
Notifikasi berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk, dengan agak malas Alvin yang sedang mengerjakan tugas, membuka ponselnya, ternyata dari Mekar, CEO cantik dan seksi dari perusahaan B, yang sedang mengirim alamat tempat pertemuan private antara dia dan Ryan besok.
Alvin mengirimkan alamat itu ke Ryan, sementara Ryan yang sedang menelpon Zerena, hanya melihat sekilas, lalu mengabaikannya.
Mungkin Mekar bisa berada di atas awan karena merasa telah berhasil membuat sebuah pertemuan empat mata dengannya, tapi ia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.
Ryan bukan pria yang mudah dibodohi oleh seorang wanita, wanita pemuja tongkat ajaib.
Ryan pun sudah merencanakan semuanya dengan matang,
"Kita lihat besok, siapa yang akan terkejut dengan kejutannya sendiri!"
Terdengar suara pintu diketuk seseorang, Ryan menatap pintu tapi orang tersebut tidak muncul muncul.
karena penasaran Ryan mendekati pintu dan membukanya, tampak di depan pintu berdiri seekor anak gembul, ehhhh maksudnya Aulian sedang berdiri di sana, dengan senyum Pepsodent, dan menampilkan beberapa biji giginya.
Anak itu menghambur memeluk sang Ayah, karena Ibunya meninggalkannya walau cuma beberapa langkah, yaitu di depan ruangan Fendi yang berdinding kaca transparan, sehingga ia bisa bercerita dengan mudah bersama sang pria gemulai.
Ryan mengangkat putranya ke dalam gendongannya, ia tak merasa khawatir Zerena dekat dengan pria cantik tersebut.
Setelah puas berbasa basi dengan Fendi, Zerena pun ikut masuk ke dalam ruang pribadi suaminya.
Tangannya menenteng sebuah paperbag, lalu dia letakkan di atas meja panjang di depan sofa.
dia duduk lalu mengeluarkan isi paperbag itu, Arma makanan tercium menyengat, membuat perut Ryan tiba tiba merasa lapar.
Zerena bangkit dan berjalan menuju ke sebuah dapur mini, dan mengambil dua buah piring di rak piring yang juga mini, tampak cantik di pandang mata, Zerena tersenyum melihat hasil pekerjaan tangannya beberapa hari yang lalu, ia yang membeli semua itu dan meletakkannya di dalam ruangan suaminya, agar tidak repot mencari peralatan makan di dapur kantor.
Dia meletakkan kedua piring dan memindahkan makanan ke dalamnya, Ryan duduk setelah mencuci tangannya di wastafel.
"Makasih sayang!"
ucapnya saat menerima piring yang berisi nasi dan lauk pauk hasil masakan istrinya hari ini.
Zerena menyuapi putranya pelan pelan, perlu kesabaran saat memberi makan anak gembul itu.
Ketika selesai makan, Ryan menunggu istrinya yang sedang mencuci peralatan makan, dan membersihkan meja tempat ia menaruh makanan tadi.
"Sayang, apa sudah selesai, kemarilah duduk di sini!"
__ADS_1
ucapnya,sambil menepuk sofa di sampingnya.
Zerena bergegas menuju ke tempat suaminya sedang duduk, dia duduk sambil memandangi wajah suami tampannya.
"Sayang, apa nanti malam kau ada acara?"
ucap Ryan sambil memposisikan duduknya lebih dekat dengan Zerena.
"Tidak ada Kak,emang ada apa ya?"
jawab Zerena mulai serius.
"Begini, seorang rekan Bisnisku mengajak makan malam secara private, sekalian penandatanganan kontrak proyek kerja sama dengan perusahaan kita!"
Apa tidak mengganggu Kak, pembicaraan kalian nanti?"
Sela Zerena memotong kalimat Ryan.
"Dengar dulu sayang, aku belum selesai!"
Ucap Ryan mencebikkan mulutnya, karena Zerena uang seenaknya sendiri.
"Dia itu seorang CEO wanita, aku tidak mau nantinya jadi berita yang negatif di kalangan para pengusaha!"
Zerena mulai menangkap maksud suaminya, sengaja mengajaknya agar si CEO wanita itu tidak menggoda suaminya.
"Baiklah, aku akan ikut, tapi jangan terlalu malam pulangnya Kak, kasihan anak kita!"
ucap Zerena yang sedang menepuk nepuk pantat putranya yang kelihatan mengantuk dan berbaring sambil berbantalkan paha Ayahnya.
Setelah sore akhirnya mereka pulang, Zerena membawa tas selempangnya, dan paperbag tadi yang edisi rantang yang sudah kosong, sementara Ryan berjalan di depannya sambil menggendong putranya.
Mereka masuk ke dalam lift, dan kebetulan Alvin dan Fendi juga berada di dalam.
walau sebenarnya CEO memiliki lift khusus, tapi Ryan sejauh tidak pernah menggunakannya, dia lebih nyaman disini walau kadang berdesak desakan.
"Vin, nanti malam kau standby di depan tempat aku dan mekar akan bertemu, sekalian kau ajak Fendi juga, awasi tempat sekitarnya, jangan ada kesalahan sedikitpun!"
Ryan berkata dengan sorot mata yang tajam mengerikan,membuat Fendi bergidik ngeri.
__ADS_1
"Ok, tapi mungkin aku akan kesana menggunakan motor, biar tidak ribet bawanya!"
Ucap Alvin memberinya pendapat.
Ryan mengangguk, mereka keluar dari lift dan berjalan menuju pintu keluar, semua masuk ke mobil masing masing, sementara Fendi masuk ke dalam mobil Alvin.
Dia memang selalu nebeng ke Alvin saat pulang kerja, apalagi arah kost Fendi searah dengan apartemen milik Alvin.
Zere masuk ke mobil Ryan, sedang kan mobilnya ia tinggalkan begitu saja, nanti sajalah Ryan pasti mengurusnya.
Setelah mobil keluar dan berjalan dengan kecepatan sedang, Ryan memberitahukan kepada istrinya agar sebaiknya singgah sebentar di butik langganan Mama Sinta, untuk mencari baju yang pantas dia pakai malam nanti.
Masih ada beberapa jam lagi, karena sekarang masih jam tiga sore.
keduanya turun dan masuk ke dalam butik, Pemilik butik menyambut keduanya dengan hangat, karena sudah sangat mengenal kedua pasangan Pasutri didepannya.
Setelah mendapatkan pakaian yang cocok dan tentunya branded,akhirnya mereka memilih untuk pulang, untuk mandi dan bersiap siap.
Selesai shalat Maghrib, Zerena sedang bersiap-siap, Zerena memoleskan sedikit make up natural di wajahnya, dan memakai pakaian yang dibelinya tadi sore, gamish cantik begitu cantik dikenakan Zerena, dengan hijab pashmina yang selalu membuatnya kelihatan sangat cantik.
Ryan yang memperhatikan dari tadi, ikut terpesona, melihat hasil make up Zerena yang sangat menakjubkan.
Zerena sudah selesai begitu juga Ryan, dia tidak kalah tampannya, mereka berdua tampak serasi.
Setelah dirasa cukup, keduanya turun, setelah pamit kepada Baby sister Sklian dan Bi Nani, mereka masuk ke dalam mobil, butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke tempat yang sudah ditentukan.
Begitu sampai, Ryan masuk dan mulai bertanya ke resepsionis, Resepsionis memanggil seorang pelayan untuk mengantar keduanya ke meja yang telah dipesan Mekar.
Mereka duduk sambil menunggu kedatangan wanita itu, seorang pelayan lagi lagi datang sambil membawa buku menu ditangannya, Zerena menolak,dan ingin menunggu Mekar datang terlebih dahulu.
Dari arah luar, tampak Mekar berjalan dengan anggunnya, baju seksi yang sangat menggoda.
"Selamat malam, maaf saya terlambat!"
ucap Mekar,sambil memberikan senyum termanisnya.
Mekar belum menyadari kehadiran Zerena, dia sibuk mencuri curi pandang ke arah Ryan.
"Nona Mekar, perkenalkan ini isteri saya Zerena!"
__ADS_1
Ryan memperkenalkan istrinya kepada rekan bisnisnya itu, Zerena mengulurkan tangannya ke arah Mekar, dengan enggan Mekar menyambut tangan Zerena, yang duduk manis di samping Ryan.
,