TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 147 extra part 50


__ADS_3

tung.......... jantung naira berdetak kencang


Ingin rasanya naira memeluk pujaan hatinya itu namun, hatinya menolak. naira merasa kecil.


Hafidz berdiri ditempatnya diikuti Rendi dibelakangnya menuju tempat naira dan wawan duduk. Hafidz berdiri tepat di samping naira sambil membungkukkan sedikit punggungnya, hingga sangat jelas tercium aroma parfum milik hafidz, membuat jantung milik Naira seperti ingin melompat keluar. Naira menundukkan kepalanya dan menelan air liurnya karena rasa takut, malu, rindu, semua bercampur jadi satu.


"aku tak menyangka aku bertemu denganmu disini, dan apa kamu tahu? hafidz berhenti sejenak "aku seperti orang gila mencari dirimu kemana-mana. bahkan aku menghawatirkan dirimu. ternyata, hafidz kembali diam menatap secara bergantian wawan dan naira. mata hafidz mulai memerah menahan air matanya untuk keluar. "ternyata kau baik-baik saja bahkan kalian tampak serasi. bagus!" hafidz bertepuk tangan. semua pengunjung di sana menatap mereka. bagus. ... kau biarkan aku menderita seorang diri naira.


wawan ingin berdiri, bibirnya sudah gemetar untuk menjelaskan semuanya tapi, dicegah oleh naira. naira Menggelengkan kepalanya sebagai kode agar wawan tidak mengatakannya.


"kenapa kalian diam? benar kan? aku tidak menyangka naira ku..... jika ternyata ketulusanku, kesetiaan ku, perjuanganku selama ini...... tidak kau hargai sama sekali. bicaralah naira! " teriak hafidz. naira berusaha menahan air matanya untuk tidak keluar. seluruh tubuhnya sudah gemetar. . "baiklah naira. semoga kalian bahagia. hafidz pergi dengan wajah dan perasaan yang hancur. Rendi menyusul hafidz.


"wawan berdiri dan hendak mengejar hafidz namun tangannya di tarik oleh Naira. "kak, kau mau kemana? jangan kak, jangan katakan kepadanya. aku mohon!!


" Naira lepaskan!" aku harus menjelaskan semuanya. ini tidak bisa dibiarkan, dia harus tahu! "

__ADS_1


"kak.... wawan....!! aku mohon kak...!! jangan katakan padanya..... teriak naira melihat wawan berlari mengejar hafidz.... kak kembalilah.....! teriak naira dan terjatuh dari tempat duduknya karena berusaha untuk mencegah wawan mengejar hafisz namun apa daya.


a.... w.....


suara naira begitu sangat terdengar merintih kesakitan


kaki ku.....!!! .......


jangan katakan kak.... kau sudah berjanji.... naira terus menangis ditempatnya.


wawan berbalik melihat naira terjatuh dari tempat duduknya.


"naira!! wawan berteriak melihat naira terjatuh. segera berlari membantu naira berdiri.


" kak berjanjilah pada ku untuk tidak Mengatakannya. tangis naira. wawan mengangguk. sementara perempuan yang membantu naira tadi untuk berdiri, menatap naira seperti mengenal perempuan cacat itu.

__ADS_1


"naira? raisa menyapa naira dengan ragu


naira mengangkat kepalanya, melihat siapa yang menyebut namanya. naira baru menyadari jika yang membantunya tadi berdiri adalah raisa. raisa duduk di samping naira dan menghapus air mata naira.


" ini kamu kan? raisa meyakinkan dirinya jika perempuan cantik dan terlihat anggun di depannya adalah naira, gadis tomboi dulu. raisa tidak menyangka jika naira begitu cantik dengan hijab yang menutupi mahkotanya. "naira maafkan aku. dan ada apa denganmu naira? kamu.......


"sayang ....! ucap wawan meminta raisa diam. naira bingung dengan ucapan yang keluar dari bibir wawan.


" naira mengangguk. ia paham perkataan raisa yang tidak sampai.


raisa memeluk naira sambil minta maaf dan turut prihatin atas ujian yang menimpa.


" kalian? kata naira terpotong oleh penjelasan wawan.


wawan menjelaskan jika dirinya dan raisa saling mencintai. mereka saling mengenal baru satu bulan lebih. awalnya wawan meminta raisa datang karena raisa penasaran siapa sahabat wawan sebenarnya.

__ADS_1


"naira hafidz sangat mencintaimu.apakah kamu tahu dia berjuang keras untuk bisa mendapatkan ingatannya.beberapa bulan dia tersiksa dengan amnesianya. raisa terus menjelaskan bagaimana awal kakek Herman yang menemukan hafidz dalam keadaan kondisi yang begitu Memprihatinkan.


__ADS_2