
Ryan dan Zerena pamit kepada Mama Sinta, mereka menyusuri jalanan yang belum begitu ramai, "sayang nanti pulangnya aku jemput ya!"
ucap Ryan.
"Iya Kak, ntar aku kabarin kalau udah pulang".
ucap Zerena.
Tak terasa mobil mereka akhirnya sampai di kampus tempat Zerena menimba ilmu. mereka berdua turun setelah sopir memarkirkan mobilnya.
Ryan berjalan dengan langkah santai, sementara Zerena di samping menunduk, karena semua mata tertuju pada mereka berdua.
Nampak semua mata gadis gadis tak lepas dari pria tampan yang berjalan di depan mereka, tanpa memperdulikan ada seorang wanita di sampingnya.
Siapa yang tidak mengenal CEO muda A_R Group, walau belum pernah bertatapan langsung tapi mereka sering melihat artikel yang memberitakan tentang CEO tampan tersebut.
Walau katanya sudah memiliki istri, tapi walau jadi yang kedua aku rela, ucap mereka ramai ramai, mereka tak banyak yang tahu kalau istri pria tampan tersebut adalah gadis manis yang berjalan di sampingnya, dipikirnya Zerena adalah adik CEO tersebut.
Karena sudah tersebar di kampus tersebut bahwa putri dari pendiri CEO Group, pindahan dari negeri Jiran, akan kuliah di kampus ini, jadi pikiran mereka gadis itu adiknya sang CEO.
Ryan dan Zerena sampai di depan pintu ruangan rektor, Ryan mengetuk pintu dari luar.
Terdengar suara seseorang dari dalam menyuruh mereka untuk masuk, dan alangkah terkejutnya sang Rektor ketika mengetahui bahwa yang datang di kampusnya adalah seorang yang sangat berpengaruh di kampus ini, karena selama ini A_R Group adalah donatur tetap di kampus ini.
Rektor itu membungkuk memberi hormat,
"Maafkan kami Pak, kami tidak tahu akan kedatangan Bapak", ucapnya gemetaran.
"Saya hanya mengantar istri saya Pak, dan saya harap tidak terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan kepada istri saya, karena kalau sampai itu terjadi,
Bapak tahu kan akibatnya bisa fatal untuk kampus ini ke depannya?"
Ucapnya dingin, seperti puluhan bongkah es batu memenuhi ruangan itu.
Sedangkan Zerena memutar bola matanya malas, mendengar suaminya yang menurutnya terlalu berlebihan,.
"Kak, aku kan mau kuliah bukannya mau ke Medan perang, ngapain harus begini coba??"
Ucapnya jengah melihat kelakuan suami es baloknya, yang sedang ke mode aktifnya.
"Pak, Maafin suami saya, dia terlalu berlebihan".
ucap Zerena sambil melipat kedua tangannya ke depan dada.
"Kalau begitu saya pamit Pak, dan saya harap Bapak ingat akan kata kata saya, saya tidak suka main main, dan saya paling benci dipermainkan.
Dan satu lagi tolong awasi setiap pria yang berusaha mendekati istri saya!"
ucapnya berbisik ke telinga Pak Rektor.
Lalu berbalik pergi, sambil memegang lengan Zerena keluar dari ruangan itu, Rektor itu menarik nafas panjang tapi kemudian tersenyum melihat punggung pria dingin yang sedang bucin yang keluar dari ruangannya.
Ryan berhenti kemudian menyuruh istrinya masuk ke ruangan yang telah sebelumnya telah di sampaikan Rektor itu, setelah mengecup kening istrinya dia berlalu pergi meninggalkan kampus itu.
__ADS_1
Sedangkan Zerena berjalan mencari kelasnya, tak sengaja Zerena menyenggol seseorang, yah seorang gadis yang tak asing baginya.
Zerena bengong, seperti terputar memori di dalam otaknya kebersamaannya bersama gadis di depannya, begitupun dengan gadis itu, dia nampak melongo melihat gadis cantik berhijab di depannya.
Antara percaya dan tidak, antara kenal dan tidak, tapi dia langsung memeluk gadis di depannya
"Rena.....
kamu Rena kan???"
ucapnya sambil memeluk sahabatnya itu.
"Iya ini kamukan Mita???"
ucap Zerena melepas pelukan Mita dan memastikan wajah di depannya adalah Mita sahabatnya.
"Kamu kuliah di sini juga Ren?"
ucap Mita.
Zerena mengangguk, lalu matanya mencari sesuatu kesana kemari,
"Cari apaan Ren???"
Tanya Mita ikut ikutan.
"Cari ruangan kelas aku dimana Mit"
ucapnya tampak polos.
Mita membaca kertas itu lalu tersenyum.
"Ikut aku, kita satu kelas Ren".
ucapnya sambil merangkul sahabatnya itu masuk ke kelas mereka.
Karena sebentar lagi Dosen akan masuk memberikan mata kuliah pertama.
Mita dan Zerena masuk ke kelas, sebelumnya Zerena mengucapkan salam,
dan semua mahasiswa dan mahasiswa yang ada di sana menjawab salam dari Zerena.
Mereka tertegun melihat gadis berhijab di depan mereka, yang tampak anggun dengan balutan busana muslimah.
Setelah memperkenalkan diri Zerena duduk di samping Mita.
dan tak lama setelah itu dosen pun datang, dan mata kuliah pertama berlangsung dengan baik, tak ada kesulitan bagi Zerena karena memang selama di rumah mengasuh putranya, Zerena selalu menyempatkan membaca buku buku pelajarannya.
Dan selalu menggali informasi informasi dari Om Google.😇
Setelah 3 jam, akhirnya dosen keluar dari dalam kelas, Zerena dan Mita bercakap cakap sambil berjalan keluar menuju kantin.
"Rena aku banyak pertanyaan buat kamu,
__ADS_1
pertama Kenapa selama pulang dari Jakarta kamu nggak pernah menghubungi aku,
kedua kapan kamu pulang dari Malaysia,
Ketiga Apa kamu pisah sama suami kamu, makanya kamu pulang???"
Tanya Mita panjang lebar.
Rena tersenyum menatap sahabatnya itu,
"Aku pulang 6 bulan yang lalu Mit!"
ucap Zerena.
"Ya Allah Zerena, tega banget kamu sama aku, kan kamu bisa chat aku atau apa gitu!"
ucapnya memotong perkataan Zerena.
"Terus aku nggak pisah sama Kak Ryan, tadi dia yang antar aku kesini!
dan kenapa aku nggak hubungin kamu, karena aku nggak bisa kayak dulu lagi Mit, aku sudah punya anak yang harus aku jaga, dan aku rawat, dan itu nggak gampang sama sekali".
Mita menganga lebar mendengar ucapan Zerena, bahwa ia sudah punya anak.
secara fisik Zerena tidak ada perubahan di bagian tubuhnya.
kecuali di bagian dada, tapi itu mungkin karena faktor menyusui, tapi masih bisa disiasati dengan hijabnya.
"Jadi kamu sudah punya anak, sudah jadi ibu?"
ucapnya penunjuk wajah Zerena lalu tangannya digoyang goyang seakan sedang menggendong bayi.
Zerena mengangguk,
"Namanya Aulian Sanjaya.
sekarang udah 6 bulan, makanya kak Ryan nyuruh aku kuliah lagi, karena sekarang dia sudah bisa ditinggal"
Zerena lalu mengeluarkan Handphonenya dan memperlihatkan foto foto lucu putranya, mulai saat baru lahir sami sekarang semua diabadikan oleh Zerena.
Mita berteriak histeris melihat foto foto bayi itu, "sungguh menggemaskan, boleh ya Rena kapan kapan aku ke rumah kamu,aku mau main dengan Baby Aulian?"
Ucapnya dibuat selebay mungkin, agar Zerena bisa mengizinkannya ikut ke rumahnya.
Nanti aku ngomong dulu sama kak Ryan, soalnya aku nggak tinggal di rumah yang lama lagi, kami sudah punya rumah sendiri Mit!"
ucap Rena memberi alasan.
"Aku juga nggak bisa bawa orang ke rumah tanpa memberitahu suami aku dulu Mit, takutnya nanti dia nggak suka!"
"Ya udah yuk pesan makanan, udah lapar".
Sahut Mita, mencoba mengerti dan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Mereka makan siang bersama sambil bercerita pengalaman masing masing, selama mereka terpisah dulu.