TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 135 extra part 38


__ADS_3

kini hafidz menuju rumah ustadz anto yang ditemani oleh oleh ustadz ali. kedua nya masuk dan disambut baik pemilik rumah.


alifa melihat siapa tamu nya, kaget tidak percaya jika hafidz berubah menjadi pemuda begitu berkharisma. karena ada keperluan lain ustadz ali pamit undur diri. kini hafidz langsung menyampaikan maksud dan tujuannya pada kedua orang tua naira.


Momen lamaran jadi satu kabar yang membahagiakan bagi banyak orang. Namun nggak bisa dipungkiri, ada rasa deg-degan, grogi, sampai dengan resah yang timbul saat akan melamar seseorang. Entah karena kurang percaya diri ataupun merasa takut mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan harapan. Namun tentu semua perasaan itu akan sirna ketika kesepakatan sudah didapatkan dari kedua belah pihak.


"dengan sepenuh jiwaku dengan niat tulus ingin menghalalkan naira sebagai pendamping hidupku, dari itu aku mohon doa restunya. ujar hafidz dengan sangat berharap ustadz anto tidak menolaknya.


penuturan hafidz yang tidak disangka oleh ustadz anto membuat nya terdiam. bagaimana tidak, pikirnya hafidz datang sekedar hanya bertamu.


hafidz Sudah ragu akan ditolak. sementara ustadz anto entah harus men jawab apa? nilai poin merah yang pernah di katakan sebelumnya berubah menjadi lampu hijau untuk hafidz.


"nak hafidz, kamu tahu seperti bagaimana keadaan kami, apakah kamu yakin dengan keputusanmu? juga kamu tahu naira seperti bagaimana? ujar alifa mewakili suaminya.


" justru aku mengenal naira dengan baik.sebelum kemari ayah dan ibu sudah memberiku doa restu. apakah paman dan bibi meragukan niatku?


"jika memang anak hafidz Sudah seperti itu niat nya, aku kembalikan pada naira. ujar ustadz anto angkat bicara sebagai ayah naira yang bijak. kebahagiaan naira bagi mereka yang terpenting. dan baginya tidak baik menolak niat baik seseorang untuk hal yang baik.


obrolan mereka terus berlanjut. naira masuk dalam rumah dan memberi salam. kaget hafidz Sudah di rumah nya. ustadz anto menyaksikan bagaimana cinta yang tumbuh diantara kedua mata anak manusia itu. kedua nya mengerti memilih masuk memberikan ruang untuk dua anak manusia itu berbicara dari hati ke hati.


"kau tahu.... hati dan pikiran ini selalu memikirkan. aku bertanya pada diriku mampukah aku menggapainya?? kini kau Sudah di hadapanku, kata yang ingin aku utarakan........" hafidz terhenti menatap naira .


"apa? tanya naira penasaran

__ADS_1


" apa kau merindukanku?


"tidak usah di tanya, kakak Sudah tahu jawabanku, apakah kakak tahu??hubungan ini sangat menyiksa.


" kau tersiksa? aku yang lebih tersiksa untuk itu........ hafidz menarik napas......


"untuk itu.............????? naira menunggu jawaban


" hafidz mengeluarkan sebuah kotak biru dan membuka di hadapan naira dan berdiri kemudian berjongkok di hadapan naira. "bersediakah menjadi pendampingku selamanya???


" kak jangan bercanda dengan hal seperti ini! "


"aku Sudah minta doa restu pada orang tuamu. dan aku sudah meminta pada mereka akan mengambil ali tanggung jawab padamu.jadilah makmum dalam hidupku, biarkan kita hidup menua bersama. aku melamarmu untuk menjadikanmu bidadari surgaku....


" aku......??? jawab lah jangan membuatku tersiksa lagi.......!!! "


"aku menerimamu..... ucap naira malu-malu karena hafidz terus menatapnya,


"menerimamu....... terus.... ??? goda hafidz yang masih setia berjongkok dan memegang Kursi yang naira duduki.


" kak jangan menatapku seperti itu. kau Sudah tahu jawabanku, tidak menggodaku!"aku grogi nih.....naira hendak berdiri namun dengan segera hafidz meraih tangan naira dan naira kembali duduk.


"kini hafidz memasangkan cincin berlian itu di jari manis naira. " jangan pernah kau lepas cincin ini. ini adalah simbol bahwa kau sekarang adalah milikku.

__ADS_1


kini hafidz kembali duduk ditempatnya. dan terlihat naira tidak percaya.


alifa keluar dari dapur membawakan minuman. dan meminta naira membersihkan kamar tamu untuk hafidz istirahat. waku Dzuhur telah tiba hafidz dan calon ayah mertua menuju mushallah dan terlihat habib yusuf akan memimpin shalat berjamaah kali ini . semua tampak bahagia karena hampir satu bulan ini habib yusuf tidak pernah memimpin lagi shalat berjamaah karena sakit, kedatangan hafidz seakan obat baginya.


mendengar kabar itu semua penghuni pondok kaget. termasuk naira dan alifa.


"ibu dengar itu suara yang memimpin shalat? tanya naira yang kini sibuk membantu ibunya di dapur.


" ya..... sepertinya ini sesuatu hal yang tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata. alifa berbalik dan melihat putrinya memasak sup ayam. "apa ini? sepertinya untuk seseorang? goda alifa


" ibu benar, kakak hafidz yang minta.


"kau mengenal makanan kesukaannya?


" ibu... bagaimana tidak, satu tahun aku tinggal di rumah nya, dan ibu tahu bibi ina pembantunya memanggilnya tuan muda. bahkan aku...... naira mengingat dirinya pernah menjadi asisten pribadi hafidz lantaran butuh kerjaan.


"apa?...


" gak bu.... tutur naira. "


mereka pun terus melanjutkan pekerjaannya, selesai.... mereka akhirnya menunaikan kewajibannya sebagai umat Muslim...


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2