
hafidz tiba di rumah ibunya dan saat anisa melihat hafidz dia langsung menyambut putranya itu.
"dasar anak nakal sampai pulang kau tidak memberi ibu kabar. mau durhaka kamu?
" ibu dengar dulu di sana tidak ada jaringan jadi, bagaimana bisa memberi ibu kabar. jelas hafidz
"lalu naira kemana? jangan katakan kamu tidak pulang bersamanya? " ibunya besok akan datang.
"naira diantar temannya pulang. jelas hafidz.
" cowok atau cewek yang mengantarkan 🤔ðŸ’🤔ðŸ’? tanya penasaran anisa
"cowok." jelas hafidz.
"hafidz......!! " kamu bodoh atau bagaimana sih? bisanya kamu membiarkan naira pulang dengan orang yang tidak dikenalnya kalau terjadi sesuatu maka Tante alifa akan membenci ibu. jelas anisa geram.
"ibu dia cukup sudah dewasa. dia sudah tahu mana yang baik dan buruk baginya. dan mengapa aku yang harus seperti bodyguard nya. jelas hafidz.
hafidz tidak mendengar dia pun naik ke lantai atas untuk istirahat. dan rizki pun datang melihat istrinya masih dalam keadaan marah.
__ADS_1
" lihatlah dia. aku seperti melihatmu dalam dirinya dia tidak seperti ayahnya. ujar anisa tanpa sadar mengingat mantan suaminya di hadapan rizki. "maaf aku minta maaf bukan maksudku seperti itu ujar anisa menyadari kesalahannya.
"rizki tersenyum dan mengecup kening istrinya. " sayang terkadang keturunan itu tidak mesti sifatnya akan mengikuti perilaku ayah atau ibunya bisa jadi dia akan cenderung dengan paman, bibi, nenek atau kakeknya. jelas rizki "dan kalau hafidz sedikit cuek dengan perempuan, itulah dia. saat waktunya dia akan menentukan sendiri mana yang terbaik untuknya.
"tapi sayang.... ucap anisa lagi terpotong
" ingat jangan pernah ada niatmu menjodohkan lagi anak-anak kita. biarkan mereka menentukan pilihannya kita hanya mendukung nya. dan aku yakin mereka juga tahu mana yang baik untuknya. dan jangan memaksakan keinginanmu padanya tapi, jadilah dirimu sebagai orang tua juga sebagai sahabat untuknya yang bisa dijadikan teman bercerita. kamu paham kan maksudku? ujar rizki pada anisa
"iya, aku paham, terimakasih telah mengingatkan ku.
" apa hadiahnya untukku? goda rizki pada istrinya
namun rizki terus menggoda istrinya dia tidak peduli orang sekitar melihat nya. saat anisa hendak lari rizki menarik lengan anisa dan mendekapnya dalam pelukannya.
"mas geli...! jangan seperti ini. ujar anisa
dan rizki langsung menggendong sang istri masuk dalam kamar, tidak peduli anisa memberontak.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
...****************...
sementara naira di tempat lain sedang celingukan mencari seseorang namun nihil
" bibi nina apa kak hafidz sudah pulang? kok sunyi. ujar naira
"belum nona. mungkin tuan muda ke rumah nyonya anisa. seperti biasanya tuan muda satu minggu disini satu minggu di rumah nyonya anisa. jelas bibi ina.
mendengar hal itu entah mengapa raut wajah naira tampak kurang bersemangat. setelah makan naira memilih menonton film seorang diri dengan ditemani aneka cemilan di depannya. karena mengantuk dia pun terlelap di depan TV.
tak lama kemudian sosok hafidz muncul dan bibi ina pun kaget karena hafidz tiba-tiba muncul tidak biasanya.
"lho tuan muda pulang? bukannya di rumah nyonya.
" iya bibi. ini aku pulang ambil laptop. ujar hafidz menjelaskan. dan berbalik diruang TV dan melihat naira terlelap di sana dengan begitu banyak bungkusan snack terhambur. hafidz pun membersihkan Sampah-sampah itu dan membuangnya ditempat sampah
"tuan muda biarkan bibi."ucap bibi ina namun hafidz meminta bibi ina untuk istirahat karena sudah menunjukkan jam sepuluh malam dan bibi ina pun menurut. " tuan tadi nona naira menanyakan mu."ucap jelas bibi ina. setelah itu bibi ina pun masuk kedalam kamarnya.
melihat naira terlelap hafidz tidak tega membangunkannya. "apa kamu tahu jadi perempuan itu bersih sedikit. dan ini tidur itu ditempat tidur, dasar wanita bikin repot. omel hafidz seorang diri sambil menatap wajah naira lebih dekat dan tersenyum. Hafidz pun mengangkat tubuh naira dan masuk ke kamar dan membaringkan tubuh naira dengan pelan setelah itu dia menyelimuti naira."maaf aku harus pergi. ada kesibukan harus ku urus malam ini di kantor, tidurlah dengan nyenyak gadis nakal." ucap hafidz lagi seorang diri dan menutup pelan pintu kamar naira.
__ADS_1