
hafidz sampai di rumah peninggalan ayahnya dia di sambut dengan bibi ina yang sekarang bekerja di rumah itu.
"bibi ina kok bisa ada disini! tanya hafidz heran.
" ia tuan muda. bibi ina diminta deng rizki kerja disini dan sebentar ayah dan ibu tuan muda akan kemari dan......
belum selesai ucapan bibi ina hafidz pun pamit untuk istirahat di lantai atas
"tuan muda jangan dikamar itu karena disitu.... !"teriak bibi ina melihat hafidz menuju kamar yang biasa dia tempati
hafidz pun langsung masuk kamar dan menutup pintu kamar tersebut dan menggantung jaket yang digunakan nya di belakang pintu, karena tidak tahu Naira keluar saja dari ruang ganti dengan stelan baju santai yang dikenakan Naira begitu terkejut melihat ada seorang lelaki di kamarnya dan segera dia mengambil sapu
"mampus lho .. mampus lho.. dasar pencuri masuk nyelonong aja dikamar orang, makan ini sapu... makan.....
" hei kamu siapa stop tidak! " teriak hafidz yang masih meringis kesakitan akibat pukulan sapu dari naira. naira pun menghentikan pukulannya dan hafidz
pun berbalik
__ADS_1
"kamu? ucap hafidz dan naira bersamaan..
" ngapain kamu dikamar aku?" kesal hafidz karena harus bertemu lagi dengan gadis tomboi itu
"kamar aku?" enak saja ngaku kamar ini kamar kamu, situ yang salah alamat ini rumah tante anisa dan situ Siapa?
"enak saja, asal kamu tahu ini rumah, rumah saya dan ini kamar saya, paham gak?" ucap hafidz dan menarik tangan naira untuk keluar dari kamar itu
"aku tidak mau ini kamar saya.tolak naira"dan saya yang duluan ucap naira tidak mau kalah dan keduanya pun saling berebutan kamar.
mendengar kegaduhan bibi ina pun naik ke lantai atas dan melihat drama siaran langsung saling memperebutkan kamar.
keduanya pun berhenti dan melihat bibi ina sudah ada di depan mereka.
"bibi jelaskan padanya jika ini rumah dan kamar saya. dan lihat tunjuk hafidz pada bibi ina ada banyak pembungkus snack di atas meja belajarnya.
" baik tuan muda nanti bibi yang bersihkan. dan nona naira, bibi minta maaf nona naira pindah di kamar sebelah karena ini memang kamar tuan muda dan tuan muda ini anak dari nyonya anisa pemilik rumah ini. jelas bibi ina dan naira hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya jika anak tante anisa adalah seorang Laki-laki.
__ADS_1
"bibi kenapa bibi tidak bilang jika kamar ini kamar cowok nyebelin itu dan kenapa bibi juga tidak beri tahu saya kalau anak tante anisa bukan perempuan. tanya naira sambil melihat hafidz dengan kesal. dia tidak habis pikir jika harus satu rumah dengan Laki-laki yang menurutnya pembawa sial baginya.
dan naira pun memindahkan semua barang-barangnya ke kamar lantai bawah dan di bantu oleh bibi ina dia tidak mau kamarnya bersebelahan dengan hafidz naira memutuskan jika dia lebih naik pindah ke kamar lantai bawah.
hafidz pun lega akhirnya dia bisa lepas dari gadis tomboi itu. namun saat hafidz masuk kemar mandi dia melihat ada sebuah baskom di atas wastafel kamar mandi hafidz pun mengambil sikat gigi dan menusuk-nusuk barang tersebut dengan ujung sikat gigi
"naira.........! " teriak hafidz
naira mendengar teriakan dari lantai atas memanggil namanya dan segera berlari
"ada apa sih?"bisa gak panggil nama orang tidak usah teriak kali...... " kesal naira lagi.melihat hafidz sudah di depan kamar berdecak pinggang menunggunya
"sana ambil kacamata milikmu di kamar mandi aku jijik melihatnya ucap hafidz dengan apa yang dilihatnya tadi.
naira yang baru menyadari jika tadi dia sedang merendam ****ra nya di sana segera berlari menuju kamar mandi.
setelah naira keluar dari kamarnya hafidz menuju balkon dan di sana lagi dia melihat barang berharga naira ditempat jemuran
__ADS_1
" naira.........! "
😄😄😄😄😄🙃🙃🤣🤣🙃😄😄😄😄