
"Sebenarnya siapa Fadhil itu, apa aku mengenalnya?,
perasaanku mengatakan dia adalah orang yang dekat denganku di masa lalu, atau dia musuh keluargaku."
Batin Ryan.
"Yan, sebaiknya kamu hati hati nak, sepertinya orang itu merencanakan sesuatu!"
Papa Roy berucap sambil melirik dengan ekor matanya.
"Iya Pa jangan khawatir, semua akan baik baik saja, dia tidak akan kubiarkan menyentuh keluargaku."
Ryan berdiri, sebelum pamit keluar dari ruangan itu.
Di ruangan pribadinya Ryan nampak sibuk menelpon seseorang, selama berjam jam dia berbicara melalui sambungan telepon, sampai akhirnya ia pergi dari tempat itu, menuju ke rumahnya.
Ryan sampai di rumah saat hari telah gelap, dia langsung masuk ke kamar dilihatnya anak dan istrinya sedang tidur di ranjang king size milik mereka.
Ryan mendekat lalu dengan bergantian mengecup kening kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
Setelah membersihkan diri dia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya,. dipeluknya tubuh langsing itu.
Subuh subuh sekali Zerena terbangun, dia melihat tubuhnya diapit oleh 2 laki laki yaitu suami dan putranya, Zerena tersenyum lalu mencium pipi gembul putranya dan pipi suaminya, setelah ia berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah mandi Zerena melanjutkan memakai pakaiannya, lalu shalat Subuh seperti biasa, setelah selesai Zerena tak langsung bangkit dari duduknya diraihnya sebuah benda, benda yang selalu menemaninya saat ia merasa dalam masalah.
Al-Qur'an.....
Dibukanya kitab suci itu, perlahan dibacanya isinya sampai air matanya menetes, air matanya tak dapat dibendungnya, saat mulutnya membaca setiap ayat dari benda itu.
Setelah selesai Zerena menyimpan kembali kitab suci tersebut ke tempatnya, Zerena merasa lega, merasa seperti mendapat semangat lagi.
Karena sesungguhnya dari setiap masalah yang kita hadapi, setiap kesusahan yang sedang menimpa, maka tempat kita kembali untuk berkeluh kesah adalah hanya kepada Allah, Allah SWT.
Begitupun dengan Zerena saat orang orang masih bergelung di dalam hangatnya selimutnya, dia sudah bersimpuh dan bersujud
kepada sang khalik, memohon perlindungan, memohon petunjuk, atas segala yang menimpanya dan keluarganya.
Zerena berdiri merapikan mukenah dan sajadah yang dipakainya, lalu memakai hijab instannya, sebelum dia keluar dilihatnya Suami dan anaknya masih tidur dengan nyenyaknya.
Zerena mengambil Handphone Ryan dan menyetel alarmnya, setelah itu dia keluar sambil tertawa jahil, karena berhasil mengerjai suaminya.
Dan benar saja, Zerena masih berada di tangga, terdengar suara lengkingan Sirene dari alarm hp tersebut, dia berlari turun sambil tertawa puas.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar Ryan terlonjak kaget, saat mendengar suara sirene ambulance di kamarnya, dia benar benar panik, dan mencari sumber suara.
Setelah melihat hpnya yang terus berbunyi Ryan tersenyum, karena tahu ini pasti pekerjaan istri kecilnya itu.
"Untung saja anakku tidak kaget, kalau tidak aku akan menghukummu pagi pagi sekali."
Ucapnya tersenyum mesum.
Lalu dia bangkit dari pembaringannya, membersihkan tubuhnya lalu melaksanakan shalat subuhnya yang hampir ketinggalan.
Saat selesai ritual shalatnya, Aulian terbangun.
Ryan segera menggendong putra kesayangannya dan memandikannya, serta memakaikan pakaian dan rangkaian perawatan putranya.
Setelah rapi, Ryan menggendong putranya turun, karena kebetulan hari libur Ryan memakai celana pendek dan kaos longgar, membuatnya begitu mempesona.
Tidak ketinggalan mempesonanya pria kecil yang ada di gendongan ayahnya itu.
Ryan mencari keberadaan istrinya, dari arah dapur ia mencium aroma nasi goreng yang selama ini menggoda lidahnya, nasi goreng bikinan Zerena yang selalu membuatnya ketagihan.
Ryan tersenyum melihat istrinya yang kelihatan sangat cantik dengan keringat di keningnya,
dan senjata andalan di tangannya, yaitu spatula.😂😂😂
Ryan menyapa istrinya sambil menyodorkan bibirnya memberi kecupan di kening istrinya, Zerena ikut tersenyum melihat kedua laki laki tampan di depannya sudah rapi dan wangi.
"Ini aku bikinin nasi goreng Kak, sambil nunggu buburnya Aulian dingin,"
sahutnya sambil terus mengaduk nasi goreng yang menggugah selera suaminya.
"Kak tunggu di meja makan aja yahhh, bentar lagi selesai kok!"
Ryan mengangguk sambil berjalan menuju meja makan.
"Ehh Kak!!!"
Ryan menoleh mendengar Zerena kembali memberi ultimatumnya.
"Kak, di belakang aja deh kayaknya, sambil nyantai nyantai kitanya,"
Ucapnya sambil terkekeh sendiri.
Ryan mengubah haluan menuju taman belakang rumahnya yang hijau dan asri, walau jarang kemari tapi tempat ini tetap terawat dengan baik, karena tiap hari ada pelayan yang bertugas khusus merawat dan menyiangi tanam tanaman milik Zerena.
__ADS_1
Ryan menuju ke sebuah saung bambu yang tampak sangat eksotis, dan untuk menuju ke sana kita harus melewati jalan setapak yang dibuat dari batu batu alam. indah sekali.
Di sisi kiri kanannya dipenuhi dengan bunga bunga yang sedang kuncup, mungkin akan mekar setelah jam 9 pagi.
Ryan mendudukkan putranya, lalu ikut duduk di samping anak gembul itu.
"Menggendong Aulian kesana kemari ternyata capek juga."
Gumamnya tersenyum sambil bermain dengan putranya.
Tak lama Zerena datang membawa nampan berisi dua piring nasi goreng, dan semangkuk bubur buat putranya.
Di belakangnya Bibi Nani, membawa air mineral untuk mereka.
Zerena dan Bibi Nani meletakkan semuanya di saung bambu tempat Ryan dan Aulian sedang duduk bersantai.
Setelah menyajikan semuanya, Bi Nani pamit kembali ke dalam rumah.
"Kak ayo makan, mumpung masih hangat!"
Ryan mengangguk dan mulai makan, sementara Zerena harus menyuapi bubur untuk putranya terlebih dahulu.
Setelah semua makanan tandas tak tersisa, pelayan datang membawa teh hangat dan makanan ringan, lalu membersihkan peralatan makan mereka.
Ryan dan Zerena bersantai bersama dengan Aulian putra kesayangannya.
Sejak pindah kemari Ryan dan Zerena memang jarang ada waktu untuk bersama seperti ini, kadang kalau Ryan pulang , Zerena dan putranya telah tidur.
Hari ini Ryan benar benar ingin bersama keluarga kecilnya saja, tanpa gangguan dari siapa pun juga.
Dia sudah menghubungi Dion dan Alvin, agar segala urusannya agar diambil alih oleh mereka.
Zerena tersenyum melihat tanaman tanamannya tumbuh subur,
di sisi saung ada sebuah kolam ikan yang tidak terlalu luas, tapi lumayanlah buat Ryan memancing di sana.
Ryan sangat suka memancing, makanya ia menyuruh orangnya membuatkan kolam ikan, agar saat dia suntuk, dia ada kegiatan memancing di sana.
Sementara pria kecil itu bermain dengan Bundanya, Ryan mengambil alat pancingnya dan memulai kegiatan memancingnya.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengawasi gerak gerik mereka, orang yang berusaha masuk ke dalam hubungan mereka berdua, orang terkesan horor, pendiam, dan dingin.
Tapi memiliki keinginan yang tak wajar, karena menginginkan istri orang lain, sampai nekad melakukan hal seperti ini, tanpa dia sadari dia telah masuk ke dalam kandang singa.
__ADS_1