Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 32


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian itu, Ryan mengadakan jumpa pers, mengundang para pencari berita dan memperkenalkan istrinya ke seluruh dunia.


Semua orang tak menyangka, bahwa gadis manis berhijab yang datang ke perusahaan tempo hari adalah istri dari CEO A_R Group.


Mereka benar benar merasa sangat ketakutan, karena bukan cuma istri sang CEO saja, tapi dia adalah putri Pak Roy pemilik asli perusahaan tempat mereka bekerja.


Ryan bahkan kalang kabut dan ingin memecat semua karyawan yang telah berani, berkata kasar dan menyakiti hati istrinya.


kalau saja bukan Zerena yang membujuk dan merayunya, entah bagaimana nasib para karyawan itu.


Setelah acara jumpa pers selesai, Ryan membawa istrinya masuk ke dalam perusahaan dan memperkenalkannya kepada seluruh karyawan di kantornya.


"Bu, maafkan saya.....


tolong jangan pecat saya, saya sangat butuh pekerjaan ini, Ibu saya sedang sakit, saya mohon maafkan saya Bu!"


Ucap resepsionis yang langsung bersimpuh di hadapan Zerena.


Zerena merasa tidak enak melihat perlakuan semua karyawan di kantor keluarganya.


sungguh bukan ini yang dia mau.


Zerena ikut berjongkok, "Mbak jangan kayak gini dong, Rena nggak apa apa, lagian mbak kan nggak tahu kalau saya istrinya CEO,


mbak berdiri dong, nggak enak sama yang lain"


Kata Zerena lalu berdiri dan menarik lengan wanita itu.


Wanita menunduk tak tahan air matanya menetes, ternyata wanita yang dia rendahkan tempo hari itu adalah putri Presdir, dan Istri bos besarnya.


Dan yang membuatnya semakin malu adalah wanita yang diperkenalkan bosnya sebagai istri bosnya itu, memiliki hati yang sangat baik.


"Bu, saya berjanji akan bekerja dengan baik, dan akan mengutamakan kesopanan dalam bekerja, tolong maafkan saya".


ucapnya sambil terisak.


Zerena tersenyum dan mengangguk, lalu dipeluknya wanita yang bekerja sebagai resepsionis di kantor keluarganya itu.


Setelah acara drama selesai, Ryan mengajak Zerena keluar dan membawanya ke sebuah Cafe di dekat kantornya yang biasa jadi tempat makan para karyawan.


Karena memang sudah agak siang, Ryan membawa istrinya untuk makan siang.


"Sayang kamu pesan makanan dan minuman, apapun yang kamu pilih akan aku makan".


Ucap Ryan tersenyum jahil ke istrinya, lalu dicubitnya pipi chubby Zerena.

__ADS_1


Pipi Zerena bersemu merah, sungguh malu rasanya saat suaminya berperilaku seperti itu di depan umum.


aa


"Kak, jangan kayak gitu malu dilihat orang.


ucap Zerena menunduk malu, Ryan tertawa melihat istrinya.


Tak lama pelayan datang dan memberikan buku menu kepada mereka, Zerena memilih makanan yang menurut Seleranya.


Mereka makan siang bersama sambil sesekali bercanda dan tertawa, karyawan yang sedang makan siang di sana menatap tak percaya melihat Bosnya bisa tertawa lepas, pria dingin sedingin es balok itu, ternyata begitu hangat saat bersama istrinya.


Selesai makan siang, mereka kembali ke kantor dan kembali bekerja seperti biasa, Ryan pun mengajak istrinya kembali ke kantor.


"Sayang, kita ke ruangan aku dulu, nanti setelah ini aku antar pulang", ucapnya sambil merangkul istrinya masuk ke dalam kantor.


Ryan duduk di kursi kebesarannya, memeriksa semua dokumen yang bertumpuk di mejanya.


sementara Zerena duduk di sofa, menatap ke arah suaminya,


Karena kelamaan duduk Zerena mulai merasa bosan, dia mulai berjalan di depan meja suaminya, mondar mandir, kesana kemari.


Ryan memperhatikan kelakuan istrinya dan tersenyum, "Sayang kau bosan?, kalau mengantuk tidur di ruangan khusus di sana".


Ucapnya menunjuk ke sebuah pintu.


Ia berlari lari kecil menuju ke ruangan yang ditunjukkan suaminya.


Ryan menggeleng melihat kelakuan istri kecilnya, walaupun sudah menjadi seorang Ibu, tapi sifat kekanak-kanakannya belum bisa hilang.


Ryan menghubungi Dion, dan memanggilnya ke ruangannya,


Setelah mengetuk pintu Dion masuk,


"Dion, apa berkas kepindahan istriku sudah kau urus?"


tanya Ryan kepada asistennya.


"Sudah pak, Nyonya sudah bisa masuk kuliah Minggu depan, tinggal menunggu panggilan dari kampus".


Jawab Dion, menjelaskan panjang lebar.


"Bagus, usahakan kau masukkan istriku ke kampus yang kwalitasnya sudah tak diragukan, dia adalah putri Roy Sanjaya, dia adalah salah satu pemegang saham di kantor ini, jadi dia harus belajar di Universitas terbaik di negeri ini"


"Baik Pak, saya pastikan Nyonya muda, belajar di Universitas terbaik di Jakarta ini, saya permisi dulu pak, masih banyak yang harus saya selesaikan".

__ADS_1


Dion menunduk hormat lalu bergegas keluar dari ruangan itu.


Setelah berkutat dengan semua pekerjaannya, akhirnya Ryan bisa menyelesaikan semuanya


Dia beranjak mencari keberadaan istrinya.


Setelah masuk ke dalam ruangan pribadi miliknya dilihatnya sang istri sedang tidur meringkuk di tempat tidur, dengan kepala polos tanpa hijab, hijabnya sudah tak berbentuk lagi dan berserakan.


Ryan mendekat dan duduk di samping istrinya, perlahan dibelainya rambut lurus nan hitam itu, lembut dan wangi, membuat Ryan merasakan kedamaian yang tak bisa dilafalkannya dengan ucapan, tapi hanya dengan rasa....


ya Rasa cinta yang tulus untuk sang adik sepupu sekaligus istrinya, dan Ibu dari anaknya.


Ngomong ngomong soal anak, Ryan baru ingat kalau dia dan Zerena telah meninggalkan putranya seharian ini.


Segera diambilnya Handphone dari saku celananya dan menghubungi Bibi Nani di rumah.


Setelah beberapa saat tampak Bibi Nani dari seberang sudah mengangkat panggilan Video Call dengan sopan dia berbicara kepada majikannya.


"Maaf tuan,ada apa menghubungi nomor telepon saya"


ucapnya dengan perasaan takut, mendapatkan telpon langsung dari majikannya membuatnya sangat gelagapan, sampai berkeringat dingin


"Bi, bagaimana dengan Aulian, apa dia bandel, atau rewel bi?"


Ucap Ryan menanyakan putra semata wayangnya.


"Tidak tuan, tuan muda sangat anteng, nggak nakal sama sekali", sambil memperlihatkan Baby Aulian di layar handphonenya.


Ryan tersenyum melihat putranya tertidur sangat pulas, sesekali mulut bayi kecil itu bergerak gerak seperti mengisap sesuatu, membuat Ryan semakin gemes melihatnya.


Ingin rasanya cepat pulang lalu bermain dengan putra kecilnya itu, setelah puas memandangi wajah putranya, Ryan akhirnya mengakhiri panggilannya.


Direbahkannya tubuhnya di samping istrinya, lalu dipeluknya tubuh imut Zerena, dia ingin istirahat sejenak sebelum pulang, sambil menunggu istrinya bangun.


Zerena membuka mata, setelah merasa ada beban berat di perutnya, dengan penuh kekuatan dia berusaha membuka matanya, tapi rasa kantuk lebih menguasainya, dengan sekuat tenaga dia mengangkat tangannya dan menyentuh sesuatu yang melingkar di perut ratanya.


Dirabanya lengan kekar yang melingkar cantik di perutnya. setelah menoleh ke samping, dlihatnya suaminya tidur dengan nyenyak.


Zerena kemudian bangun, dan mencuci wajahnya, dan merapikan kembali pakaiannya yang acak acakan karena tertidur.


Setelah rapi, ia membangunkan suaminya,


Kak, bangun.....


ayo pulang, bentar lagi malam, kita seharian ninggalin Aulian, kasihan Kak nanti dia lapar lagi kalau stok ASI-nya habis.

__ADS_1


Ryan membuka matanya, dilihatnya istrinya sudah rapi, diapun segera mencuci wajahnya untuk menghilangkan kantuknya.


__ADS_2