Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 126


__ADS_3

"Pak, ini laporan perusahaan kita bulan ini, dan semua data keuangannya, Fendi sudah memeriksanya sedetail mungkin, dan dipastikan kesalahan sangat minim!"


Kata Alvin panjang lebar.


Sedangkan Fendi menyerahkan laporan yang bertumpuk sampai tidak memperlihatkan wajahnya.


"Bushyet, itu laporan banyak amat!


emang bisa Kak Fendi ngerjain semua itu?


wah hebat dong dia, kalau aku sih nggak yah, mending mundur!"


Batin Zerena yang syok melihat pekerjaan Fendi yang segunung.


"Letakkan di meja kerjaku!" ucapnya tetap memikat kepala Zerena.


Zerena bangkit dan duduk, tidak enak dia rebahan di depan kedua pria itu.


"Kalian bisa lanjut kerja, saya masuk istirahat dulu!"


ucap Zerena berusaha berdiri, sepertinya badannya benar benar tidak bisa diajak bersahabat, tubuhnya hampir saja ambruk untung Ryan dengsn cepat bisa menangkap tubuhnya.


"Kalian tunggu disini, aku bawa istriku ke kamar dulu!"


ucapnya sambil berlalu di hadapan kedua bawahannya.


Setelah membaringkan istrinya, dia kembali keluar menemui kedua orang yang sejak tadi menunggunya, hampir 3 jam mereka berbicara, hanya sayup sayup suaranya terdengar oleh telinga Zerena.


Akhirnya Ryan bisa bernafas lega, karena meeting dadakannya dengan kedua orang kepercayaannya selesai tepat waktu.


Dia masuk ke kamar dimana istrinya sedang berbaring, "sayang bagaimana perasaanmu, apa sudah baikan?"


Ucapnya, sambil memegang tangan istrinya.


sementara Zerena meringkuk di dalam selimut dalam keadaan menggigil.


Zerena tidak menjawab pertanyaan Ryan, dia masih tetap terdiam, Ryan menggenggam tangan istrinya, dia kaget karena tangan itu sangat panas.


Ryan mencoba mengecek kening istrinya dengan menempelkan tangannya, "panas....."


Ryan bergegas membuka selimut istrinya, dia menelpon Alvin menyuruhnya masuk ke ruangannya kembali.


Alvin datang sambil berlari lari kecil, dia menghampiri Ryan.


"Tolong, bawa semua barangku dan tas istriku, dia sakit badannya panas, kita ke rumah sakit sekarang!"


Alvin hanya mengangguk tanpa banyak bertanya, ia berjalan di depan Ryan, membuka pintu lift untuk Bosnya.


Sementara Ryan terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan orang orang yang memperhatikan mereka.


baginya istrinya diatas segala galanya.


Alvin membawa mobil bosnya menuju rumah sakit, "Cepat Vin.....!"

__ADS_1


ujar Ryan mulai gusar, karena Zerena tidak menyahut sama sekali, dan tetap diam.


Alvin melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai disana, sesampainya disana ia langsung keluar dan memberitahukan perawat disana, untuk segera memberikan pertolongan pada istri bosnya.


Perawat dengan sigap mendekat dan membaringkan Zerena di atas brankar, lalu membawa Zerena segera untuk segera ditangani oleh dokter.


Zerena langsung dimasukkan ke UGD untuk mendapatkan perawatan segera, Ryan mondar mandir di depan ruangan itu dengan perasaan gelisah, menyesal! sudah pasti dia menyesal, karena telah melakukan hubungan intim tadi, mungkin istrinya kelelahan dibuatnya.


tapi tidak mungkin Ryan memberitahukan kepada orang lain, kalau istrinya KO karena dirinya.


Alvin memejamkan matanya, kepalanya sampai pusing melihat Ryan yang terus bergerak seperti setrikaan.


Akhirnya dokter keluar dari dalam ruangan itu, Ryan buru buru mendekat, "Dok bagaimana istri saya?"


"Anda bisa ikut ke ruangan saya sebentar?"


Kata dokter sambil menatap Ryan.


Ryan hanya mengangguk dan mengikuti langkah Dokter itu ke ruangannya. dokter itu mempersilahkan Ryan duduk.


"Bapak......."


"Ryan, nama saya Ryan Dok!"


"Oh iya Bapak Ryan, setelah kami memeriksa ada kemungkinan istri Bapak terkena DBD, tapi untuk lebih jelasnya kita lihat hasil tesnya nanti!


dan untuk 3 hari ke depan istri anda harus diopname, untuk mendapatkan perawatan dan pantauan dari pihak rumah sakit!"


Ryan akhirnya pamit, setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, di luar Alvin sudah menunggunya, dan memberitahu kalau Zerena telah dipindahkan ke ruang perawatan.


Ryan berjalan cepat mencari kamar dimana istrinya dirawat, setelah ketemu dia langsung masuk, ternyata di dalam sudah ada Papa Roy dan Mama Sinta, orang tua Zerena.


"Pa, Ma.....


Maaf tadi Ryan panik sampai lupa memberitahukan kalian!"


"Tidak apa apa kok sayang,santai aja!


Terus apa kata dokter?"


Tanya Mama Sinta cemas, terlihat jelas di wajahnya yang sedang khawatir.


"Kata dokter, kemungkinan Rena kena DBD Ma!"


Ucap Ryan mencoba menjelaskan.


"Lho Yan, emang di rumah kamu banyak nyamuknya, sampai sampai istri kamu kena DBD?"


"Puuuuuuufhh....."


Papa Roy berusaha menahan tawanya yang hampir meledak.


"Papa ngapain ketawa ketiwi begitu, emang ada yang lucu?

__ADS_1


anak sakit bukannya didoain, ini malah diketawain!"


Mama Sinta mengomel dengan mata mendelik ke arah suaminya.


"Udah Ma, Pa....


jangan berantem!


Rena sakit bukan karena banyak nyamuk di rumah, tapi karena ia sering jaga malam saat magang di rumah sakit!


Mungkin sering digigit nyamuk, dan banyak faktor lainnya, sehingga daya tahan tubuhnya menurun!"


"Yan, kamu sebaiknya pulang dulu, mandi terus ganti pakaian kamu nak, putra kamu juga pasti sudah menunggu kalian di rumah!"


Kata Papa Roy.


"Tapi Pa, istri Ryan lagi sakit ini, bukan lagi tidur, Ryan enggak tega ninggalin sendiri!"


"Siapa bilang istri kamu sendiri, ada mama dan papa kamu disini anak edan!"


Kata Papa Roy mulai gemes pada menantunya.


"Ya sudah kalau Papa maksa!"


ucapnya sambil mendekat lalu mengecup kepala istrinya.


"Sayang aku pulang dulu ya, mau melihat anak kita dulu!"


ucapnya sambil tersenyum manis ke arah istrinya.


"Ayo Vin kamu pulang juga, istirahat!


seharian kamu sudah bantu bantu aku!"


Ucap Ryan seraya merangkul pundak Alvin keluar dari kamar itu.


Keduanya sama sama berjalan menyusuri koridor rumah sakit, begitulah Ryan saat berada di luar dia akan berubah jadi sangat hangat pada Alvin, karena mungkin sudah terbiasa dengan anak itu.


Alvin kembali mengemudikan mobil milik Ryan, agar lebih aman pikirnya, karena sekuat apapun Ryan berusaha tegar, dia tahu pasti pria itu merasa sangat terpukul.


Saat sampai di rumah, Ryan mengajak Alvin masuk ke dalam, dan menyuruh Alvin istirahat disini malam ini, karena dia harus kembali ke rumah sakit.


"Kamu istirahat disini saja dulu, biar Aulian ada temannya besok kalau dia bangun!"


"Ok, apapun kata anda Bos!"


Ucap Alvin berusaha menahan kantuknya.


Kedua pergi ke kamar masing masing, membersihkan tubuh mereka, lalu berganti pakaian, selanjutnya Alvin keluar kamar bersamaan dengan Ryan yang masuk ke kamar putranya, sedangkan Alvin ke meja makan untuk mencari makanan.


Ryan mengecup kening putranya yang tertidur pulas, lalu merapikan selimutnya yang melorot turun.


Setelah itu dia turun, dan ikut makan bersama Alvin, agar ada sedikit tenaga, setelah selesai makan Alvin pamit mau tidur, sedangkan ia bersiap siap untuk kembali ke rumah sakit, dan berharap setelah sampai ia bisa melihat istrinya bisa membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2