Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 55


__ADS_3

Hari Minggu telah tiba, hari yang ditunggu semua anak anak sekolah, bahkan para pegawai negeri dan sipil, serta para karyawan kantor ataupun perusahaan.


Hari Minggu adalah momen dimana mereka bisa berkumpul bersama keluarga masing masing, dan anak anak bisa bermain tanpa tertekan jam jam pelajaran.


Begitupun dengan Dion hari Minggu adalah hari yang dia tunggu tunggu bukan karena ingin berlibur, tapi karena ingin segera membawa Mita berobat ke dukun alias paranormal kenalannya.


Dengan gaya casual Dion datang ke rumah Mita, seperti rencananya sebelumnya dia akan membawa Mita berobat.


Dion telah menelpon Mita sebelumnya, menyuruh Mita bersiap siap sebelum dia datang.


Mita benar benar kesal dibuatnya, ternyata kata katanya beberapa hari yang lalu bukan jualan belaka, Dion benar benar membuktikannya.


Dengan cepat dia mandi dan berdandan seperlunya saja, bahkan sangat sederhana, hanya memakai dress berwarna pink berbunga bunga sampai mata kakinya, dengan model karet di bagian dada sampai perutnya, membuatnya semakin manis.


Mita keluar menemui Dion, dipadukannya dress-nya dengan sandal tali dengan hak kaca yang tidak tinggi, mungkin cuma sekitar dua jari, tas selempang senada dengan bajunya.


Dion sampai bengong, terpana melihat gadis cantik keluar dari dalam rumah, tapi sesaat kemudian Dion berusaha menyembunyikan perasaannya, kembali ke mode dinginnya dan cuek khas asisten Ryan.


Hehehe....


Mita berjalan dengan muka ditekuk, ingin rasanya meninju wajah tampan di depannya, kalau saja dia bisa menghindar maka ia akan bersembunyi di suatu tempat, tap mana mungkin dia bisa bersembunyi dari manusia yang serba tahu ini, mungkin otaknya memiliki jaringan aplikasi Maps, yang tahu keberadaan tempat dan orang yang dicarinya, sungguh sangat menyebalkan.


Mudah mudahan Alvin dan Mita bisa membantunya, karena sebelum keluar Mita menelpon keduanya, dan mereka berjanji akan ikut.


Tapi mana?


tidak ada tanda tanda kedatangan kedua manusia itu, "Mungkin mereka sengaja dan sudah sekongkol dengan Dion si pria keparat ini."


"Ayo berangkat, nanti keburu siang!"


Dion membuka pintu mobil untuk Mita, lalu berjalan memutari mobil dan ikut masuk.


Perlahan mobil keluar dari kediaman Mita, menuju jalan raya, yang sudah mulai ramai, berhubung karena ini hari Minggu, jadi banyak orang yang memanfaatkan waktu untuk sekedar mencari hiburan untuk keluarga, terutama anak anak mereka.


Sepanjang perjalanan Mita tak sekalipun menoleh apalagi melihat Dion, dia hanya ingin satu hal, yaitu kabur.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lamanya, mobil mereka memasuki sebuah jalan sempit walaupun masih beraspal, kiri kanan tampak pepohonan hijau nan rimbun.

__ADS_1


Mita menoleh ke kiri dan ke kanan, melihat pemandangan tersebut membuatnya melupakan sejenak kekesalannya.


Doa tampak tersenyum sumringah, pemandangan indah tempat itu meluluhkan hatinya, hamparan sawah yang menghijau di balik rimbunnya pepohonan hijau, seperti sebuah permadani hijau yang membentang sangat indah.


"Kak Dion bisa berhenti bentar nggak?


aku mau kesitu selfie selfie!"


Ucap Mita antusias, Dion hanya melirik tanpa berkata apapun, lalu membawa mobilnya ke pinggir dan berhenti di bawah sebuah pohon.


Mila berlari lari kecil, menuju ke arah sawah, dia berjalan di pematang sambil mencari spot yang pas untuk diambil gambarnya.


Dia menoleh ke arah Dion, dilihatnya pria itu hanya berdiri bersandar di pintu mobilnya dengan kacamata hitam melengkapi penampilannya yang sangat tampan pagi, "catat cuma pagi ini!"


Batin Mita sambil tertawa dan memukul jidatnya sendiri.


Dion melihat Mita melambai lambaikan tangan ke arahnya, seperti sedang memanggilnya, perlahan Dion menunjuk dirinya sendiri untuk meyakinkan.


Setelah melihat Mita kembali melambaikan tangan, akhirnya Dion ikut berjalan, untung masih pagi jadi sinar matahari belum bisa menembus celah-celah daun pepohonan, jadinya mereka tidak khawatir kepanasan.


Mita kemudian menarik tangan Dion, lalu mereka mengambil beberapa gambar bersama, mulai dari yang cute sampai yang kelihatan mesra.


Setelah puas mengambil gambar dirinya dan Dion, Mita kemudian kembali ke mobil diikuti Dion.


Setelah mobil kembali melaju, Mita sibuk membagikan gambar gambarnya di Ig miliknya, lalu tak lupa menambahkan caption "Bersama Babang, dan tahu nggak kami dimana???😘😘😘"


Beberapa menit kemudian, Handphone Mita sibuk dengan notifikasi yang beruntun, teman teman kampusnya sibuk menanyakan siapa pria yang kelewatan tampannya, yang sedang bersamanya.


Mita, ketawa cekikikan, membuat Dion menoleh sebentar, dan menautkan kedua alisnya, semakin kuat dugaannya kalau Mita sakitnya semakin parah.


hohoho....🤣🤣🤣


Masuklah mobil mereka di depan sebuah rumah yang besar, memiliki teras yang sangat luas, rumah itu sangat eksotis dengan nuansa kayu lebih banyak mendominasi, ukiran di pintu dan di bebera bagian membuat yang melihatnya pasti berdecak kagum.


Dion dan Mita turun dari mobil, tangan Mita tiba tiba meraih lengan Dion ada perasaan takut terlihat di wajahnya yang mulai gelisah.


Tidak berselang lama, sebuah mobil juga berhenti tepat di samping mereka, mobil sport berwarna merah, yang sangat Dion kenal.

__ADS_1


Sang pemilik mobil turun bersama kedua temannya yang lain, membuat Dion kaget melihat kehadiran mereka semua.


Siapa lagi kalau bukan Ryan ,Zerena,dan Alvin.


mereka muncul seperti turun dari langit saja, tiba tiba langsung berdiri di samping Dion dan Mita.


"Kenapa kalian bisa ada disini?


jangan bilang kalian berusaha membuntuti kami?"


"Kami....???


Loe aja keles gue nggak!


Batin Mita, dia benar benar sangat bersyukur karena mereka datang tepat waktu.


"Kami tadi ngeliat di Instagram Mita ada foto kalian berdua, pura pura lupa???"


Ucap Alvin sambil memperlihatkan layar handphonenya yang menampilkan gambar Dion dan Mita yang terlihat sedang berpose di pematang sawah.🤭🤭


Mita kini berpindah ke samping Zerena mencari jurus aman, sewaktu waktu Dion mengamuk, ada Zerena yang akan melindunginya.


"Kamu yakin Mit, mau berobat ke dukun?"


Zerena menatap wajah sahabatnya, ada perasaan cemas terlihat jelas di wajah cantiknya.


Karena yang mereka tahu praktek perdukunan itu penuh dengan hal hal yang berbau mistis.


"Bagaimana jadinya nanti, kalau sukun itu menghipnotis kalian berdua lalu dukungnya melecehkan kamu Mit???"


"Enggak, enggak....


aku nggak mau, pokoknya nggak mau, kita pulang kak Edo, ayo kita pulang!"


Mita tampak cemas, wajahnya tiba tiba berubah pucat, dia tidak mau sampai disentuh dan dipegang oleh dukun tua, yang berbau tembakau.😅


"Emang kamu sakit apa Mit, sampai harus dibawa berobat kemari, jangan jangan kamu hamil ya sama Dion, waktu itu kalian kan pernah pulang berdua?

__ADS_1


hayo ngaku!!!"


Otak Alvin sudah traveling kemana mana, pikiran kotornya kumat, membuat Dion melotot, tatapannya yang tajam mengintimidasi pria muda di depannya itu.


__ADS_2