Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 35


__ADS_3

Jam pulang akhirnya tiba, semua mahasiswa dan mahasiswi berjalan keluar dari area kampus, begitu pula dengan Zerena dan Mita.


Tampak mereka berjalan menuju parkiran kampus,


"Ren mau aku antar"


Ucap Mita menawarkan tumpangan.


"Nggak usah Mit, aku udah dijemput".


ucapnya menunjuk mobil hitam tak jauh dari mobil Mita.


Zerena pamit duluan, dengan alasan nanti anaknya kelamaan nggak mimik susu, Mita pun mengerti, lalu merekapun berpisah dan pulang ke rumah masing masing.


Zerena turun dari mobil saat mobil masuk ke dalam pekarangan rumah, dengan cepat dia membuka pintu mobil dan terburu buru masuk ke dalam rumah.


Dilihatnya putranya sedang bermain bersama Omanya.


"Assalamualaikum Ma",


ucapnya mengucapkan salam kepada sang Mama.


"Waalaikumsalam, Putri cantik mama udah pulang rupanya".


Sambut Sang Mama dengan hangatnya.


Zerena mendekat lalu mencium bertubi tubi wajah putranya, seharian di kampus membuatnya sangat merindukannya.


"Ma, apa dia rewel?"


ucapnya sambil mengecup pipi putranya.


"Nggak sayang, dia anteng kok, dia paham kalau Bundanya sedang belajar".


ucap Mama Sinta.


Ya udah kalian naik ke kamar, terus susui putramu Nak, pasti udah lapar dianya".


"Ok Ma, aku ke atas dulu".


Kata Zerena berlalu pergi.


"Iya sayang, kalau gitu mama balik dulu, kasihan adik kamu di rumah, pasti nyariin Mama".


Ucap mama Sinta setengah berteriak.


Zerena berenti di anak tangga saat mendengar Mamanya pamit,


"Mama nggak bermalam?"


Tanyanya lagi.


"Enggak sayang, kasihan Papa dan Adik ku kalau mama bermalam.


"Ya udah hati hati Ma.....

__ADS_1


Ma, besok nggak usah ke sini, biar aku dan Kak Ryan yang nganterin Aulian ke rumah Mama besok,


Mama nggak usah capek capek ke sini, biar kalau pulang kuliah aku ke rumah Mama aja".


"Ya udah kalau gitu mau kamu, Mama pulang dulu".


Setelah Mama Sinta pulang, Zerena masuk ke kamarnya, lalu menyusui bayinya, kemudian memandikannya, dan menidurkannya.


Setelah itu Zerena mandi lalu melaksanakan Shalat ashar ya, yang tertunda karena menidurkan putranya terlebih dahulu.


Sebelum Maghrib Ryan sudah pulang, dibukanya pintu kamarnya, dia melihat istri dan anaknya sedang tertidur, ia mendekat lalu mengecup kening kedua orang yang sangat dicintainya itu.


Karena merasa ada yang menyentuhnya Zerena terbangun dari tidurnya, dilihatnya wajah lelah suaminya tersenyum ke arahnya.


Zerena lalu beranjak ke kamar mandi, menyiapkan air untuk mandi suaminya


Setelah siap dia keluar, lalu menghampiri suaminya.


"Kak, ayo mandinya mumpung airnya masih hangat", ucapnya sambil mendekat dan melepas satu persatu kancing kemeja suaminya.


Ryan tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu.


Ryan mengecup singkat bibir suaminya sebelum melangkah ke kamar mandi,


"Manis...." batin Ryan sambil tersenyum mesum.


"Sepertinya malam ini, Bunda bakal begadang sayang" ucap Zerena kepada putranya sambil menepuk nepuk punggung putranya yang sudah terbangun.


Ryan keluar dari kamar mandi, dengan handuk melilit di pinggang, dadanya bidangnya begitu mempesona di mata Zerena, apalagi dengan rambut basahnya.


"Kak, aku turun sebentar, mau buatin bubur Aulian",


Zerena bergegas keluar dari kamar, tanpa menunggu jawaban dari suaminya.


"Huhhh...,


Aman, jangan sampai Kak Ryan minta jatah sebelum Maghrib dan Isya, bisa dobel-dobel keramasnya" pikir Zerena, sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Di dapur Zerena membuat bubur untuk putranya, setelah jadi ia membawa bubur itu ke kamar.


Dilihatnya Suami dan anaknya tengah bermain, "Kak, ini buburnya tapi masih panas, aku mandi bentar sambil nunggu buburnya dingin.


Walaupun tadi sebelum Ashar Zerena sudah mandi, dia tetap mandi sebelum menunaikan shalat Maghrib.


Setelah Mandi, Zerena melaksanakan shalat Maghrib, bersama Ryan yang menjadi Imamnya.


Sementara Aulian bermain di karpet lantai, kalau di kasur takutnya nanti malah terjungkal.


Zerena mencium tangan suaminya setelah selesai melaksanakan kewajibannya, dan repleks Ryan mengecup kening istrinya lama.


Aulian yang melihat adegan mesra kedua orang tuanya tertawa, Ryan mendekati anaknya lalu memangku pria kecil yang super tampan itu.


Tak lama, pintu kamar di ketuk dari luar.


Zerena menyahut lalu mengganti mukenanya dengan jilbab instan.

__ADS_1


Tampak Bibi membawa makanan di sebuah nampan besar.


"Bi, kok makanannya dibawa kemari?"


tanya Zerena sambil menautkan kedua alisnya.


"Tadi Tuan yang menyuruh Non"


ucap Bibi.


"Ya udah Bi, biar Rena yang bawa ke dalam, kalau pekerjaannya udah selesai Bibi dan uang lain silahkan makan, setelah itu istirahat ya Bi, biar nggak kecapean!"


Ucap Zerena tulus.


"Iya Non......"


Bibi lalu menunduk dan turun ke bawah, dia sangat bersyukur karena memiliki majikan yang sangat baik hati seperti Zerena, dan Ryan walupun terkesan dingin tapi sebenarnya baik, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.


Terbukti setiap gajian, mereka selalu mendapatkan tambahan alias bonus, Ryan tidak pernah lupa memberi tambahan dari gaji pokok mereka.


Setelah itu Bibi memanggil semua pekerja di rumah itu untuk makan, dan membawakan makanan ke pos di depan untuk suaminya Pak Udin, mereka kemudian makan dan masuk ke kamar masing masing untuk istirahat.


Sedangkan di atas, Zerena membawa makanan yang dibawanya ke meja di dekat sofa.


"Kak, kok makanannya dibawa kemari, kita kan bisa turun untuk makan".


"Aku Malas turun lagi sayang, aku mau makan disini saja", ucapnya sambil berdiri dan menggendong putranya dan duduk di sofa.


Zerena lalu mengambil Aulian dari gendongan Ayahnya, lalu memasukkan anak kecil itu ke dalam kereta, lalu menyuapi bayinya dengan bubur yang telah dia siapkan tadi.


Setelah kenyang dibiarkannya anaknya bermain sendiri di atas kereta itu.


Anak itu berlari kesana kemari dengan bantuan keretanya, sementara orang tuanya menikmati makan malam bersama.


Setelah selesai makan Zerena membereskan semua bekas makan mereka, ketika hendak mengangkat nampan Ryan, mencegah dan dia mengangkat nampan itu turun, lalu kembali lagi ke kamar.


"Sayang, gimana hari pertama kuliah kamu, apa ada masalah?"


ucap Ryan.


"Nggak ada kak, semua lancar, apalagi di sana Rena bertemu Mita, teman sekolah Rena dulu,


Kakak ingat kan?"


Ucap Zerena sambil menatap suaminya.


Ryan mengangguk, dia mengingat gadis cerewet, yang bisa merusak gendang telinga kalau sedang berbicara.


"Kakak sendiri gimana kerjaannya, udah dapat sekertaris baru kan?"


Tanya Zerena kemudian.


"Belum, mungkin besok....


aku mau Dion menyeleksi mereka dengan ketat, aku tidak mau hal seperti waktu itu terjadi lagi, sekertaris itu harus punya etika yang baik, jangan baiknya cuma sama Bosnya saja , karena semua manusia itu sama, harusnya mereka bisa menghormati dan menghargai tanpa memandang status orang tersebut".

__ADS_1


Ucap Ryan panjang lebar, menjelaskan kepada istrinya bak seorang Dosen yang sedang menjelaskan mata kuliahnya.


__ADS_2