
Beberapa menit yang lalu:
Ryan turun dari dalam mobil dan mencari cari keberadaan istrinya, bangku tempat Zerena menunggunya sudah kosong.
"Kemana istriku, kenapa perasaanku tiba tiba tidak enak begini, Ya Allah ada apa ini?"
Ryan terus berjalan sambil menajamkan pendengarannya, dan benar saja setelah beberapa saat, dia mendengar suara wanita sedang menangis, diantara doa doanya.
Ryan mendekati sumber suara, matanya terbelalak melihat istrinya sedang duduk meringkuk di tanah, sambil memeluk kedua lututnya.
Darah memanas, amarahnya memuncak saat dia melihat pria yang sedang tertawa penuh nafsu, dan menatap istrinya penuh gelora birahi.
Tanpa buang waktu, Ryan mendekat dan memberikan sebuah bogem mentah kepada Dokter mesum tersebut.
Sebenarnya dia masih ingin memberikan pelajaran kepada Dokter Alief, tapi melihat keadaan istrinya, dia mengurungkan niatnya.
Dengan cepat, dia mengangkat istrinya dan menggendongnya menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah sakit.
Dengan kecepatan tinggi, Ryan melajukan mobilnya menuju rumah pribadinya, tidak mungkin ia membawa istrinya ke rumah utama dalam keadaan seperti sekarang ini.
Wajah Zerena memerah, dia sudah tidak terkontrol, dia mulai kegerahan walaupun Ryan sudah menyalakan AC.
Dia sudah mulai membuka hijabnya, Ryan kaget melihatnya, berusaha membujuk agar istrinya bertahan sedikit lagi karena mereka sebentar lagi sampai.
"Tahan sayang, kamu pasti bisa, buktinya tadi kamu mampu, iya kan?"
Sambil terus melakukan mobilnya.
Rem mobil berbunyi nyaring, saat sampai di garasi, Ryan sudah menelpon Pak Udin sebelumnya agar membuka pintu pagar, karena istrinya sudah tidur dan tidak mau sampai menunggu lama.
Begitupun dengan Bi Nani, sudah menunggu di depan pintu, dengan cepat Ryan menggendong tubuh Zerena, yang ia tutupi dengan jas miliknya.
Saat sampai di kamar, Ryan baru bisa bernafas lega, saat merebahkan istrinya di atas kasur.
tapi itu belum berhenti sampai disitu, karena Zerena sudah berteriak dan meracau tidak karuan karena katanya kepanasan.
__ADS_1
Dia melepaskan seluruh pakaian yang ada di tu tubuhnya, Ryan segera menuntunnya ke kamar mandi dia mengisi bathtub dengan air dingin, dia memasukkan istrinya di sana.
Zerena nampak mulai tenang, dia memejamkan matanya, mulai terdengar dengkuran halus menandakan dia sudah tertidur.
Ryan menatap wajah lelah istrinya, lihat saja besok, dia pasti akan membuat perhitungan dengan Dokter Iblis itu.
Zerena bergerak lagi, sepertinya dia mulai merasakan hawa panas itu lagi, dia kembali berteriak kepanasan.
Kali ini dia berdiri dari dalam air dalam keadaan polos, ditariknya Ryan sampai jatuh terduduk di dalam bathtub yang cukup besar itu.
Tidak memberi kesempatan pada suaminya untuk protes, dia langsung ******* bibir pria di depannya yang tak lain adalah suaminya sendiri.
Gerakannya semakin panas, Ryan sampai kewalahan dibuatnya, ia melihat sisi liar dari istrinya, Ryan tersenyum kecil di sela sela adegan panas yang sedang dilakukannya dengan istrinya.
Selama bersama dengannya tak sekalipun Zerena bersikap seperti ini, dia bahkan memegang alih semua permainan, Ryan seperti boneka yang harus menuruti apapun keinginannya.
Zerena terus ******* bibir Ryan sampai bibir itu terasa kebas, lalu ia turun ke leher kokoh suaminya, terus mencumbuinya, dia terus turun dan turun, hingga sampailah ia ke suatu tempat.
Dia menatap sesuatu di tempat itu, lalu dengan rakusnya, sesuatu itupun tak lepas dari incarannya, semua habis dia embat tak tersisa.
Walau Zerena dalam pengaruh obat perangsang, tapi Ryan masih punya hati nurani, apalagi untuk wanita yang dicintainya, yang telah memberinya keturunan.
Zerena kembali menariknya tubuhnya sampai berada di bawah Zerena, tidak ingin buang waktu Zerena kembali memainkan sesuatu tersebut, Ryan benar benar hampir gila dibuatnya, erangan lolos keluar dari bibirnya, Zerena benar benar gila, dia terus saja bermain dengan benda itu.
Ryan sebisa mungkin berusaha menahan agar tidak keluar, tapi percuma permainan Zerena membuatnya kembali kecolongan, lagi lagi dia harus menariknya lagi.
"Aku benar benar bisa gila, belum bermain saja sudah seperti ini!"
Ucapnya ketika, tangannya berhasil meraih dan membuangnya di luar mulut Zerena.
Wajah Zerena menekuk seperti sedang marah, karena mainannya dirampas orang lain.
dia menindih tubuh itu, dan mulai menahkodai kapalnya untuk berlayar ke pulau nan indah.
Ombak menjadi saksi penyatuan cinta kedua insan, yang sedang berlayar mengejar keindahan yang semua orang mengidam idamkannya.
__ADS_1
Tapi ombak darimana dulu, kalau situ berlayarnya di dalam Bathtub?
air di dalam Bathtub itu kering karena permainan keduanya.
Ryan kembali memejamkan matanya, saat dia harus kembali keluar, dengan cepat dia berdiri, mengguyur tubuhnya dan tubuh istrinya, yang sedang mengatur nafasnya karena kelelahan
Dia menggendong tubuh itu, setelah memakaikannya kimono, perlahan ia baringkan tubuh istrinya yang seperti wonder woman, tidak mengenal istilah capek.
Baru saja ia merebahkan tubuhnya, dan memejamkan matanya, Zerena kembali mencium bibirnya dan mencumbui setiap jengkal tubuhnya, Ryan benar benar frustrasi dengsn kelakuan istrinya.
Padahal dia sudah sangat mengantuk dan lelah, tiga kali pelepasan membuatnya ingin segera tidur nyenyak tanpa gangguan, tapi itu tinggal angan angan, karena sekarang Zerena sudah turun ke lehernya.
Kembali ia mencari sesuatu favoritnya, dan melakukan seperti sebelumnya, Ryan memilih diam tanpa perlawanan, biarlah istrinya melakukan apapun sesuka hatinya.
Tapi dia tersenyum, saat mengingat sebelum kejadian ini dia sempat memasang kamera, dan merekam kelakuan nakal istrinya, dia ingin melihat seperti reaksi Zerena besok, saat melihatnya.
Ryan mencengkram seprei begitu sesuatu di dalam tubuhnya keluar, dia tetap memejamkan matanya berharap istrinya menyudahi permainan.
Tapi salah, Zerena sekarang sudah berada di atas tubuhnya, dan menyatukan tubuh mereka, perlahan Ryan membuka mata mencoba mengintip sedikit, istri benar benar wanita tangguh, dia bahkan masih terlihat segar bugar.
Anehnya lagi, sesuatu yang disenangi oleh istrinya, sepertinya sedang sekongkol dengan Zerena, dia juga tidak mau tidur,dan menyiksa Ryan dengan kenikmatan kenikmatan yang mereka ciptakan.
"Istriku cantik sekali, dengan pose seperti ini, biar aku abadikan!"
Ryan meraih ponsel di sampingnya, dan mengambil gambar istrinya yang sedang menarik rambutnya sendiri ke belakang, dengan menggigit bibir bawahnya, dan mata terpejam.
sambil terus menggerakkan tubuhnya.
"Seksi....."
Batin Ryan, tapi tiba tiba ia meremas ponselnya sendiri, saat Zerena berhasil lagi membuatnya keluar untuk kesekian kalinya.
Dan anehnya, ini benar benar sudah gila.
Zerena bahkan tidak menghentikan kegiatannya, dia terus berpacu dengan waktu, tak ingin membuang buang waktunya.
__ADS_1