
Tak terasa 6 bulan sudah kami menjalani kehidupan berumahtangga. Di tengah kesibukannya membuka usaha barunya, Zayn tetap memprioritaskan perkembangan si kembar. Saat ini mereka sudah mulai duduk sendiri, merangkak, mulai belajar berdiri dan berceloteh.
" ma....ma...mi." celoteh si kecil baby Zavi.
" Da....da....dy." celoteh baby Zae menyahuti celoteh sang kakak.
Mereka berdua sedang berjemur di bawah sinar matahari pagi. Aku dan Zayn tertawa gemas melihat tingkah mereka.
" Hallo jagoannya daddy, kalian pinter banget sich. Lagi ngobrolin apa? Daddy boleh ikutan ga, sayang."
" Da...da..dy ndong." Zavi mengangkat kedua tangannya minta digendong.
Dengan sigap Zayn segera menggendong baby Zavi. Melihat abangnya digendong daddy-nya, baby Zae akhirnya menangis kencang.
" Eh adek mau ikutan digendong daddy juga ya?" tanyaku
" Ma...ma..mi... ndong da...da..dy.."
" Adek Zae gendong mommy aja ya, kasihan daddy harus gendong kalian berdua."
Baby Zae menggeleng sambil terus menangis.
" No... ma...ma..mi ndong da...da..dy."
" Udah ga papa sayang, sini adek mau gendong daddy juga ya."
__ADS_1
Aku menggendong baby Zae kemudian memberikannya pada Zayn.
" Kamu yakin ga repot gendong mereka berdua, sayang?" tanyaku cemas.
" Tenang aja sayang, aku bisa gendong mereka berdua. Daddy kan kuat. Gendong mommy aja sanggup apalagi cuma gendong anak kesayangan daddy."
Aku melotot mendengar ucapan Zayn lalu mencubit lengannya.
" Daddy kalau ngomong sama si kembar jangan sembarangan. Jangan cemari otak mereka dgn kata2 mesum kayak gitu. Ga baik daddy."
" Iya mommy, maafin daddy ya. Daddy cuma bercanda sayang. Jangan ngambek dong sayangku."
" Lain kali ga boleh gitu lagi ya sayang."
" Iya honey."😘😘😘😘 Zayn menciumi pipiku.
Baby Zae dan baby Zavi tertawa melihat tingkah Zayn.
" Da....da...dy..ta..ma..ma..mi." 😘😘😘😘
Aku terkejut mendengar ucapan si kembar. Mereka mencium Zayn dan aku bergantian.
" Iya sayang. Mommy cinta daddy, daddy juga cinta banget sama mommy."
" Daddy tu kan anaknya ngikutin kelakuan daddy. Kalian masih kecil ga boleh ikut2an daddy ya. Ga boleh ngomongin cinta cintaan, kalian belum cukup umur."
" Aaf ma...mi." ucap Zavi sambil tersenyum.
__ADS_1
" Iya mommy maafin lain kali ga boleh lagi ya. Daddy kalau ngomong didepan anak2 jangan gitu lagi ya."
" Iya mommy yg cantik."
Setelah berjemur, aku memandikan si kembar dibantu Zayn. Setelah mandi dan ganti baju, kami mengajak si kembar makan di ruang makan. Saat sedang menyuapi si kembar tiba2 Lisa menghampiri kami.
" Maaf tuan muda, di depan ada nyonya besar."
Zayn kaget mendengar ucapan Lisa. Darimana mommy nya tau kalau Zayn tinggal disini.
" Ayo sayang kita temuin mommy kamu. Lisa tolong panggil Sari tolong ajak si kembar main ya. Bibi Sumi tolong buatkan teh hijau untuk mommy."
" Baik nona." Kata Lisa dan bi Sumi. Bi Sumi pergi ke dapur, Lisa memanggil Sari setelah mereka datang dan mengajak si kembar ke kamarnya, aku dan Zayn ke ruang tamu menemui mommy Erin, mommy nya Zayn.
" Hallo sayang, apa kabar?" tanya mommy Erin sambil memeluk putra kesayangannya.
" Kabarku baik, mom. Darimana mommy tau kami tinggal disini?"
" Kamu lupa siapa mommy, mommy bisa menyewa detektif untuk mencari kamu, sayang sekali setelah 6 bulan lebih mereka baru bisa menemukan keberadaan kami,sayang."
" Oiya mom kenalkan ini Clara, istri Zayn."
Aku menjabat tangan mommy Erin meskipun tanggapannya kurang menyenangkan tapi beliau adalah mertuaku.
" Saya Clara, mom. Silahkan duduk."
" Jadi demi wanita seperti ini kamu tega membuat mommy malu di depan banyak orang terutama keluarga Alicia. Mommy kira dia wanita yg berkelas yg lebih baik dari Alicia. Ternyata hanya seorang janda miskin yg tak tau diri."
__ADS_1
" Mom, tolong jangan menghina Clara. Dia istri Zayn, suka atau tidak dia menantu mommy jadi tolong hargai keputusan Zayn. Zayn hanya mencintai dia,mom."
" Cinta. Tau apa kamu soal cinta. Kamu hanya dibutakan kecantikan wanita ini. Dia hanya ingin menguasai harta kamu, sayang."