TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 106 extra part 9


__ADS_3

di tempat perkemahan semua siswa dan siswi sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. bahkan ada yang bertugas menyiapkan beberapa alat masak , ada yang sudah menyiapkan alat pembakaran dan lainnya.


sementara naira,ayu dan yuli dan beberapa lainnya sibuk mencari kayu bakar, hafidz juga ambil di bagian itu. dari atas terlihat lautan terbentang luas di sana seketika naira terdiam mengingat sebuah cerita.


hafidz melihat naira berdiri di sana tampak seperti melamun. hafidz pun mengambil rumput ilalang dan menusuk telinga naira yang sedang tersenyum sendiri.


"apaan sih ganggu orang aja, gak bisa lihat orang senang ya? " kesal naira melihat hafidz yang tampak tertawa melihat naira kesal.


"memang apa sih indahnya dilautan di sana? ujar hafidz


" coba lihat di sana, tunjuk naira"dan tutup matamu dan hirup udara itu sedalam mungkin kemudian keluarkan semua yang ada dipikiran kamu apapun itu maka akan terasa rileks. ucap naira sambil memperagakan dan hafidz hanya memandang naira sambil tersenyum.


"napa lihat aku seperti itu? ujar naira melihat hafidz yang menatapnya


" aku tidak melihatmu aku melihat lautan di bawah sana. ucap hafidz berbohong dan mengalihkan perhatiannya. "kau tahu jika aku melihat lautan itu aku teringat dengan sosok ayah yang tidak ku sangka jika dia bertemu ajalnya di sana. ujar hafidz mengingat dimana ayahnya saat itu dikabarkan jika pesawat yang di tumpangi ayahnya hilang kontak dan diperkirakan jika pesawat mereka jagung tepat dilautan ***


" mengapa cerita itu seperti kisah yang diceritakan ibu saat itu, apakah mungkin kisah itu..... ucap naira dan mengalihkan perhatiannya pada hafidz dengan raut wajah yang masi kaget tidak percaya.


"kenapa mukamu seperti kesurupan seperti itu? tanya hafidz.

__ADS_1


" apakah ayahmu yang kamu maksud maaf, yang meninggal karena kecelakaan pesawat itu? ucapnya naira dan hafidz pun mengangguk."jadi, kisah yang diceritakan ibuku saat itu adalah kisah ayah dan ibumu. oh my got. aku tidak percaya. maaf aku mengingatkan mu dengan hal itu. "


"sudahlah... tidak apa-apa itu masa lalu. ayo kita kembali ke perkemahan, ini sudah hampir gelap dan lihat semua sudah kembali tinggal kita disini.


mereka pun berjalan menuju tempat perkemahan.


" apa kau tahu ibuku menceritakan kisah om rayhan anisa dan om rizki waktu muda mereka. aku tidak menyangka kisah cinta mereka seromantis itu. senyum naira namun hafidz hanya diam mendengar ocehan naira di sampingnya sambil membawa kayu bakar masing-masing.


"hei......kau marah?ucap naira yang melihat hafidz seperti tidak baik saja" kau jangan salah paham, aku hanya mengagumi kisah mereka. tidak ada maksud aku mengingatkanmu. ucap naira dan me menghentikan langkah hafidz.


apakah wanita ini tidak sadar jika kelakuannya itu sangat menggemaskan. ya walau penampilannya tomboi seperti itu tapi, itu lucu batin hafidz.


" hei tunggu aku! "teriak naira


hafidz pun berhenti melhat naira dengan kayu bawaannya yang menurutnya begitu sangat menganggu dan akhirnya hafidz pun merebut kayu bakar dari tangan naira dan menarik tangan naira agar jalannya lebih di percepat.


" cerewet.... ayo cepat! "ucap hafidz


tidak berapa lama kemudian sampailah keduanya ditempat perkemahan. dan wawan yang dari tadi mencemaskan naira segera menghampirinya.

__ADS_1


"kau tahu aku sangat menghawatirkan mu. " ucap wawan tanpa a atau b


"a... terimakasih kakak sudah menghawatirkan aku. ucap naira dan pergi bergabung dengan yang lainnya sementara hafidz terus melihat naira dan wawan yang dari tadi berbincang entah apa yang mereka perbincangkan.


tanpa sadar seorang gadis yang dari tadi melihat hafidz datang dan menyapa hafidz.


" hei kau masih ingat aku?


"siapa ya? ucap hafidz dan mengingat gadis berkacamata yang ada di depannya itu. " bukan kau gadis kecil itu? ucap hafidz yang mengingat siapa gadis berkacamata di depannya itu.


"iya, betul sekali kau adalah pahlawanku saat itu. dan namaku adalah raisa. kebetulan aku dan teman sekolah ku juga kemping disini dan mereka ada di sana tunjuk reisa." kau tahu aku selalu mengingatmu dan Mencari mu, baiklah aku pamit sampai jumpa di lain waktu. ucap raisa dan melambaikan Tangannya.


"hei bro siapa dia? tanya Rendi yang dari tadi penasaran.


" dia?tunjuk hafidz "dia adalah teman sekolahku waktu SMP, waktu itu dia siswa kelas satu dan saat itu aku sudah kelas tiga, hari itu aku menolongnya saat di buli oleh teman sekelas ku. jelas rayhan mengingat masa kecilnya.


"wow seru juga masa kecilmu. pantas dia dari tadi menatapmu. dan ternyata dia masih mengingat dirimu siapa tahu kalian jodoh. goda Rendi yang mengetahui jika temannya itu belum pernah sama sekali memiliki pacar sampai sekarang entah mengapa? yang dia lihat hafidz hanya sibuk dengan belajar dan bekerja di perusahaan ayahnya.


"semoga suatu saat kamu bisa menyisakan waktu untuk mengenal dan jatuh cinta batin Rendi yang tersenyum pada hafidz.

__ADS_1


__ADS_2