Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 28


__ADS_3

Zerena sedang bersiap siap di kamarnya, sementara Ryan menunggunya di mobil.


Zerena sambil menggendong putranya, "Kak, Stroller itu tolong dibawa juga, biar kita bawa Aulian gampang"ucapnya.


"Iya sayang......


kamu masuk ke mobil biar aku urus semuanya"


ucap Ryan sambil melenggang ke belakang mobil.


Setelah semuanya selesai, Ryan naik dan mengemudikan mobilnya menuju ke jalan raya, tidak lama kemudian mobil itu berhenti di sebuah taman yang di kelilingi bunga bunga yang sedang kuncup dan bermekaran.


Zerena membuka pintu mobil lalu berlari lari kecil menuju bunga bunga warna warni,


Ya Allah cantiknya", ucap Zerena.


Ryan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya, sampai sampai melupakan putranya.


Ryan turun dari mobil, dibukanya bagasi mobil lalu menurunkan stroller dari sana.


setelah itu diambilnya bayi kecil yang masih berada di dalam mobil, lalu membawanya ke stroller.


Dia mengikuti Zerena dari belakang sambil mendorong putra kecilnya.


"Sayang.....


jangan lari lari nanti kamu jatuh!


Zerena menghentikan langkahnya lalu berbalik sambil tersenyum riang.


Tapi setelah melihat putranya di dalam Stroller ditepuknya jidatnya


"Ya ampun Kak, aku lupa kalau ada Anak kita", ucapnya sambil mengecup pipi gembul putranya saat Ryan sudah sampai di sampingnya.


"Sayang kita kesana, di dekat danau itu ada Saung, juga banyak bunga yang sedang bermekaran" ucapnya.


Zerena sangat antusias, dia mengambil alih Stroller dari tangan Ryan.


setelah sampai di tempat yang dimaksud Suaminya dia membawa putranya bernaung disana, sambil menunggu Ryan dia melihat sekelilingnya.


"Benar benar indah" ucapnya pada diri sendiri.


"Kamu suka Hem????"


Tanya Ryan kepada sang istri.


Zerena mengangguk lalu tersenyum sangat manis, sangat cantik dengan Rok Plisket putih dan atasan berwarna Lilac, lalu dipadankan Pashmina warna putih pula, lalu tas selempang warna putih sebagai pelengkap penampilannya.


"Kak, darimana Kakak tahu tempat ini?

__ADS_1


aku benar benar nggak nyangka ada tempat seindah ini di Jakarta".


"Ini Rekomendasi Asistenku, dia yang memberitahu kalau ada tempat seindah ini, Aku mencoba cek lokasinya ternyata tempatnya benar benar bagus sayang".


dan bukan cuma tempatnya yang indah, tapi di sebelah sana ada cafe yang menyediakan khusus makanan air laut dan air tawar.


Mata Zerena berbinar mendengar setiap penjelasan Suaminya,


"Benar benar paket komplit"Pikirnya.


Mereka duduk sambil menikmati pemandangan, Tak lupa minuman minuman botol dan camilan memenuhi meja


di depan mereka.


Sesekali Zerena memotret bunga bunga yang dihinggapi kupu kupu yang berwarna warni. Ryan pun tak ketinggalan dia berfoto Selfie ria bersama istri dan anaknya, diabadikannya setiap moments yang indah itu, agar kelak menjadi kenangan saat Aulian dewasa.


Ryan kemudian mengupload ke Instagram pribadinya foto fotonya bersama sang istri dan anaknya.


hanya beberapa menit kemudian, ratusan pertanyaan masuk di kolom komentar Instagramnya, mereka menanyakan siapa gadis cantik dan adiknya yang berfoto bersamanya.


Ryan tersenyum geli, dia tidak menjawab satupun pertanyaan dari mereka, biarlah mereka penasaran sampai tingkat dewa,hehehe.....


Tak terasa hari semakin siang, untung saja Zerena memiliki ide, untuk memompa ASI nya dan memasukkannya ke dalam botol susu, jadi dia tidak perlu kerepotan mencari tempat tertutup untuk menyusui putranya.


"Kak, aku lapar kita makan yuk, aku pengen nyobain makanan di Cafe yang kakak bilang.


mau tidur terus. Hihihi......


Ryan dan Zerena juga Aulian kembali memasuki mobil, mobil dikemudikan dengan pelan, melewati jalanan setapak yang dibuat untuk mencapai Cafe yang dimaksud Ryan.


Setelah berjalan sekitar 100 meter, mobil mereka berhenti tepat di depan Cafe tersebut.


Nuansanya memang lain daripada cafe cafe pada umumnya, Di depan pintu masuk banyak bunga yang sedang mekar, lalu setelah masuk kita akan disuguhkan pemandangan uang benar benar indah,cafe itu didesain bertemakan alam.


semua pengunjung duduk lesehan, dengan tempat yang lumayan luas, bahkan rampak bertingkat meski tingkatnya cuma sebahu orang dewasa atau itu semakin menambah point.


Di sudut ruangan banyak taman hias pohon kerdil alias Bonsai, lalu di sebelah kanan di dekat pintu terdapat miniatur air terjun.


Karena penasaran Zerena. mendekat lalu menyentuh air itu,


"Benar benar air." ucapnya terpanah.


Mereka lalu memilih tempat duduk di bagian atas,karena disana belum banyak orang. lalu seorang pelayan datang menghampiri mereka dan memberikan buku menu.


Zerena memesan, Ikan bakar, Cumi-cumi goreng, udang asam manis, dan es teh manis favoritnya.


Lalu Ryan, dia pesannya Lobster, ikan Nila bumbu kuning, minumnya cukup ice Coffee Mocca saja.


pelayan kemudian membawa catatannya ke dapur.

__ADS_1


tak berapa lama pesanan mereka datang, Zerena dengan riang menyambut pesanannya.


setelah pelayan menyajikan makanan itu di atas meja, mereka pun pamit,


Ryan dan Zerena menyantap makanannya, "Kak makanan disini benar benar lezat", ucapnya dengan mulut penuh makanan.


"Iya benar benar enak, lain kali mama dan papa harus mencobanya, Raka juga" ucapnya sambil menikmati nasi putih dengan kuah kuning dari ikan nila.


mereka menghabiskan makanan itu tanpa tersisa, tak lupa Ryan kemudian memesankan makanan buat mertua dan adik iparnya untuk dicoba.


Setelah selesai dan membayar makanannya, mereka meninggalkan cafe dan taman itu.


Mobil Ryan meluncur membelah jalanan Ibu kota, Ryan menyetir mobil dengan tenang, sementara Zerena menyusui anaknya mumpung mereka berada di mobil.


Mobil masuk ke sebuah pekarangan rumah dan berhenti di depan rumah, tampak rumah berdesain minimalis modern bertingkat dua..


Ryan mengajak anak dan istrinya turun, Zerena melongo melihat rumah di depannya, sangat istimewa menurutnya.


Ryan lalu mengambil alih Aulian dar gendongan Ibunya, "kamu capek sayang biar pria kecil ini aku yang gendong" ujarnya.


"Kak, ini rumah siapa sih?,


cantik banget kak" ucap Zerena memuji.


Belum sempat Ryan menjawab Zerena kembali bertanya,


"Kak, kok foto kita ada disana?"


Zerena menunjuk foto pernikahannya.


Lalu fotonya berdua saat di perkebunan sawit di Malaysia, lalu foto saat Zerena hamil besar, dan yang terakhir sepertinya foto itu diambil beberapa jam yang lalu di taman.


"Kak, itukan foto kita tadi di taman" ujar Zerena bingung ....


Zerena mengikuti Ryan berjalan berkeliling rumah, dan terakhir mereka naik ke lantai 2, Ryan masuk ke kamar yang paling besar dari kamar yang lainnya.


"Sayang duduk disini," ucap Ryan sambil membaringkannya di kasur.


"Sayang.....


Apa kamu suka rumah ini?"


"Iya Kak, tapi ngapain ke sini kak, nanti kalau yang punya rumah marah gimana?"


kata Zerena.


"Ini rumah kita sayang, kita akan tinggal disini bertiga, membangun mimpi mimpi kita.


ucap Ryan lalu memeluk istrinya.

__ADS_1


__ADS_2