
" jadi ga sabar mau menghalalkan mu sayang."
" Sabar ya nunggu aku selesai nifas dulu".
" Besok aja ya sayang kita nikahnya yg penting sah dulu secara agama, nanti tinggal kita urus surat2nya d KUA. Biar sekalian urus akte kelahiran si kembar."
" Tapi Zayn,besok kamu akan menikah dengan Alicia. Gimana kl mommy kamu kecewa km membatalkan rencana pernikahanmu. Aku takut kamu jadi anak durhaka Zayn."
" Sayang sdh cukup selama hampir 2 bulan ini aku menuruti semua keinginan mommy, aku sangat tersiksa jauh dari kamu dan baby boy. Untuk kali ini biarkan aku egois demi kebahagiaan kita. Kamu mau kan honey hidup bersama denganku sampai kita tua nanti."
Aku tak tau harus berkata apa lagi. Haruskah aku menikah dengan Zayn dan membuat dia menjadi anak durhaka atau aku harus meninggalkan dia yg sudah terlalu baik padaku dan baby ku. Aku sungguh dilema.
" Percayalah sayang, cepat atau lambat mommy akan merestui pernikahan kita."
Aku hanya menganggukkan kepalaku.
__ADS_1
Pagi itu seperti janji Zayn,kami akan menikah siri di ruangan tempat ku dirawat. Lisa membantuku memakai kebaya dan meriasku. Zayn telah siap memakai jas berwarna putih senada dengan kebayaku. Leo, asisten Zayn datang bersama penghulu dan seorang dokter yg akan menjadi saksi pernikahan kami. Meski sederhana tapi acara ijab qobul berjalan dengan khidmat. Zayn dengan lantang mengucapkan ijab qobul. Akhirnya kami sah menjadi suami istri. Walau sebenarnya dalam hati aku merasa sedih dan kasihan karena di tempat yang lain Alicia pasti kecewa,sedih dan hancur atas gagalnya rencana pernikahan mereka.
" Maafkan aku Alicia, mommy. Sungguh aku tak pernah ingin menyakiti kalian. Tapi aku juga tidak sanggup melihat Zayn menderita. Maaf atas keegoisanku."
" Kamu kenapa Sayang? kamu ga bahagia menikah denganku?" bisiknya d telingaku.
" Aku sangat bahagia sayang makanya aku menangis. Semoga kita bisa menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah."
" Aamiin ya rabbal alamin. Semoga kita selalu bersama sampai di surga - Nya nanti."
" Tegur aku jika aku berbuat salah. Teruslah saling percaya dan bangun komunikasi agar tidak ada kesalahpahaman seperti kejadian sebelumnya. Aku ga sanggup jauh dari kalian. I Will always love you, my wife."
" I Will always love you to my husband."
Zayn mencium keningku lalu memelukku. Di ruangan ini tinggal kami berdua dan si kembar.
__ADS_1
Tiba2 terdengar suara tangis baby Zavi. Zayn segera mengambil baby Zavi.
" Anak daddy pasti haus ya sayang. Tau aja kl Daddy sama mommy lagi mesra-mesraan."
" Daddy, kakak pasti haus dari tadi blm menyusu. Sini n**** dulu sebelum dedeknya bangun."
Baby Zavi menyusu sampai kenyang setelah itu terdengar suara baby Zae. Dengan sigap Zayn mengambil baby Zae lalu memberikan padaku. Setelah itu dia menggendong baby Zavi.
" Sayangnya daddy sdh kenyang ya nak. Sehat selalu ya nak. Daddy janji akan menjaga dan melindungi kalian dan mommy. Kalian adalah hidup daddy."
" Zayn, kl kakak Zavi sdh tidur taruh aja d box baby nya. Nanti kebiasaan minta d gendong trs".
" kok manggilnya masih nama sich sayang. Awas ya kl kamu masih manggil nama lagi, aku hukum kamu. Panggil mas, hubby, sayang, my lovely atau apa yg penting jangan nama".
" Iya sa...yang....ku. Maaf ya aku belum terbiasa dengan panggilan sayang ke kamu. jangan ngambek ya.😘😘"
__ADS_1