TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 82 menabur karangan bunga dilautan lepas


__ADS_3

Suasana haru pecah di tengah keluarga korban saat prosesi tabur bunga untuk para penumpang pesawat ***


Keteguhan, kesabaran dan keikhlasan hati manusia diuji tatkala menghadapi persoalan hidup yang sulit serta rumit. Ini seringkali memicu kesedihan mendalam yang akhirnya berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Namun, sejumlah orang mampu tetap tegar dan kuat menghadapi kenyataan hidup dengan sebuah senyuman.


tak bisa dipungkiri saat anisa menaburkan bunga tangis pecah seketika tak percaya jika suami yang sangat dicintainya pergi begitu cepat. seakan hanyalah mimpi dimana dia mengantarkan suaminya ke bandara saat itu. dan selang beberapa jam kabar duka itu datang hingga mengguncang jiwa yang rapuh.


rizki paham atas kesedihan yang menimpa istri dari kakaknya itu. bagaimana tidak satu tahun menjelang kepergian sang istri kabar duka kembali menyelimuti tentang kabar seorang kakak yang selalu memberinya dorongan hidup.


anisa dan hafidz saling berpelukan merasakan kesedihan yang begitu mendalam. namun apalah daya sebagai manusia hanya bisa menangis menumpahkan peluh yang merasuk jiwa


begitu pun pak Sulaiman serta ibu mika mertua dari anisa hanya bisa mengikhlaskan atas semua takdir yang menimpa pada keluarganya.


...****************...


saat pulang anisa langsung masuk kamar dan memeluk foto sang suami. karena lelah menangis tak sadar anisa tertidur sambil memeluk foto sang suami.


karena kamar anisa tidak tertutup tak sengaja rizki melihat anisa tertidur dalam keadaan meringkuk.


"kak rayhan mengapa kau harus pergi dengan cara seperti ini batin rizki dan menutup rapat kamar anisa.


" deng rizki! sapa bibi nani yang melihat rizki menutup kamar anisa dan ditangan bini nani membawa nampang yang berisi makanan.


"bibi mau masuk? tanya rizki


" iya deng rizki. nyonya meminta saya membawakan nona anisa makanan soalnya dari tadi pagi nona anisa belum makan sampai sekarang. ucap bibi nani lagi menjelaskan


rizki pun menganggukkan kepala sebagai tanda mengiyakannya dan masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


bibi nani masuk ke kamar anisa dan mendapati anisa tertidur meringkuk.


"non.. non anisa! panggil bibi nani dengan suara berbisik. non makan dulu yuk ucapnya lagi.


" simpan saja disitu bi.... aku belum lapar.


"non harus makan. kalau non anisa sakit bagaimana dengan deng hafidz. jelas bibi nani menjadikan hafidz sebagai senjata agar anisa mau makan mengingat anisa yang baru keguguran dan belum terlalu sehat.


" aw.... rintihan anisa memegang perutnya.


"non anisa apa non baik-baik saja? non anisa..teriak bibi nani


namun tak ada jawaban anisa terus memegang perutnya sakitnya seperti melilit.


karena panik bibi nani mengetuk pintu rizki dengan keras


" kenapa bi? ucap rizki yang melihat bibi nani terlihat seperti orang panik.


belum sempat bibi nani menjelaskan rizki pun langsung masuk ke kamar anisa dan melihat anisa kesakitan.


" anisa kau tidak apa-apa? ujar rizki


"aku hanya merasa sakit perut kak lirih anisa.


" apa kau sudah makan? tanya rizki


"aku belum lapar kak. jawab anisa

__ADS_1


" bagaimana mau sembuh kalau kau seperti ini. kau harus makan ok! bujuk rizki pada anisa dan meminta bibi nani memberikan nampan tersebut.


"kak aku belum lapar aku tidak berselera untuk makan. jelas anisa menolak secara halus untuk tidak makan


" baiklah kalau kau mau seperti ini terus terserah. tapi jangan salahkan saya jika saya harus memaksamu untuk makan. ingatlah hafidz membutuhkanmu. jika kamu sakit siapa yang mengurus hafidz. apa kamu pikir cuma kamu yang kehilangan? apa dengan tidak makan rayhan akan kembali?


"kak kenapa kamu berbicara seperti itu.


" kenapa? apa yang saya ucapkan salah?


anisa terdiam memikirkan ucapan rizki


"teruslah meratapi! ucap rizki lagi dan akhirnya anisa mau makan.


"bibi suap anisa. perintah rizki pada bibi nani


" tidak usah bibi aku bisa sendiri. ucap anisa pada bibi nani sambil melihat rizki


"bibi pastikan dia menghabiskan makanannya. ucap rizki lagi yang hendak pergi


" kak rizki aku bukan anak kecil yang harus kau paksa makan. ucap anisa menghentikan langkah rizki.


"kalau kau bukan anak kecil hadapilah kenyataan ini dengan bijak. jangan menghukum dirimu dengan terus larut dalam kesedihan. bukankah kau pernah mengatakan kepadaku untuk tetap tegar dan melanjutkan hidup. jika kau bosan hidup bukan seperti ini caranya. ucap rizki lagi panjang lebar sambil melirik anisa.


begitu rizki sudah di depan pintu kembali lagi berucap.


" bibi pastikan juga dia meminum obatnya dan laporkan kepada saya sebentar. dan akhirnya rizki pun keluar dan menutup pintu kamar anisa.

__ADS_1


dibalik pintu rizki berdiri dan terdiam.


"kak rayhan kau menitipkan padaku tangung jawab yang saya tidak tahu apakah aku mampu. gumam rizki dan masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2