TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 146 extra part 49


__ADS_3

Cinta terkadang datang begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Bahkan tak perlu waktu lama seseorang bisa jatuh cinta dengan sosok yang belum ia temui sebelumnya. dan cinta terkadang begitu menyakitkan dan menyiksa hingga membuat hati dan pikiran tidak bisa berfikir logis


Merasakan kasih sayang dari orang yang kita suka pasti menjadi kebahagiaan tersendiri. Apalagi jika seseorang itu bisa tulus mencintai kita dengan apa adanya. Perasaan tulus dapat diartikan sebagai perasaan yang timbul dari lubuk hati terdalam dengan penuh kesungguhan.


Cinta yang tulus bisa membuat hubungan asmara romantis sekaligus harmonis. Ketulusan cinta tersebut bisa ditunjukkan lewat perilaku atau dengan kata-kata cinta yang tulus.


ketulusan cinta hafidz terhadap Naira membuatnya gila dengan Naira yang hilang tanpa kabar.


"ayah ibu, aku tidak menemukan nya, aku kehilangan jejaknya.aku tidak tahu kemana aku harus mencarinya. aku tidak mengerti mengapa dia tidak menemui ku? apa yang terjadi dengannya?


anisa begitu sedih melihat putranya kembali diuji dengan cintanya. namun, apa daya dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


" semua keputusan ada pada dirimu. ujar anisa yang bermaksud untuk meminta hafidz melupakan Naira. Rizki menoleh melihat istrinya seakan dia paham masud istrinya itu. hafidz berbalik dan mencerna kalimat yang utarakan ibunya itu.


"melupakannya itu tidak mungkin. sebelum aku menemukannya aku harus bicara dengannya. tekad hafidz begitu kuat dan pergi meninggalkan rizki dan anisa di ruang tamu menuju kamarnya. adik hafidz yang bernama assyifa menyapa kakaknya yang hendak masuk kamar.


" eits.... kakak mau kemana? kakak mau tidur?


"hafidz berjongkok dan mengecup kening adiknya. " kakak mau istirahat, pergilah ke kamarmu belajar yang baik. Asyifa mengangguk dan masuk ke kamar nya. hafidz teringat kembali dengan Naira saat dia meminta Naira untuk belajar kala itu.


...****************...


Kini Naira dan wawan sampai di kantor hafidz. Naira begitu kagum melihat kantor hafidz yang begitu besar dan menjulang tinggi. naira berjalan dengan tongkat ditangan kanannya, semua mata menatapnya, bahkan ada yang berbisik entah apa yang mereka katakan. membuat Naira semakin yakin dengan keputusannya.

__ADS_1


"Jangan pedulikan mereka. ucap wawan terus membantu naira berjalan.


"wawan dan naira menuju lantai atas. sampai di sana naira terdiam entah mengapa ada keraguan untuk bertemu dengan hafidz. apa yang harus aku lakukan?apa yang akan hafidz katakan? naira terus bergumam.Naira berbalik, semua karyawan hafidz menatapnya dari atas sampai bawah. naira semakin ciut dengan pandangan dan kata-kata mereka.


" orang cacat itu mau apa? apa dia mau menemui Bos kantor ini? tanya karyawati itu pada temannya


"sepertinya sih iya? gak level deh . ucap seorang karyawati satunya lagi.


sampai di depan ruangan hafidz wawan bertanya pada satpam di sana.


" maaf Pak apa tuan hafidz ada? kami mau bertemu dengan beliau. ungkap wawan berharap hafidz ada ditempat.


"maaf, Pak bos ada keluar rapat. ada yang bisa kami bantu? tanya satpam tersebut.


" aku hanya menitipkan ini.naira memberikan sebuah paper bag itu pada satpam di sana. "jika tuan datang tolong berikan itu. katakan pada beliau dari temannya. kami permisi. naira meminta wawan untuk segera pergi dari tempat itu. tapi wawan meminta naira untuk menunggu sebentar.


*****


disebuah restoran hafidz dan Rendi menyantap makan siangnya setelah pulang dari rapat. entah sengaja atau tidak Naira juga berada di sana bersama wawan. ternyata pulang dari kantor hafidz, naira dan wawan singgah di restoran tersebut.


naira terlihat sedih mengingat perkataan karyawan hafidz tadi di kantor. wawan memegang bahu naira meminta naira utuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting dan juga mengelus lembut kepala naira. tidak jauh dari tempat duduknya saat itu juga hafidz menoleh dan melihat naira dan wawan duduk tampak begitu mesra dan tampak hubungan mereka begitu dekat


desir...........

__ADS_1


bagaikan perut tertusuk sebilah pedang........


hati hafidz begitu hancur melihat pemandangan itu. dan Rendi mengikuti arah pandangan hafidz, juga ikut tidak percaya. Rendi menenangkan hafidz untuk tidak membuat keributan.


Seketika pandangan hafidz dan naira bertemu....


tung.......... jantung naira berdetak kencang


ingin rasanya naira memeluk pujaan hati itu namun hatinya menolak. naira merasa kecil.


hafidz berdiri ditempatnya diikuti Rendi dibelakangnya menuju tempat naira dan wawan duduk


.


.


.


.


BERSAMBUNG......


apakah yang akan terjadi?????

__ADS_1


😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉


berikan komentar kalian di kolom komentar ya......... dukung terus author nya..... burung berkicau di pagi hari menyambut datangnya sang surya... hati author deh degan nih...... 😍😍😍😍😍


__ADS_2