
Sebenarnya tanpa Zayn ketahui aku punya beberapa cafe yg dikelola sahabatku, Saga. ( bagi yg lupa Saga, silahkan baca part 8 ya. πππ) Sejak aku bekerja d perusahaan Zayn, aku sering komunikasi dengan Saga. Awalnya aku membuka cafe kecil-kecilan di dekat minimarket tempat kami kerja dulu. Karena aku sibuk d kantor, akhirnya Saga yg menghandle cafe itu. Alhamdulillah cafe itu selalu rame, sehingga kamipun bisa memperluas cafe dengan membeli tanah disekitar cafe. Sekali-kali aku datang ke cafe untuk membantu sekaligus mengecek keuangan cafe. Aku percayakan sepenuhnya pada Saga, karena dia lulusan S1 manajemen. Karena nasib yg kurang beruntung saat melamar pekerjaan di kantor, makanya Saga bekerja di minimarket. Saga tak pernah malu kerja apa saja asalkan halal katanya, karena dia harus menghidupi keluarganya di kampung. Aku salut dengan perjuangan Saga.
Keesokan harinya saat Zayn pergi ke kantor, Mama Siska dan Fandi datang ke RS.
" assalamualaikum sayang, gimana kabar kamu, nak?"
Mama Siska memeluk dan mencium pipiku.
" Waalaikumsalam ma. Alhamdulillah Clara sehat. Mama kok berdua doang dengan mas Fandi, anak2 ga diajak ma?"
" Kata Fandi hari ini kamu mau pulang, jadi mama ga ngajak mereka. Kan nanti juga ketemu."
" Iya ma. Oh iya ma ada yg mau Clara kasih tau ke mama dan mas Fandi. Sebenarnya aku sudah melahirkan dan mereka kembar sepasang, ma."
" Apa????"π²π² Mas Fandi dan mama Siska terkejut.
" Iya ma. Mereka masih di rawat di inkubator. Menurut dokter, mereka baru bisa pulang setelah kondisi mereka stabil."
__ADS_1
"Selamat ya sayang. Semoga baby-nya bisa segera dibawa pulang."
" Makasih ma,tapi aku pengennya baby di rawat di rumah aja. Aku takut lama kelamaan Zayn tau keberadaan mereka."πππ
" Ma, Fandi punya ide gimana kalau baby kembar, Zae dan Zavi tinggal d rumah yg baru Fandi beli. Rumah itu deket dengan rumah Clara, kalau ga salah selisih 2 rumah. Jadi Clara masih tetap bisa jagain si kembar saat Zayn kerja. Gimana, Ra?"
" Kapan mas Fandi beli rumah di dekat rumahku? kok aku ga tau sich,mas?"
" Waktu aku tau tempat tinggalmu, aku meminta tolong anak buahku untuk mencari rumah yg di jual di dekat rumahmu, supaya kalau aku kangen si kembar dan ibunya ga perlu jauh-jauh." ππππ
" Dasar mas Fandi modus."
" Kalian ini sudah punya anak tapi kelakuan masih kayak anak2. Gimana kalau nanti kakak dan abang mengikuti tingkah kalian." π€¦π€¦π€¦
" Clara tu ma yang mulai duluan."
" Kok aku sich. Kan mas Fandi yg sering modusin aku. Jahil banget tuh ma."
__ADS_1
" Kalian berdua itu sama aja. Coba aja kalian jadi nikah pasti tiap hari ribut melulu seperti Zavi dan Zae."
" πππ maafin Clara ya ma."
" Iya sayang. Fandi sekarang kamu telfon Aldo suruh siapkan inkubator dan kamar bayi d lantai 1 aja ya. Kasihan Clara kalau harus naik turun tangga."
" Siap mamaku yg cantik. Fandi keluar dulu, mama siapin aja perlengkapan yg mau dibawa pulang. Dan kamu, sayangku. Istirahat aja dulu, nanti kalau sudah siap aku bangunin." π€π€
" Tuch kan ma mas Fandi ngeledekin melulu. Nyebelin."πΎπΎπΎ
" Fandi, jangan gangguin Clara lagi. Lama2 nanti kalian mama k*****n lho."
" K***n nya udah ma buktinya udah menghasilkan dua jagoan. Tinggal nunggu nikahnya aja yg belum. Ya ga yank?"
" Au ah gelap. Efek ga bisa move on ya begitu." πππ
" Awas ya kamu, kalau udah habis masa idah kamu, cepet2 aku nikahin."
__ADS_1
" Emang siapa yg mau nikah sama mas Fandi."πππ