
Hari ini Ryan dan Papa Roy ke kantor, sedangkan Mama Sinta menemani cucunya bermain, karena Bundanya sedang sibuk menerima mata kuliahnya via online.
Ryan sudah mengatur semuanya dengan cepat, penjagaan pun tidak main main dikerahkan Papa Roy untuk melindungi istri dan anak anaknya di rumah.
Ryan sendiri sudah mengerahkan penjagaan di luar rumah, mereka mengintai di sekitar rumah dengan berpura pura menjadi tukang bersih-bersih jalanan, penjual es keliling, sampai menjadi tukang ojek.
Mereka terus mengawasi, dan harus melaporkan kalau ada sesuatu yang mencurigakan.
Hari ini Mita dengan lesu mengikuti semua mata pelajaran, bukan karena mengantuk atau sedang lapar, tapi dunianya seperti separuh hilang tanpa kehadiran kedua sahabatnya.
Baginya mereka berdua adalah sumber kekuatannya, tapi tanpa sebab mereka berdua tiba tiba tidak datang ke kampus, "seperti sedang janjian saja!"
umpatnya kesal.
Mita berjalan dengan kepala tertunduk menuju parkiran, semua teman temannya melambaikan tangan, atau sekedar menyapa gadis cantik itu, dia hanya membalas dengan anggukan atau senyum kecil.
Suasana kampus sudah lengang, semua teman teman Mita sudah pulang, sedangkan dia berjalan dengan sangat lamban, tenaganya seperti terkuras habis dengan pelajaran pelajaran yang diberikan dosen.
Dengan langkah malas Mita membuka pintu mobil, tapi belum sempat ia masuk, tiba tiba sebuah tangan kekar membekap mulutnya, dan menyeret tubuh Mita.
Memasukkannya ke sebuah mobil Alphard, Mita memberontak tapi tidak bisa melawan orang orang yang kini membawanya entah kemana, tangannya diikat dengan tali, sedangkan mulutnya ditutup dengan kain.
Mita benar benar panik melihat orang orang disekelilingnya, semua besar besar dan menyeramkan
Salah satu diantara mereka, menelpon seseorang, mungkin sedang menelpon bos mereka.
"Pak, kami sudah menemukan umpannya, tinggal bagaimana caranya memancing ikannya keluar."
ucap orang tersebut sambil menyeringai.
Mereka membawa Mita ke sebuah rumah mewah, bahkan bisa disebut Istana, setelah mobil berhenti mereka kembali menyeret Mita masuk ke dalam rumah besar itu.
Mereka masuk lalu membawa Mita ke sebuah ruangan, di sana ada sebuah tangga, mereka turun menggunakan tangga itu.
Sepertinya itu adalah tangga menuju ruang bawah tanah, Mita benar benar ketakutan, semua hal buruk menari nari dalam pikirannya.
"Ya Allah, sebenarnya mereka ini siapa, dan kenapa mereka membawa aku ke tempat seperti ini, jangan jangan mereka terlibat prostitusi online!"
Mita bergidik ngeri membayangkan dirinya akan dijual dan dijadikan pemuas nafsu pria hidung belang di luar negeri.
Setelah sampai di ruang bawah tanah, Mita dimasukkan kembali ke sebuah ruangan yang mirip sebuah sel tahanan.
__ADS_1
Di sana Mita didudukkan pada sebuah kursi kayu, lalu tubuhnya diikat dengan sangat kuat.
Mereka lalu meninggalkan Mita sendirian disana, gadis itu menangis sambil meronta ronta, berusaha melepaskan diri dari ikatan yang membelenggu tubuhnya.
Orang orang yang menangkap Mita berjalan menuju sebuah ruangan, disana duduk seorang pria yang sepantaran dengan Ryan, sehingga mengisap rokoknya, dia memandang anak buahnya dengan mata menyala.
"Apa kau yakin gadis itu bisa membawa Ryan dan orang orangnya menemui kita???"
"Saya sangat yakin Bos, gadis itu sangat dekat dengan keluarga Sanjaya, apalagi sepertinya mereka mulai mengendus keberadaan kita, Ryan sekarang melarang istrinya keluar rumah, bahkan tidak memperbolehkannya untuk kuliah!"
Ucap orang itu menjelaskan dengan terperinci.
Raden, dia adalah putra dari seorang yang bernama Purba, Purba sendiri adalah putra dari sahabat karib Kakek Sanjaya, yang bernama Wardoyo.
Sanjaya berteman dengan Sanjaya sejak kecil, sampai mereka sama sama masuk sekolah dasar mereka masih bersama, dan berteman dengan baik, lalu saat mereka mereka masuk sekolah menengah pertama dan menengah atas.
Sampai saat kuliah pun, mereka terus bersama, mereka saling berjanji akan menjadi pengusaha pengusaha sukses, dan siapapun kelak yang sukses duluan, maka dia harus dan wajib membantu yang belum sukses.
Mereka berpisah saat mereka telah lulus sarjana, dan berjanji akan bertemu 10 tahun kemudian, mungkin karena mujur, usaha yang dirintis Sanjaya dari nol, berkembang sangat pesat.
Dia mulai membangun perusahaannya, dan dalam waktu 10 tahun, perusahaannya tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan anak cabang yang tersebar di seluruh koa yang ada di Indonesia.
sampai akhirnya dia pulang ke Indonesia, dan 20 tahun berlalu, kedua sahabat yang lama terpisah akhirnya kembali bertemu.
Wardoyo tidak menyangka, kekayaannya tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kekayaan milik Sanjaya.
Mulai saat itu hubungan mereka mulai renggang, lebih tepatnya, Wardoyo yang merenggangkan hubungan persahabatan yang terjalin sejak kecil.
Bahkan perasaan iri dan dengkinya, dia turunkan ke anaknya Purba, Purba pun menurunkan perasaan itu ke anaknya
Raden, dengan alsan keluarga Sanjaya yang telah membunuh dan menghancurkan bisnis orang tuanya.
π π π π π
Dion menatap layar ponselnya, dengan wajah penuh emosi, bagaimana tidak, beberapa menit yang lalu, karena rindu dengan Mita kekasihnya, Dion mencoba melihat kegiatan Mita hari.
Tapi Dion malah terkejut, melihat kekasihnya dengan paksa sedang di seret oleh beberapa pria yang berbadan besar.
Beberapa hari yang lalu Dion memberikan sebuah cincin yang sangat indah untuk Mita, sengaja Dion memasang alat perekam pada cincin itu.
Sengaja dia membeli dua buah cincin, satu untuk Mita dan satunya untuk Zerena, mungkin karena lupa sehingga samai sekarang Ryan belum pernah memberikan cincin itu ke Zerena.
__ADS_1
Dion langkah panjang Dion keluar dari ruangannya, ruangan yang dia tuju adalah ruangan bosnya.
"Permisi Pak, boleh saya masuk???"
Kedua orang yang berada di dalam menoleh dan mempersilahkan Dion masuk.
"Ada apa???"
Ryan bertanya sambil menatap raut wajah sahabatnya uang tampak memerah menahan amarahnya.
Dion memberikan ponselnya kepada Ryan, Ryan membuka dan melihat isi sebuah video yang memperlihatkan Mita yang sedang diikat disebuah tempat.
"Dion, coba kau putar dari awal!"
Roy memberi perintah.
Dengan cepat Roy memutar video tersebut, mulai saat kejadian awal sampai saat ini, Roy menarik nafas panjang, dia tidak mengira musuhnya bertindak sangat cepat.
Dia tersenyum setelah melihat video tersebut, "kamu pintar Dion untung saja kamu bisa memasang alat itu ada tubuh Mita, jadi dengan muda kita bisa melacak tempat itu.
Ryan, kau lihai dalam hal seperti ini, coba kau cek dimana mereka!"
"Iya Pa, Dion panggil Alvin kemari kita butuh dia sekarang!"
Ryan mulai menyalakan laptopnya, mulai menjalankan tugasnya, setelah beberapa saat dia sudah mulai menemukan tempat dimana Mita disekap, melalui cincin yang Mita pakai.
Alvin masuk ke dalam ruangan Ryan, setelah Dion menelpon, Dia menatap satu persatu orang di depannya.
"Ada apa?"
Ucapnya penasaran.
"Mita diculik oleh mereka, kita sedang berusaha mencari keberadaannya saat ini."
Dion menarik nafas setelah menjawab pertanyaan Alvin.
Dion lalu mengambil alih laptop tersebut, dan mulai mencari titik pintu masuk ke rumah tersebut.
Sedangkan Ryan sedang berbicara serius dengan Alvin, setelah semua selesai mereka berempat keluar dan masuk ke dalam mobil masing masing.
Di persimpangan, mereka telah ditunggu oleh orang orang Roy maupun orang orang Ryan, mereka berjalan menuju ke rumah tempat para penjahat itu menyekap Mita.
__ADS_1