya cucunya, Papa yakin Istrinya pasti dikit dikit ke rumah mereka.🤭


Mereka memasuki sebuah kompleks perumahan mewah, tempatnya sangat nyaman, di sana sini banyak pohon kerdil yang mereka lalui menambah eksotis tempat itu.


Sebuah kompleks perumahan dengan tema hutan, tapi tidak menyeramkan karena semua tanaman tanamannya sudah dikerdilkan, Bahkan diantara pohon pohon itu ada bunga bunga yang sedang bermekaran dengan aneka warna.


bahkan mereka melalui ada taman kecil, mungkin cocok banget untuk membawa Aulian kalau lagi bete.😎


Mobil mereka memasuki pekarangan rumah baru Ryan dan Zerena, walau terlihat tidak semewah Istana keluarga mereka, tapi itu cukup untuk dikatakan mewah.


Dengan mengambil konsep minimalis, karena Ryan tahu selera istrinya yang tidak terlalu suka berlebihan.


Semuanya turun dari mobil, nampak Pak Udin dan Bibi Nani menjemput mereka, mereka lalu masuk dan menuju ruang tamu.


Sedangkan Zerena naik ke kamar untuk menidurkan putranya yang sudah mengantuk, di sana semuanya sudah rapi, sebuah tempat tidur dengan ukuran King size, dan boks bayi.


Sebuah lemari Kaca bergaya minimalis juga, simpel tapi menarik, dan meja rias tentunya.


Setelah menyusui sang Anak dan meletakkannya di boksnya yang baru, Zerena menuju ke balkon yang langsung menghadap kearah halaman depan, dan arah terbitnya matahari.


Zerena tersenyum, sepertinya Suaminya memang sudah memikirkan semua konsep rumahnya dengan matang.


Balkon menghadap ke arah matahari terbit, agar dia tidak repot repot membawa putranya turun ke bawah kalau ingin berjemur.


Setelah puas menatap halaman dari atas balkon, dan jalanan di depannya, Zerena masuk dan menuju kamar mandi, di situ juga Zerena melihat kamar mandi yang berkonsep minimalis, cukup sederhana tapi menyenangkan.


Setelah puas Zerena kemudian turun menemui kedua orang tua,suami dan adiknya.


nampak mereka tengah menonton acara Televisi di ruang keluarga.


sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang disuguhkan Bibi Nani.


Ryan memang sudah menelpon bibi Nani dari semalam jadi dia mempersiapkan segala sesuatunya sebelum sang majikan datang.

__ADS_1


Tak langsung duduk bersama mereka, Zerena berjalan ke dapur, di dan dilihatnya Bibi menyiapkan makan siang, bahkan sudah hampir rampung.


"Bi, ada yang bisa Rena bantu?"


ucap Zerena menghampiri Bibi Nani.


Bibi Nani menoleh lalu tersenyum,"sudah selesai kok Non, inikan kerjaan Bibi Non, kalau Non Rena yang kerjain, terus Bibi kerja apa dong?"


Zerena tertawa kecil mendengar Bibi Nani, mengungkapkan isi hatinya.


"Ya udah kalau gitu, aku bantuin angkat ke meja Bi biar cepat, soalnya aku udah laper banget Bi!!"


Mereka tertawa bersama, seperti bukan pembantu dan majikan, tapi seperti Ibu dan Anak, Anak yang kelaparan dan menunggui Ibunya yang sedang memasak.🤭🤭🤭


Setelah semua beres, Zerena segera ke ruang Keluarga untuk memanggil mereka makan.


Tapi sebelumnya, Zerena menyuruh Bibi istirahat, karena dari pagi ia bekerja untuk menyambut kedatangan majikannya.


Merekapun makan siang di rumah baru itu, meja yang penuh berbagai macam makanan, membuat mereka makan dengan lahapnya, karena memang mereka tidak makan saat akan berangkat, mungkin karena terlalu bersemangat atau saking sibuknya.🥴


Setelah selesai makan, Zerena membereskan meja makan, mengangkat semua piring kotor ke wastafel lalu mencucinya.


Setelah itu dia mengambil makanan penutup di kulkas, lalu menyajikannya untuk keluarganya.


"Sayang......


Kamu istirahat dulu, dari tadi aku perhatiin kamu sibuk banget sampai lupa sama aku".


Zerena menunduk malu saat suaminya mengeluarkan gombalannya di depan kedua orang tua dan adiknya, ingin rasanya dia hilang saja dari tempat itu.


Kedua orang tua itu mengulum senyum, menahan tawanya mendengar menantunya menggoda sang putri tercinta.


"Iya sayang, kamu istirahat deh, nanti kecapean", ucap Mama Sinta membelai kepala putrinya.


Bagaimanapun juga dia masih tidak rela berpisah jauh dari putrinya, tapi bagaimana lagi, dia sudah punya kehidupan sendiri bersama suami dan anaknya.


"Ma.....


mama nginap kan???"


Kata Zerena sambil merebahkan tubuhnya dan berbantalkan paha Mamanya.


"Maaf sayang, mama nggak bisa nginap tapi, Mama janji lain kali bakal nginap disini menemani cucu kesayangannya mama".

__ADS_1


"Tapi Raka nginap kok Kak", Sahut Raka menyela pembicaraan mama dan sang kakak.


Zerena memutar bola matanya malas,


"Kakak nyuruh mama bukan Kamu, ngapain juga kamu bermalam di rumah kakak, nanti rumah kakak jadi kotor"


ucapnya sambil tersenyum, karena telah mengerjai sang adik.


"Aish Kakak, jangan gitu sama adik sendiri, Raka udah bela belain luangin waktu buat kakak, tapi kakak nggak menghargai sedikitpun semua perjuangan Raka.🙈


Semuanya tertawa mendengar Raka yang seperti mendramatisir keadaan, sehingga seolah olah dia orang yang paling disiksa di sini.😄


Terdengar dari kejauhan suara Adzan berkumandang, pertanda waktu sudah masuk Dhuhur, dan mengingatkan semua makhluk yang bernama manusia agar berhenti dari kegiatan dunianya, dan bergegas menjalankan perintah Tuhannya, bersimpuh di hadapan sang khalik pemberi hidup.


Zerena bergegas naik ke kamarnya melaksanakan shalat dhuhur, begitu pula mama Sinta.


Sedangkan ketiga laki laki itu keluar mencari mesjid didekat dekat sini, Mereka memang terbiasa shalat di Mesjid atau di Mushollah.


Setelah shalat, Zerena melihat putranya sudah bangun, anaknya itu sedang bermain sambil tangan kanannya masuk ke mulutnya


Sambil menunggu Suaminya pulang, Zerena mengganti pakaian sang putra, tak lupa dibedakin dulu biar wangi, lalu membawanya turun ke bawah.


Di bawah Ryan dan Papa sudah pulang dari Mesjid, dilihatnya suaminya masih memakai peci.


"Kak, jagain bentar,


aku bikinin bubur dulu!"


Ryan mengambil alih menggendong putranya, diajaknya bermain sambil sesekali mencium pipi si kecil.


"Yan Papa dan Mama mau pulang dulu, lain kali papa kesini lagi, tolong jaga baik baik istri dan anak kamu".


ucapnya sambil sesekali membelai kepala cucunya.


"Iya Pa, jangan khawatir, mereka akan baik baik saja!


jawab Ryan.


Tak lama Zerena datang membawa bubur untuk Aulia.


Mama Sinta juga turun, dari kamar atas, bersiap siap untuk pulang.


Jangan ditanya lagi Si bontot, sudah pasti masuk kamar dan stay di depan handphonenya apalagi kalau bukan main game.

__ADS_1


__ADS_2