
sudah beberapa hari ini hafidz di rumah ibunya dan pulang balik ke kantor. melihat hafidz begitu sibuk anisa mengingatkan terus putranya itu untuk tidak lagi mengabaikan shalat Lima waktunya. hafidz mengerti dan mengangguk.
anisa kini mendapat video call dengan sahabatnya alifa. dibalik video call keduanya terlihat begitu bahagia. sementara hafidz di sana merasa dicuekin, dia memilih pergi
"emak-emak kalau sudah saling telephon dengan teman, pasti deh yang di bahas panjang kali lebar padahal intinya hanya beberapa meter. malas deh. " hafidz pergi berlalu.
"anisa aku mau ucapkan banyak terimakasih sudah bantu Jaga anak Saya naira dan juga sudah bantu aku merubah kepribadiannya yang begitu tomboi. entah waktu hamil kan dia aku makan apa ya? apa mungkin saat itu aku makan besi kali ya.......canda alifa mulai kumat cerewetnya. hingga membuat anisa terbahak dengan ucapannya. "dan juga aku mau mengatakan jika satu bulan kedepannya naira akan Saya bawa kembali.
" anisa berhenti tertawa mendengar pengakuan alifa."lho kenapa alifa? asal kamu tahu naira sekarang sudah seperti perempuan umumnya, cara berpakaiannya, caranya berbicara, dan sudah sangat mengutamakan kebersihan. jelas anisa. dibalik vidio call nya.
"karena itu anisa aku sangat berterimakasih denganmu. kau bisa merubahnya.jika bukan karena mu mungkin dia sudah jadi pemain bola disini canda alifa lagi. "udah saat nya dia kembali mondok. serius alifa pada sahabatnya itu.
bukan aku merubahnya alifa, tapi anak itu secara tidak langsung. entah mengapa aku merasa kalau hafidz mulai Ada rasa dengan naira anakmu. batin anisa
"anisa kau mendengar ku?"
"iya,aku sangat sedih mendengar kabar ini. naira Sudah ku anggap seperti anakku sendiri. tapi, apa boleh buat jika itu Sudah menjadi keputusanmu dengan ustaz anto suami mu. O....iya bagaimana kabar pondok kita. Ada waktu aku akan berkunjung.insyallah.senyum anisa .
" iya. aku tunggu. dan aku Dengar santi sekarang pindah kota. kalau tidak salah dia pindah di kota itu.
"betulkah kenapa tidak Ada kabar ibu yang satu itu? pikir anisa lagi.
__ADS_1
" mungkin dia masih sibuk. tenang saja pasti dia mengunjungi mu suatu hari nanti. anisa pun mengangguk karena Ada tamu anisa pun dan alifa menyudahi vidio call keduanya.
anisa meminta bibi Romlah membuka pintu depan dan melihat siapa yang datang, begitu pintu terbuka ternyata yang bertamu adalah santi.
" santi, kau?" astaga orang baru diomongin akhirnya nongol juga. "dan memeluk santi penuh kehangatan
"betulkah? apa tuan rumah rumah tidak meminta aku masuk nih? canda santi. dan anisa melepas pelukannya dan mempersilahkan sahabatnya itu masuk dan duduk. dan melihat disampingnya seorang putri.
" ini anakmu santi? tanya anisa melihat gadis seumuran naira anak alifa.
"iya. ucap santi dan melihat putra anisa turun dari lantai atas." anisa apakah dia putramu anak nya almarhum kak Rayhan? anisa mengangguk "jadi dia hafidz yang sudah begitu terlihat dewasa? lagi-lagi anisa mengangguk dan memanggil hafiz
" kak hafidz kan? heran ayu yang melihat hafidz Ada di rumah itu.
" apa? jadi kalian satu sekolah? ini sungguh kebetulan. tawa anisa dan santi, dan anisa pun menjelaskan pada santi jika naira anak alifa tinggal bersamanya di rumah yang satu.
ayu kaget mendengar fakta itu jika ternyata naira satu atap dengan hafidz dan juga mengetahui fakta jika naira anak dari tante alifa sahabat ibunya serta lebih kaget jika hafidz anak dari tante anisa
"ibu aku pamit dulu. ucap hafidz dan anisa mengangguk, melihat hafidz keluar ayu mengejarnya.
saat hafidz hendak masuk dalam mobil ayu memanggil nya. dan menanyakan dimana naira tinggal. karena naira selalu menghindar saat di tanya di mana dia tinggal.
__ADS_1
" naira tinggal di jl M. dan hafidz pun menyalakan mesin mobilnya.
"kak, tunggu! " apa kakak akan ke sana?
"ia, kenapa?
" bolehkah aku ikut? "
"untuk apa?
" untuk apa, aku mau.....
"tidak Usah mengganggunya .besok kalian bisa bertemu di sekolah. naira sekarang belajar dan kamu kenapa tidak belajar?
"wow kak hafidz segitu perhatiannya dengan naira alamak........ m... akan aku cat rendi menggali info ini. amazing. " lirih ayu.
"apa kamu bilang. tanya hafidz tidak terlalu terdengar.
" gak kok kak. Yasuda deh lanjutkan. salam sama naira. dan hafidz pun menancap gas mobilnya dan berlalu, ayu tersenyum dan mengambil benda pipi di tasnya dan mencari kontak rendi.
setelah menemukan kontak rendi ayu mulai mengirim pesan. dengan menulis hai......beb......?? "
__ADS_1
ternyata diam-diam ayu cinlokðŸ¤......... dengan rendi si endut...... eits🤫🤫.....tapi rendi tampan lho.... gumam ayu...... hanya postur tubuhnya yang sedikit endut ...... 😉😉
jangan lupa beri votenya dan like ya...... uh...... kita akan buat making serum nih.... kisa anak-anak para sahabat ini........