
malam itu malam yang begitu meriah. tidak ada malam terlewatkan begitu saja. semua peserta ospek ambil giliran, mereka membalas atas apa yang pernah diperbuat oleh para panitia.
sebagian dari mereka juga diminta untuk mengungkapkan rasa kekesalannya pada panitia yang dianggapnya menyebalkan. dan banyak yang menunjukkan wawan sebagai panitia yang cukup menyebalkan kecuali naira dia menganggap wawan panitia yang baik. dan naira menunjuk hafidz panitia menyebalkan, tukang jail tapi, sedikit baiknya ujar naira diakhir kalimatnya.
dan panitia lainnya meminta peserta ospek untuk memilih pasangan untuk lomba saling menatap jika keduanya ada perasaan saat itu, maka jantung mereka akan berdenyut cepat dan akan diketahui pada jam hati yang dipasang di lengan Masing-masing.
awalnya Rendi dipasang kan dengan siswa baru yang bernama atung sama-sama memiliki postur tubuh yang gendut dan terlihat di jam tangan mereka hanya atung yang memiliki denyut jantung pul. semua yang di sana menertawakan rendi.
terus berlanjut kini ayu dan Rendi denyut jantung Rendi yang terlihat di jam tangannya pul sementara ayu hanya setengah dan keduanya pun saling canggung.
berlanjut dengan wawan dan yuli keduanya memiliki denyut jantung hanya setengah dan kembali semua siswa dan siswi lainnya bersorak jika, wawan dan yuli dianggap cocok dan serasi namun tatapan wawan melirik kearah naira yang sedang bersorak ria.
malam itu ada tampak begitu meriah dan giliran ketua panitia kiat ujian dengan seseorang ujar panitia lainnya mencari pasangan yang pas buat hafidz. semua mata memandang siapa yang akan dipasangkan hafidz untuk uji jantung malam itu.
__ADS_1
"mungkin kamu? bisik yuli pada naira melihat hafidz dari tadi menatapnya.
" iya, kamu cocok dengan pangeran katak bukankah kamu putri katak ? ledek ayu pada Naira dan naira pun tertawa dibuatnya karena mengingat kejadian itu.
dan benar saja. malam itu pilihan pasangan hafidz yang sebagai ketua panitia jatuh pada naira. awalnya naira ragu untuk maju namun tangannya ditarik okeh kakak kelas yang bernama humaira.
"aku mau lihat seberapa denyut jantung ketua panitia kita padamu karena aku perhatikan dari kemarin ada sesuatu diantara kalian bisik nya.
semua yang menyaksikan keduanya saling menatap semakin penasaran
.
"wow......lihat jantung keduanya seakan saling kejar mengejar teriak panitia yang menyaksikan jam denyut jantung keduanya yang ada di lengan hafidz dan naira.
__ADS_1
tepuk tangan kembali terdengar dengan siaran ria riuh malam itu dan itu membuat naira dan hafidz tersadar dan akhirnya denyut keduanya hampir sama namun selisih sedikit.
" wow ternyata denyut jantung ketua panitia kita terhadap naira begitu tinggi.
naira hanya tertawa menanggapi ucapan mereka. begitu pun juga hafidz dan memilih untuk duduk tidak jauh dari tempat mereka yang sekarang sedang bakar jagung.
"kau memiliki perasaan dengan naira bro?
" hafidz hanya tertawa. "itu hanya permainan. elak hafidz pada Rendi.
" kau mengatakan seperti itu tapi tatapan mu mengarah ke sana. tunjuk Rendi kearah naira.
seusai acara dan makan-makan mereka kembali masuk ke perkemahan membaringkan tubuh mereka. naira masih tidak bisa memejamkan matanya dan begitu pun hafidz. di tenda yang terpisah keduanya masih gelisah entah apa dalam pikiran keduanya.
__ADS_1