
waktu terus bergulir dengan pelan anisa mengikis sedikit demi sedikit masa lalunya.
"aku tidak bisa terus seperti ini. ucap anisa pada dirinya.
minggu yang yeng tenang, hari itu anisa bertekad untuk kembali beraktifitas ia memulai harinya bergelut di dapur menyiapkan semua sarapan untuk semua orang yang dibantu oleh bibi nani dan bibi ina.
rizki yang baru turun melihat wajah baru di dapur memasak ada senyum terbesit di sana karena anisa sudah mulai bangkit dari terpuruk nya.
"bibi, ujar rizki. "yang lain kemana? tanya rizki lagu pada bibi nani
" o....anu deng ibu dan bapak ada ke luar kota deng. jelas bibi nani.
"dan hafidz kemana?
" hafidz ada olahraga pagi. sahut anisa sambil menghidangkan makanan dan ikut sarapan."makanlah semoga kamu suka menu barunya ujar anisa lagi.
rizki pun menyantap makanannya dengan sangat lahap.
"ya lumayan. ucap rizki dengan nada datarnya.
" lumayan tapi habis seketika. ujar anisa
"ya mau diapa orang lapar. ucap rizki lagi. rizki tidak berkomentar lagi melihat masakan anisa tidak seperti biasanya. pikir rizki mungkin anisa sengaja untuk tidak mengingat almarhum suaminya.
__ADS_1
rizki sangat mengerti keadaan anisa sekarang karena apa yang dirasakan anisa juga pernah di rasakan nya.
kehilangan atau berpisah dengan orang yang kita cintai sangat menyakitkan. tapi apa daya manusia hanya bisa menjalani peran yang sudah tersusun.
sementara kedua pembantu itu mengintip rizki dan anisa yang seperti layaknya suami istri makan hanya berdua di meja makan.
" aku mau jodohkan saja dua orang itu. lirih bibi nani
"us..... ngomong dijaga tuh mulut ujar bibi ina.
" memangnya salah? satu janda dan satunya duda kan cocok keduanya juga masih kelihatan mudah iya kan? keduanya kan sudah putus ikatan ipar dengan sendirinya. apa yang salah? ujar bibi nani lagi tidak mau kalah. mereka bukan mahram atau muhrim dan tidak ada hubungan darah. jadi aku benar dong ujar bibi nani lagi dan lagi.
"iya. tapi kalau ada yang dengar mulutmu itu awas saja. tunggu surat pemecatan mu baru tahu! ujar bibi ina.
"e... deng rizki mau apa? gugup bibi nani
" air minum habis bi? tanya rizki
"tunggu deng aku periksa ucap bibi ina. dan bibi ina pun memeriksa dan ternyata betul adanya jika air galon habis.
" maaf deng rizki air minumnya habis. nanti aku suruh satpam untuk menelpon langganan air galon.
rizki melihat di atas meja dan di sana nampak air minum di dekat anisa satu gelas. tanpa permisi rizki menyambar air minum milik anisa.
__ADS_1
"kak rizki itu punyaku! teriak anisa melihat rizki hendak meminum air tersebut.
" sudah kamu tunggu saja air galon datang ujar rizki yang hendak memasukkan air minum tersebut kedalam mulutnya.
"tidak itu air milik saya. kembalikan gak! geram anisa hendak merebut air minum itu dari tangan rizki.
karena rizki tubuhnya tinggi dari pada anisa hingga akhirnya ia mengangkat tangannya yang memegang air minum itu keatas.
" ambilah jika kamu bisa. tantang rizki
posisi mereka sekarang seperti orang yang berpelukan.
"paman ibu apa yang kalian lakukan. ucap hafidz yang baru datang dari olahraga paginya.
" lihatlah. ibumu mau mengambil air minum ku. ucap rizki tanpa dosa.
"enak saja itu air minumku ucap anisa tidak mau kalah.
" paman. ibu. kenapa sih air minum satu gelas diperebutkan apa kalian mengira masih muda mau bermain rebut-rebutan! iya? tanya hafidz yang menurutnya paman dan ibunya terlihat lucu.
"bukan tua atau mudanya. air minum itu milik ibu yang direbut oleh paman mu.ucap anisa
hafidz melihat paman dan ibunya itu tidak ada yang mau mengalah dan hafidz hanya bisa geleng-geleng kepala dan menuju kamarnya.
__ADS_1