
Zayn terkejut mendengar ucapanku.
" Kamu kerja, honey? Kerja dimana dan kenapa ga ijin dulu padaku. Aku ini suamimu."
"😀😀😀. Suami.🤔🤔 kenapa aku harus minta ijin, sementara kamu mau menikah lagi tak ijin padaku. Emang kamu menganggap aku istri?"
" Aku bisa jelaskan semuanya, honey...."
" Maaf aku sudah ngantuk. Permisi."
Aku malas mendengar alasan Zayn, segera ku tinggalkan mereka lalu tidur di kamar kosong yg ada d sebelah kamar utama. Aku malas tidur sekamar dengan Zayn. Tak lama ku dengar Zayn mengetuk pintu kamarku.
" Mau apalagi sich. Aku ngantuk banget, besok aku harus kerja."
" Honey kenapa kamu tidur di kamar ini. Kamar kita di sebelah."
" Selama kamu tidak tegas memilih aku atau Alicia, lebih baik pisah kamar. Lagipula aku malas harus berbagi tempat tidur sama orang yg membuatku di rawat di RS. Jadi silahkan berbagi kamar dengan calon istrimu itu. Dan jangan lupa sebelum menikah dengan Alicia, urus dulu surat perceraian kita, karena aku ga mau dimadu. Selamat malam."
Aku segera mengunci pintu kamarku. Setelah itu tidur. Bodo amatlah yg terjadi besok biarkan terjadi,saat ini yg aku butuhkan hanya tidur.
Keesokan harinya aku berangkat meeting tanpa repot2 menunggu Zayn. Setelah membuat sarapan, aku segera bertemu klien yg akan booking cafe ku untuk perayaan anniversary orang tuanya.
" Maaf saya terlambat. Tadi terjebak macet karena ada kecelakaan lalulintas."
__ADS_1
" Saya juga baru datang. Kebetulan tuan muda kami juga terjebak kemacetan. Ga papa kan kalau nona menunggu." Kata pria itu.
" Ga papa kok tuan......"
" Sean. Nama saya Sean Fernandez. Panggil saja Sean. Nama nona?" mengulurkan tangan
" Saya Clara Syifa Azzahra panggil saja Clara."
Kami berjabat tangan lalu menikmati minuman yg sudah disiapkan oleh karyawan ku.
" Maaf menunggu lama. Tadi ada kecelakaan di jalan" kata pria yg baru datang menghampiri kami. Aku kaget saat melihat pria itu.
" 😲😲 Ar...ga....no."
"Cla...ra.. Jadi kamu yg punya cafe ini?"
" Iya. Seminggu lagi mama dan papaku anniversary rencananya aku mau bikin kejutan untuk mereka. Kamu bisa kan bikin konsep acaranya biar berkesan."
" Insyaallah aku akan membantu. Hitung-hitung sebagai balas jasa atas kebaikanmu padaku waktu itu." 😁😁
" Aku ikhlas kok nolongin kamu. Btw gimana kabar baby kamu? Suamimu sudah tau kalau kamu dan baby-mu selamat."
" Sampai sekarang aku masih merahasiakan kehadiran mereka, ada alasan yg membuat ku harus menyembunyikan keberadaan mereka"
__ADS_1
" Semoga cepat selesai masalahnya. Kalau kamu butuh bantuan, jangan lupa hubungi aku. Aku akan selalu siap membantumu."
" Terimakasih, Arga. Kok jadi bahas masalah pribadi ya. Mari kita mulai meetingnya"
Kamipun membicarakan tentang tema dan konsep pestanya. meeting selesai ketika jam makan siang. Kami makan siang bersama lalu ngobrolin hal yg ga penting, yg penting happy.🤭🤭
Setelah selesai meeting, kamipun bubar setelah kami menyimpan no ponsel masing-masing. Aku memilih pulang ke rumah Fandi melihat abang Zavi dan kakak Zae. Mereka sedang bermain di teras rumah.
" Assalamualaikum kesayangannya mommy."
" Kum salam ma." Jawab Abang dan kakak.
Mereka segera berlari menghampiriku.
" Abang dan kakak kok sekarang manggilnya mama?" tanyaku penasaran.
" Kata papa, kita halus manggil mommy sama kayak kita manggil papa. Jadi manggilnya mama ja ya?" Zavi menjelaskan.
" Apapun panggilannya, yg jelas mama sayang kalian." 😘😘😘😘😘
" Kami juga cayang mama." ucap Zae.
Mereka mencium pipiku bergantian.
__ADS_1
" Kok kalian ada d teras. Tante Lisa dan Tante Sari kemana, sayang?"
" Meleka lagi d dalam ma, ambil susu buat kita."