Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 66


__ADS_3

Ryan menghubungi Papa Roy, dan mengabarkan bahwa Mama Sinta dan Aulian telah diculik.


Roy menegang saat tahu istri dan cucu kesayangannya telah diculik.


Dengan kecepatan tinggi dia mengemudikan mobil menuju rumahnya, saat masuk dilihatnya putrinya yang menangis dalam pelukan suaminya.


"Bagaimana bisa Yan??"


Ucapnya begitu sampai di hadapan anak dan menantunya.


"Mereka datang dan mengerang kemari Pa,, Zerena kewalahan, jadi saat Zerena sedang bertarung mereka membawa Mama dan Aulian!"


Ryan tertunduk lesu begitu selesai berbicara.


"Tenanglah sayang, kita akan berusaha mencari Mama dan Aulian!"


Papa Roy berusaha menguatkan putrinya.


"Pa, kita tunggu saja dulu, aku yakin mereka akan menghubungi kita, buat apa mereka menculik Mama dan Aulian kalau tidak untuk meminta sesuatu dari kita."


Roy mengangguk setuju dengan pendapat Ryan, dan benar saja beberapa saat kemudian ponsel Ryan bergetar.


Dengan cepat Ryan mengangkat panggilan dengan nomor baru tersebut.


Dari seberang terdengar tangis putranya Aulian, rahang Ryan mengeras, wajah dinginnya tidak bisa ditebak.


"Apa maumu, kenapa seperti pengecut?


putraku tidak ada sangkut pautnya denganmu!"


"Hahaha, kau pasti saat ini sedang ketakutan bukan, putra tampanmu ada di tanganku, sedikit saja kau berbuat salah, maka akan kukirim jasad putramu!"


"Raden, urusanmu denganku, kenapa harus melibatkan anak kecil yang tidak tahu apa apa?"


Ryan mulai terpancing emosi mendengar suara anaknya di belakang, sedang menangis dengan kencangnya.


Selama ini Aulian tidak pernah menangis sekencang itu, dia anak yang tipikal penyabar, asal kenyang dia akan tertidur sampai berjam jam.


"Katakan pada Mertuamu, siapkan surat pengalihan hak kekayaannya di Indonesia dan yang di Malaysia atas namaku, kalau tidak jangan harap kau akan bertemu dengan Putramu dan Ibu mertuamu, tempat dan jamnya akan aku kirim nanti!"


Untuk sejenak Ryan terdiam, begitu juga orang orang yang berada di tempat itu, mereka bingung, kenapa bisa bisanya Raden ingin menguasai seluruh harta kekayaan milik keluarga Sanjaya.


Roy sesaat terdiam, tidak menyangka sama sekali akan seperti ini, mereka benar benar lengah tidak menduga, kenapa saat penyerangan tadi, tak satupun dari mereka yang tinggal untuk berjaga di sini.

__ADS_1


"Papa ke kamar dulu, Papa harus membicarakan hal ini dulu dengan Papa Andre.


Bagaimanapun juga Papa tidak bisa mengambil keputusan sendiri.


"Aku disini Roy!"


Ucap seseorang berdiri didepan pintu yang terbuka lebar.


"Andre....!


kapan kau sampai, kenapa tidak menghubungi kami, untuk menjemputmu?"


"Bagaimana bisa dijemput kalau kamu sibuk bermain dengan pistol pistolmu."


"Duduklah, kita bicarakan dengan kepala dingin, kalian jangan terpancing emosi, kau tahu mereka itu dari dulu terlalu bodoh untuk melawan kita!"


Papa Andre dengan tenang berbicara di depan semua orang yang ada disana.


Kemudian dia mengeluarkan sebuah map dari dalam tas selempang yang dia bawa.


"Aku sudah memperkirakan semua, ini adalah surat pengalihan aku sudah tanda tangan, tinggal kau yang menandatanganinya juga!"


Ucapnya sambil menyodorkan Map itu ke arah Roy.


ucap Andre lirih, menatap adiknya.


"Tidak ada kata ragu kalau itu menyangkut nyawa cucuku!"


ucapnya tanpa membaca kertas di depannya, dengan cepat dia langsung menandatangani semua berkas berkas itu.


"Pa, mereka sudah mengirim tempat dan lokasinya, kita bergerak sekarang!"


"Tapi kita jangan berangkat bersama, aku tidak yakin mereka dengan semudah itu akan melepaskan Mama dan anakku!"


"Kak, aku ikut, aku mau melihat putraku, ucap Zerena!"


Ryan mengangguk mengiyakan, dia tahu Zerena bukanlah wanita lemah seperti yang ia pikirkan, dia bisa menjaga diri saat disana.


"Kalau begitu ganti pakaianmu dengan yang lebih simpel!"


Zerena berlari lari kecil, menaiki anak tangga menuju kamarnya, disana dia mengganti pakaiannya, agar tidak membuatnya ribet sendiri nantinya.


Kalau biasanya ia akan lebih pede saat menggunakan pashmina, sekarang ia hanya memakai hijab sport instan.

__ADS_1


Memakai atasan berbahan rajut lalu dia padukan dengan dengan celana joget, membuat penampilannya sangat simpel tapi tetap manis.


Tidak lupa ia memakai sepatu sport, celana memiliki beberapa kantong, jadi dia leluasa membawa beberapa pistol kecil, untuk berjaga jaga.


Saat turun, semua orang sudah ada di halaman, mereka akan segera berangkat, tidak apa apa setelah ini, mereka akan memulai usaha dari nol bersama.


"Kita berangkat, semua waspada, mereka tidak mengijinkan kita membawa orang orang, kecuali Dion dan Alvin!"


Ryan dan Zerena berangkat lebih dulu, menggunakan mobil milik Zerena, agar tidak terlalu mencurigakan, karena Zerena jarang membawa mobil, jadi mobil itu tidak ada yang mengenali.


Sedangkan Papa Roy dan Papa Andre, masuk ke mobil yang sama, begitupun dengan Dion dan Alvin, mereka juga menggunakan mobil yang lain.


Mereka mengikuti petunjuk melalui aplikasi di ponsel mereka, tidak susah mencari tempat dimana mereka akan bertemu, setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya mereka masuk ke area tersebut.


Tempat itu seperti sebuah lapangan dengan rumput hijau, tidak ada pepohonan, semua hanya hamparan rumput yang membentang seperti karpet hijau.


Dari jauh mereka bisa melihat sekelompok orang orang dengan pakaian serba hitam, diantara orang orang itu, ada Mama Sinta yang sedang menggendong Aulian cucunya, tapi dengan mata dan mulut yang di tutup dengan kain.


Kedua mobil berhenti beberapa puluh meter dari hadapan mereka, Papa Andre dan Papa Roy berjalan sambil memegang map di tangan.


Dion dan Alvin ikut turun, berjalan di belakang kedua pria di depannya itu.


Mereka berhenti tepat di hadapan Raden, dengan senyum licik diraihnya map dari tangan Papa Andre, tapi dengan gerakan refleks Andre, menarik tangannya, sehingga Raden tidak bisa menyentuh map tersebut.


Raden meludah ke tanah, dengan mata memerah karena marah, "apa kau mempermainkan aku lelaki tua??"


Andre tersenyum penuh makna, "aku tidak bodoh, mau mengambil map ini, tapi tidak menukarnya dengan adik dan cucuku??"


"Jangan khawatir Pak tua, adik dan cucumu aman!


penjaga, bawa perempuan dan bayi itu kemari!"


Penjaga membawa perempuan dan bayi itu ke samping Raden, tapi tidak semudah itu Andre bisa membawa adik ipar dan cucunya, karena mereka sepertinya memang sangat licik.


"Dion yang hanya diam daritadi mulai maju selangkah di belakang Roy, lalu membisikkan sesuatu di telinga Roy.


"Tuan itu bukan nyonya, wanita itu pendek dan badannya lebar, sedangkan Nyonya memiliki tubuh yang tinggi dan langsing!"


Ucap Dion, membuat Roy kaget dan mencoba memperhatikan wanita di depannya, yang katanya adalah istrinya.


"Kau benar, dia bukan istriku, tapi aku akan memberimu hukuman setelah pulang nanti, jadi selama ini kau memperhatikan bentuk tubuh istriku ha!!!


Mata Dion membulat, bisa bisanya tuan besar ini cemburu padanya, aku masih waras mana mungkin jatuh cinta pada Tante Tante!!!😂😂😱

__ADS_1


__ADS_2