TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 148 extra part 51


__ADS_3

Hafidz tiba di kantornya dengan wajahnya yang begitu dingin. semua karyawan kantor bingung. seakan tidak mengenal atasannya yang sifatnya berubah menjadi dingin.


Hafidz membuka pintu ruangan dan masuk, membanting semua benda-benda yang ada di atas meja kerjanya.


"Naira!!.......... teriaknya.


Dengan segera, Rendi masuk dan menutup serta mengunci pintu ruang kerja hafidz sehingga teriakan hafidz dan suara benda-benda yang terjatuh tidak terdengar diluar.


" Kenapa? kenapa naira.... ....... aku mencintaimu naira........teriaknya." bahkan aku menunjukkan keseriusan ku untuk menikahi mu. suara hafidz mulai melemah.tapi, mengapa kau mengkhianati cintaku. mengapa? aku harus cari tahu sebabnya. harus! "


akh..... hafidz dengan geram meluangkan emosinya pada dinding ruangannya hingga kepal tangannya mengeluarkan darah.


Rendi membiarkan sahabatnya meluangkan emosinya. bahkan jika dengan memukul dirinya amarah hafidz bisa reda, Rendi sudah siap.Sangat wajar apabila kita kesulitan melihat sisi terang atau sisi positif dalam ke pelikan atau persoalan yang sedang kita hadapi. Apalagi jika permasalahan yang kita hadapi tersebut sampai membuat hatimu 'hancur' berkeping-keping, semisal akibat patah hati.


tok...

__ADS_1


tok....


suara ketukan pintu terdengar.


Rendi membukakan pintu dan terlihat sekretaris hafidz datang membawa paper bag titipan naira sebelumnya. sekretaris kaget melihat ruangan hafidz seperti kapal pecah. tidak percaya, dan penasaran ada apa? karena dia mengenal sosok atasannya itu, paling tidak suka ruang kerjanya kurang rapi. Rendi memberi kode agar sekertaris itu keluar.


melihat hafidz sedikit tenang Rendi membersihkan ruangan hafidz yang berantakan dan memberikan hafidz segelas air minum.


"apa itu? hafidz melihat paper bag di atas meja


hafidz membuka paper bag itu dan terlihat sebuah kotak.


"panggil sekertaris itu masuk!" perintah hafidz. kemudian hafidz melanjutkan membuka kotak itu dan terlihatlah sebuah kotak kecil berwarna biru. hafidz teringat kembali saat dimana dirinya melamar naira. dengan menarik napas panjang hafidz membuka kotak kecil itu. sangat jelas sebuah cincin yang begitu mirip dengan cincin yang dikenakannya.


"itu dari seorang teman anda tuan. jelas sekertaris itu pada hafidz yang dari tadi sudah berdiri di depan hafidz. " satpam yang memberikannya. seorang perempuan cacat dan seorang pemuda tadi mengantarnya kemari. karena tuan tidak ditempat jadi, menitipkan itu pada satpam.

__ADS_1


"perempuan cacat? tidak mungkin.... lirih hafidz. tidak mungkin......"apa kamu yakin perempuan itu cacat?


" iya, tuan.ucap sekretaris itu dan keluar setelah menjelaskan pada atasannya.


hafidz terduduk dengan perasaan abu-abu. dia tidak yakin, namun sebelum melihat dengan matanya sendiri hafidz masih tetap tidak bisa memaafkan penghianatan cinta naira padanya. hafidz kembali mantap cincin itu, ia yakin jika cincin itu adalah milik naira yang pernah hafidz kenakan dijari manis naira. hafidz mengepalkan tangannya.


akh.......... hafidz sekali lagi memukul dinding ruangannya dengan emosi yang semakin memuncak hingga kepal tangannya kembali berdarah.


hafidz kembali berteriak frustasi dan kecewa.


Rendi juga penasaran. apa maksud hafidz tadi? Rendi akhirnya buka suara. " tenangkan dulu pikiranmu. mungkin naira punya alasan kuat mengapa dia melakukannya.ucap Rendi sambil mengobati tangan hafidz yang berdarah.


"alasan? apa maksudmu? lihatlah, dia mengembalikan cincinnya. apa kamu sependapat jika naira sendiri yang datang kemari? tapi, aku tidak yakin jika dia. bisa jadi dia menyuruh seseorang.


Rendi terdiam. hafidz menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya. emosi masih menguasainya. tak lama kemudian hafidz sudah merasa cukup tenang setelah meneguk beberapa gelas air minum. kembali rendi mengingatkan jika hafidz sebentar akan ada rapat dari perusahaan anggara group. yang membahas tentang sebuah proyek di daerah *** . mendengar itu hafidz ingin membatalkan karena dia tahu jika perusahaan itu adalah milik wawan namun, Rendi meminta hafidz untuk bersikap profesional.

__ADS_1


hafidz akhirnya mengiyakan dan meminta Rendi menyiapkan segalanya. juga meminta rendi setelah rapat agar wawan mau makan malam dengannya.


__ADS_2