Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 78


__ADS_3

Setelah agak siang Ryan mengajak istri dan anaknya keluar dari rumah.


"Kak, kita akan kemana?"


"Itu rahasia sayang, saat sampai kau akan tahu sendiri!"


Di depan telah menunggu sopir pribadi Ryan, yang biasa mengantar Ryan ke kantor dan mengantar jemput Zerena ke kampus.


Pria yang sudah berumur itu membuka pintu untuk Tuan dan Nona mudanya, serta up putra majikannya yang sangat tampan itu.


Setelah mereka bertiga masuk, supir melajukan mobil menuju jalan raya, Zerena bingung sebenarnya mereka akan kemana, tapi dia diam saja, lebih baik dia istirahat saja, dia menyandarkan tubuhnya, dan sebentar kemudian dia telah masuk ke dunia mimpinya.


Zerena tersentak saat tangan kokoh Ryan mengelus lembut pipinya, Ryan membangunkan istrinya karena telah sampai ke tempat tujuannya.


Zerena mengucek matanya, sementara putranya sudah berada di gendongan Ayahnya, rupanya tadi dia benar benar tertidur dengan lelap.


Setelah keluar dari dalam mobil Zerena baru sadar, kalau dia tengah berada di Bandara.


Ryan sengaja menggunakan pesawat dari maskapai yang ada agar dia tidak terkesan mencolok, karena bepergian dengan jet pribadi milik keluarganya justru akan mengundang pandangan orang orang yang selalu mencoba untuk mengganggu ketenangan keluarganya.


Apalagi saat ini mereka hanya akan pergi bertiga, bahkan tanpa barang barang bawaan, gila....


itu hal pertama yang ada di otak Zerena.


"Kak, kita akan kemana, kita tidak membawa barang selembar benangpun ini lho?"


Ucap Zerena setelah menerima tiket pesawat dari suaminya, mereka kemudian duduk di ruang tunggu yang tersedia.


Nanti juga kamu tahu sayang, ucapnya sambil memangku Aulian yang mulai mengantuk juga, Zerena bersandar di bahu kokoh suaminya, hari ini entah mengapa bawaannya dia selalu saja mengantuk.


Tidak lama setelah memasuki pesawat, Zerena dan Aulian benar benar tertidur, Ryan tersenyum melihat keduanya, perlahan dia juga menyandarkan kepalanya, berusaha istirahat sejenak.


Seorang pramugari cantik menawarkan makanan dan minuman ke arah Ryan, tapi Ryan menolak melalui gerakan tangannya.

__ADS_1


Sesaat setelah pesawat mendarat, Ryan kembali membangunkan istri dan anaknya, dia menu.tun istri dan menggendong anaknya turun dari pesawat, setelah berada di luar, dia seperti menghubungi seseorang, dan tak lama setelahnya seorang pria yang sepantaran dengannya datang dengan menggunakan mobil.


Pria itu keluar dari mobil dan menyerahkan kunci kontaknya kepada Ryan, sambil mengobrol sebentar, setelah berbasa basi pria itu kemudia pergi dengan mobil lain.


Ryan mengajak Zerena dan putra mereka ke mobil yang baru saja diantarkan oleh pria itu, Zerena tidak terlalu banyak bertanya, dia hanya diam mengikuti Ryan.


Mata Zerena membulat sempurna saat menyadari ternyata dirinya saat berada di Bali, "ahh ap ini mimpi?"


Zerena lalu mencubit pipinya, dan berteriak karena kesakitan.


Ryan tertawa melihat tingkah istrinya, "Kak kita di Bali?"


Tanyanya ke Ruan tanpa melihatnya, dia sedang fokus menatap pemandangan sepanjang perjalanannya.


Ryan membawa mereka masuk ke dalam sebuah Restoran yang sudah berlabel halal, tentu saja Ryan harus memilih menu makanan yang halal menurut MUI, karena tidak mau ambil resiko.


Mereka duduk di sebuah ruangan private, sangat nyaman karena menghadap ke arah laut dengan pohon kelapa yang berjejer rapi.


Setelah kenyang dan beristirahat sebentar, sekarang Ryan mengajak istrinya ke sebuah pusat perbelanjaan, karena Zerena ingin mengejar barang barang diskon, karena banyak sekali baju baju menarik khusus wanita muslimah yang sedang diskon habis habisan.


Ryan menggeleng kepala melihat tingkah Zerena, diajak ke butik tapi dia maunya nangkring di sini, padahal di butik dia tinggal duduk manis, pelayan akan melayani dan membawakan pakaian yang sesuai dengan keinginannya.


Tapi biar sajalah, mungkin itulah sisi unik dari seorang Zerena, setelah memborong beberapa pakaian, untuk dirinya, suaminya dan putranya, mereka kembali ke mobil.


Ryan sedang browsing di internet, dia mencari-cari villa yang cocok untuk mereka tempati, kata istrinya tidak perlu mewah yang penting nyaman dan tentunya tempatnya bersih.


Setelah menemukan Villa yang cocok menurut istrinya, Ryan kemudian melajukan mobilnya menuju lokasi dimana Villa itu berada, setelah sampai dan melakukan proses pembayaran dengan pemiliknya, akhirnya mereka bisa masuk ke tempat itu.


Pandangan pertama Zerena saat memasuki Villa itu adalah nyaman, tempatnya memang sangat nyaman, angin yang masuk melalui jendela yang terbuka terasa sejuk di tubuh, Zerena kemudian mencari kamar dan masuk, kamar mandinya juga bersih dan besar.


Zerena kemudian berjalan ke arah pintu samping, setelah pintu terkuak, nampak pemandangan yang sangat indah, kolam renang yang airnya berwarna biru, dan pepohonan di sekitarnya.


Ryan mengikuti istrinya,mereka duduk di bawah pohon rindang, disana ada sebuah bangku panjang.

__ADS_1


"Kak, makasih sudah mengajakku ke tempat ini, aku senang banget!"


ucapnya sambil memeluk suaminya, dan putranya.


"Ya sudah kamu mandi dulu, setelah itu shalat baru kita cari makanan selepas magrib!"


Titahnya sambil mengusap lembut kepala istrinya.


Istri mana yang tidak bahagia, saat diberikan kejutan seperti ini, dibawa ke pinggir Empang aja, Zerena pasti senang apalagi ini dibawa ke Bali, pasti senangnya dobel dobel.


Zerena mengangguk lalu masuk ke dalam Villa, dan masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya, dan Ryan pun ikut masuk, memakai kamar mandi yang di luar kamar, dia juga membersihkan tubuhnya, sekaligus juga membersihkan tubuh putranya.


Entah kenapa, anak itu dari tadi tidak banyak pergerakan, dia lebih banyak diam, cukup diberikan sebuah mobil mobilan, maka dia akan aman.


Setelah selesai mandi, Ryan membawa anaknya masuk ke kamar, kebetulan Zerena juga sedang mencari pakaian, setelah memakai pakaiannya, Zerena juga menggantikan pakaian putranya.


Bayi itu tampak lucu memakai pakaian stelan baju anak bergambar pantai.


Hari sudah gelap, lampu lampu jalanan dan tempat tempat keramaian mulai diterangi dengan lampu lampu yang terang benderang.


Pengunjung seakan tiada lelah dan capeknya, tempat itu tetap saja ramai oleh pengunjung, bahkan saat malam, tempat itu bahkan jauh lebih ramai.


Ryan dan Zerena berjalan kaki menyusuri jalanan yang ramai oleh turis turis asing yang sedang berburu makanan khas kota ini.


Aroma makanan menusuk indera penciuman, membuat cacing cacing di dalam perut Ryan dan Zerena berdemo minta makan.


Mereka kemudian memilih sebuah restoran mini yang menyajikan aneka sea food.


mereka memilih duduk di meja yang menghadap langsung ke jalan.


Aulian seperti baru sadar dengan keramaian yang ada di depan matanya, dengan girang ia berteriak teriak tidak jelas, sedang Ayah dan Bundanya tertawa terkekeh melihat kelakuan putra semata wayangnya.


Mereka makan malam bersama, menikmati makanan yang disajikan oleh pelayan yang ramah ramah menyambut para pelanggan yang datang.

__ADS_1


__ADS_2