
Zerena benar benar menikmati liburannya di Bali, mereka mengunjungi beberapa destinasi wisata yang menarik dan terkenal, dan banyak di-posting di Instagram dan Facebook.
Karena Zerena bukanlah gadis sebebas teman temannya dulu, jadi saat masih sekolah hampir tidak pernah sama sekali dia menikmati liburan seperti ini.
Paling mentok Mama Sinta hanya membawanya ke taman dekat rumahnya, kalau tidak, keempat bersaudara itu akan dibawah bermain ke Taman mini Indonesia indah.
Secara Mama Sinta yang terlalu protektif dalam menjaga anak gadisnya.
Jadinya, Zerena baru bisa mengenal pria saat menikah dengan Ryan, untung saja Zerena mendapatkan pria yang baik dan pengertian walaupun sedingin es balok.
Hari ini Zerena membawa putranya berjalan jalan di tepi pantai, dengan pengawalan penuh oleh bodyguard tampan di belakang mereka yaitu Ayah Ryan.
Mereka bertiga bermain main di atas pasir putih, Aulian begitu bersemangat membuat istana dari pasir, dengan dibantu Ayahnya dia membangun sebuah istana yang megah.
Sementara Zerena sibuk mengabadikan kegiatan bayi mungilnya itu, sesekali mereka bertiga selfie bersama, sambil berfose dengan berbagai gaya.
Ryan sudah menghubungi kedua bawahannya yang konyol itu, agar tidak mengganggu liburannya bersama keluarga kecilnya, sebagai gantinya mereka berdua akan mendapatkan bonus yang fantastis.
Kalau Ryan sudah berkata demikian, maka tidak akan ada lagi yang bisa membangkang dan siapa sih yang tidak akan tergoda dengan bonus yang besar besaran dari sang Bos yang dingin itu.
Setelah dari pantai Ryan mengajak Zerena membawa putra mereka berenang di kolam renang khusus balita, tinggi airnya hanya setengah betis orang dewasa.
Hari ini adalah harinya Aulian, dia dimanjakan khusus oleh Ayahnya, dengan berbagai spot spot yang khusus untuk anak seusianya.
Kali ini dia kelihatan gagah dengan kacamata renang dan tidak lupa pelampung bebek yang berwarna kuning.
Zerena sampai terguling guling tertawa melihat penampilan anaknya.
Anak itu sudah sangat kesal melihat Bundanya yang terus menertawakan dirinya, yang sudah standby di dalam air, dengan pelampung bebek terpasang di tubuhnya.
__ADS_1
Seandainya bayi gembul itu dapat berbicara, pasti dia akan mengumpat sang Bunda, karena berani beraninya tertawa sekencang itu di tempat umum, dan parahnya karena sedang menertawakan dirinya.
Bayi itu memilih fokus, ke sang Ayah yang terus memegangnya, dia marah kepada Bundanya.
Puas bermain main di dalam kolam renang, Aulian sekarang sedang duduk berjemur bersama Ayahnya, dan kacamata hitam bertengger di hidungnya.
Kali ini Zerena memilih tidak ketawa, dia tidak mau diacuhkan oleh putranya, dia membawa beberapa makanan dan minuman kesukaan putra dan suaminya.
Sepertinya Utara kecilnya masih ngambek, saat Zerena datang dan duduk di dekatnya dia memilih, memalingkan wajahnya, dengan mulutnya sudah maju beberapa senti ke depan seperti mulut bebek.
Ryan pun yang melihatnya, tersenyum melihat kelakuan Istri dan anaknya, sepertinya Aulian kelak tidak akan bisa berdamai dengan Bundanya, Bunda yang lebih serasi menjadi Kakaknya.
"Kak, anak kita kenapa, kok bawaannya marah marah terus?"
Kata Zerena yang mengambil paksa Aulian dari gendongan Ryan.
Hatinya mulai tidak tenang melihat putranya, tidak boleh dibiarkan lama lama dia akan terbiasa seperti itu.
Bayi itu sepertinya mengerti, kalau Bundanya sedih, diapun memeluk Bunda yang telah melahirkan dan menjaganya selama ini.
Zerena memakaikan pakaian kepada putranya, takut anak itu masuk angin, Aulian tertidur di pangkuan Zerena, melihat anaknya tertidur, Zerena mengajak suaminya pulang ke Villa untuk menidurkan putranya.
Malam telah datang, gemerlap lampu lampu berkedip kedip menambah suasana indah kota Bali, sehabis shalat isya, Ryan dan Zerena duduk di teras, sambil menunggu pesanan makanan yang mereka pesan dari salah satu restoran di dekat dekat situ.
Mereka sengaja tidak keluar karena melihat putra mereka yang tertidur pulas, mungkin karena kecapaian.
Kurir yang mengantar makanan pesanan merekapun datang, setelah membayar makanan itu, Zerena masuk untuk menyiapkan, makanan itu di atas meja, aroma khas dari makanan itu membuat keduanya, makan dengan lahap, tidak butuh waktu lama akhirnya kenyang.
Besok adalah hari terakhir mereka disini, dan besok tepat hari ulang tahun putranya.
__ADS_1
Zerena sudah mengatakan jauh-jauh hari, bahwa ulang tahun putranya tidak akan dirayakan seperti ulang tahun anak anak pada umumnya.
Zerena akan membawa putranya ke panti asuhan, dan menyerahkan sejumlah uang untuk kebutuhan anak anak panti, sekalian Aulian juga akan menyerahkan Amplop berisi uang untuk setiap anak, agar mereka mereka bisa membeli langsung uang mereka inginkan.
Zerena ingin mengajarkan anaknya, bagaimana susahnya hidup, jadi anak anak tidak harus merayakan ulang tahun dengan segala kemewahan, akan tetapi alangkah lebih baiknya, apabila uang yang akan kita pakai untuk acara ulang tahun, kita sumbangkan ke anak anak itu.
Pagi pagi sekali Zerena sudah bangun, setelah selesai shalat, dia membuatkan sarapan ala kadarnya saja, yang penting ada pengganjal perut, toh nanti mereka akan mencari makan di luar.
Setelah membangunkan Suami dan anaknya, Zerena kemudian memandikan anak itu, dan memakaikan pakaian yang sederhana tapi rapi, setelah sedikit sarapan mereka berangkat ke panti asuhan yang mereka sudah konfirmasi sebelumnya.
Ryan sudah mempersiapkan segalanya, bahkan telah berbicara dengan Ibu mengelola panti, saat sampai mereka di sambut dengan rasa suka cita, anak anak menyapa mereka bertiga dengan sopannya.
Setelah menyerahkan uang tunai ke Ibu panti, kini giliran anak anak itu yang mendapatkan sedikit hadiah dari Aulian.
Tak satupun anak-anak yang tidak kebagian, wajah mereka tampak sumringah mendapatkan hadiah kecil dari putra sang CEO.
Matahari sudah berada puncak kepala, Ryan pamit pulang karena Aulian juga sudah mulai rewel, mungkin karena mengantuk atau mungkin lapar.
Mereka berdua masuk ke sebuah restoran mewah, tidak lupa dengan logo halal di spanduknya yang tertulis dengan indah.
Mereka memesan makanan, karena melihat putranya yang sedari tadi gelisah mungkin karena lapar.
Benar saja setelah makan, Aulian nampak anteng di pangkuan sang Bunda, bahkan sekarang dia berbaring karena mulai mengantuk.
Zerena membiarkan putranya beristirahat saat masuk ke mobil, dibaringkannya pria kecil itu di jok belakang agar bisa tidur dengan nyaman.
Hari ini, Zerena akan berbelanja oleh-oleh untuk keluarganya, dan semua sahabatnya,
dan tidak lupa ia membeli banyak pashmina karena banyak motif dan kainnya, dan semua sangat murah karena langsung membeli dari pengrajinnya.
__ADS_1
Setelah puas memilih dan membeli semuanya, mereka akhirnya pulang, lanjut untuk mengemas barang barang dan pulang besok pagi.