
" Mari kita akhiri pernikahan kita dengan cara yg benar. Silahkan tandatangani surat itu lalu ucapkan talak padaku dan kita tinggal menunggu surat cerai kita keluar."
Zayn kaget mendengar penjelasanku.
" AKU GA AKAN PERNAH MENCERAIKAN KAMU, CLARA SYIFA AZZAHRA. CAMKAN ITU." Zayn marah dan merobek surat itu.
" Kamu tau, pernikahanku dulu berakhir perceraian karena aku tidak mau dipoligami dan sekarang dengan entengnya kamu mau nikah lagi sama Alicia, tanpa memikirkan kondisiku yg baru sembuh. Hebat kamu Zayn Xavier Hernandez. Setelah kamu membohongiku, membiarkan aku kesakitan sekarang setelah aku mulai pulih kalian merencanakan pernikahan. Kamu fikir aku akan terima, kamu poligami. Maaf tuan Zayn yg terhormat. Saya lebih memilih hidup menjanda daripada punya suami tapi ga punya hati. Setidaknya aku masih punya Faraz dan Fariz."
__ADS_1
" Honey, tolong maafkan aku. Aku ga bermaksud membohongi kamu, aku benar-benar terpaksa menikahi Alicia karena mommy sakit kanker stadium 3."
" Maaf aku sudah ga percaya lagi sama kamu. Sekarang yg aku inginkan berpisah secepatnya dari cowok plin-plan kayak kamu. Tenang saja, aku masih punya salinan surat gugatan cerai itu."
" Kamu minta cerai karena ingin kembali sama Fandi kan?" tanyanya emosi
" Itu urusan ku. Setelah resmi berpisah dari kamu, aku bebas mau menikah sama siapa dan itu bukan urusan kamu. Bukankah selama ini kamu juga ga butuh persetujuanku saat memutuskan menikahi Alicia. Jadi kenapa kamu sibuk mengurusi kehidupanku."
__ADS_1
" 😀😀😀😀 Aku dan mas Fandi ketemu karena dia ingin ketemu dengan anak-anak kandung nya jadi salahnya dimana?. Mas Fandi juga hanya menuruti keinginan baby dalam kandunganku yg ingin makan eskrim, sementara ayah kandungnya pergi berdua dengan cewek, mesra-mesraan di tempat umum, apa itu bukan selingkuh. Lagian aku pergi juga ga berdua, ada mbak Nora yg menemani. Itu bukti kalau aku masih menghargai kamu sebagai suami. Meski aku ga yakin, kamu masih menganggap aku istri atau cuma partner hidup yg bisa diganti kapan aja. Maling kok teriak maling."
Aku berusaha mengontrol emosiku, karena dadaku mulai terasa sesak.
" Maafkan aku, yank. Aku memang salah. Tapi tolong jangan minta cerai ya. Kasihan Zavi dan Zae. Mereka butuh aku."
" Dulu iya mereka butuh kamu, Sekarang sudah tidak lagi. Mereka sekarang sudah dapat kasih sayang yg lebih dari yg kamu berikan. Ada papa kandung mereka, oma dan opa yg menyayangi mereka dan memperlakukan mereka seperti prince. Disana mereka juga tidak pernah dihina dan disebut anak h****. Kamu tau diumur mereka yg masih kecil, mommy Erin dengan teganya mengatakan kalau Zavi dan Zae adalah anak ***** ibu mana yg tega melihat anaknya yg masih dalam masa tumbuh kembang dikatakan seperti itu. Dan itu sering terjadi saat mommy kamu datang kesini. Makanya aku membiarkan anak-anak ku tinggal di rumah Fandi. Kalau kamu ga percaya silahkan cek sendiri cctv yg kamu pasang di rumah ini. Silahkan kamu cari tau kebenarannya. Itu pun kalau kamu masih mau tau, karena buat aku semua itu sudah terlambat."
__ADS_1
" Please yank, jangan seperti ini. Ok kamu boleh kok membiarkan Zavi dan Zae tinggal dengan Fandi, tiap hari kita bisa jenguk mereka di sana, tapi please jangan pernah berfikir untuk menceraikan aku. Aku ga sanggup hidup tanpa kalian." Zayn memegang tanganku. Aku biarkan saja karena sudah lelah dan malas menanggapi dia.
" Udah malam. Lebih baik kamu pergi ke kamar kamu, aku mau tidur. Aku capek."