TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 47


__ADS_3

Sore itu aku meminta Zayn pulang dengan alasan mengambil baju ganti untukku. Padahal aku mau pergi menyusui baby ku. Aku masih menyembunyikan keberadaan mereka. Setelah Zayn pergi, aku pergi ke ruang bayi.


" Maaf nyonya Clara, baby nya sudah punya nama atau belum?"


" Sudah suster. Untuk baby boy namanya Alvaro Naufal Hernandez dan baby girl namanya Alvira Syafa Hernandez. Tapi tolong ya sus, rahasiakan identitas kedua baby ku karena aku ga mau sesuatu terjadi dengan mereka."


" Baik bu, kami juga sudah dapat persetujuan dari tuan Argano."


" Terimakasih suster."


Setelah kedua baby ku kenyang dan aku sudah menyetok ASI untuk mereka, aku segera meninggalkan ruangan itu.


Malam itu Zayn kembali ke RS, dia berniat menjagaku tapi aku abaikan. Dia duduk di samping ranjang ku.


" Honey mau sampai kapan kamu mengabaikan aku. Aku tau aku salah, tolong maafkan aku."


Aku malas menanggapi celotehannya, mending aku tidur. Zayn menggenggam tanganku tapi aku biarkan saja. Bodo amatlah. Aku tak sengaja mendengar Zayn bertanya pada dokter di depan pintu ruangan ku dimana dan bagaimana dengan bayiku.

__ADS_1


" Maaf tuan, kami tidak boleh memberikan informasi tentang pasien pada pihak lain, karena permintaan dari wali yg menjamin nyonya Clara. Jadi mohon maaf jika kami tidak dapat membantu Anda."


" Clara itu istri saya, dok. Saya berhak tau kondisi istriku."


" Sekali lagi mohon maaf tuan Zayn saya tidak bisa membantu anda. Maaf saya masih ada pasien lagi, kalau begitu saya permisi dulu."


Aku tersenyum saat mendengar Zayn menggerutu.


' Emang enak dicuekin. Suruh siapa selingkuh saat istri hamil besar.' sorak ku dalam hati.


Aku memainkan hp ku, lalu mengirim pesan pada Fandi agar besok menjemput ku. Dia langsung video call aku.


" Ga papa, mas. Jangan lupa ya pesanku yg d WA. Aku tunggu besok. Oya gimana kabar Zavi dan Zae,mas?"


" Alhamdulillah mereka anteng banget. Tadi main sama Alika dan Ryo. Mama dan papa juga seneng banget cucu2 nya kumpul semua. Besok Mama mau jenguk kamu. Katanya kangen banget sama kamu, Ra."


" Aku juga kangen sama mama. Anak2 udah tidur ya,mas?"

__ADS_1


" Iya mereka tidur di kamarku. Tu liat mereka berdua nyenyak banget tidurnya, mungkin mereka tau ini kamar papanya." πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


Kamera mengarah ke Zae dan Zavi yg tertidur pulas di ranjang berselimut bulu berwarna biru. Fandi memang menyukai warna biru.


" Tadi mereka nanyain kamu, terus aku jawab kamu lagi ada d RS dedeknya mau lahir. Mereka seneng banget dan ga sabar pengen liat dedeknya. Gimana kondisi kamu, Yank?"


" Alhamdulillah baik. Mas Fandi kok manggilnya yank lagi sich. Kebiasaan dech." 😼😼


" Susah mau ngilanginnya. Udah terbiasa manggil kamu gitu. Jangan cemberut dong, malu sama anak."😁😁😁


" Ya udah deh terserah mas Fandi aja. Udah dulu ya mas, Clara mau istirahat dulu. Nitip anak2 ya."


" Iya. Kamu jaga diri baik-baik ya. Lekas sembuh biar bisa kumpul lagi sama anak2 dan kami disini. Assalamualaikum."


" waalaikumsalam mas."


Aku mematikan panggilan lalu melihat foto Abang dan kakak saat mereka ultah beberapa bulan lalu.

__ADS_1



Rasanya rindu sekali dengan mereka. Apalagi kalau ditambah baby yg baru lahir, makin rame aja. Aku tak menyangka sekarang aku menjadi ibu dari 4 orang anak. Padahal dulu aku adalah anak tunggal. Sungguh aku bersyukur meski tak ada mama dan papa di sisiku, tapi sekarang aku tak sendirian. Ada anak2 yg butuh perlindungan dan kasih sayangku. Mulai sekarang aku harus kuat dan tegar, tak ada satu orangpun yg boleh mengusik kebahagiaan anak2.


__ADS_2