
hafidz di kantor masih bergelut dengan pekerjaan, ditengah kesibukannya rizki datang berkunjung sekaligus memantau pekerjaan anak sambungnya itu.
berkat bimbingan sekertaris nya serta dorongan semangat dari rizki hafidz mampu mengembalikan perusahaan ayahnya yang saat Itu hampir bangkrut.
"kak anakmu sekarang sudah dewasa, dan lihatlah betapa lincahnya tangan terampil nya mengendalikan perusahaan mu sekarang. bahkan perusahan yang kau tinggalkan dulu lebih berkembang dari sebelumnya. batin rizki tersenyum.
" ayah kenapa ayah melihatku seperti itu. jangan melihat ku seperti bocah yang dulu. aku ingatkan aku bukan bocah mu yang dulu. ujar hafidz sesekali melirik rizki yang kini sedang duduk di depannya. "katakan saja apa maksud ayah mengunjungi ku secara tiba-tiba.
" apa kau bolos hanya karena pekerjaan ini? kenapa kau tidak handle dari rumah saja. ucap rizki
"jika saja bukan proyek besar ini. aku tidak akan bolos. jelas hafidz.
" jadi, apa kau memenangkan tender itu?
"ya, jelas dan lihatlah. ucap hafidz melihat begitu banyak nol yang berderet di SMS banking hafidz.
" ayah tidak menyangka, di usiamu yang mudah ini mampu melawan pebisnis handal diluar sana.
"aku akan mengarahkan seluruh kemampuanku demi kejayaan perusahaan ini itu janjiku. ucap hafidz.
__ADS_1
" baiklah saya kira hari ini cukup untukmu pulanglah beristirahat.ayah harap kau menurut, sayangi dirimu jangan terlalu berambisi dengan pekerjaanmu kau masih mudah ada masih panjang hal lain yang menunggumu. ucap rizki
...****************...
kini naira dan kedua sahabatnya itu sedang berada di sebuah toko buku mencari bahan untuk diskusinya besok. namun saat akan pulang dia merasa seperti ada orang yang mengikutinya.
"naira kita berpisah di sini ya? ucap ayu dan yuli kerena mereka tidak satu arah hingga mereka pun berpisah.
naira masih menunggu ojek yang di pesannya, namun sudah beberapa menit belum kunjung tiba. saat akan berdiri dari tempatnya tanpa sadar, ada dua orang menuju arahnya manarik paksa tas miliknya.
"hei mau ngapain kalian? lepas tidak teriak naira. " copet........copet......! " naira hendak melayangkan satu tendangan namun copet itu sudah kabur.naira hanya bisa diam membisu di tempatnya dan terus melihat dua orang naik motor itu membawa pergi tas miliknya
"tasku..... "
"kenapa tasmu? tanya hafidz lagi penasaran.
" di bawah copet.....! kau tahu ponsel dan uangku ada di sana, bagaimana aku bisa makan kalau kecopetan seperti ini. juga mana belum kerja. ujar naira menahan tangisnya.
hafidz pun turun dari motornya dan menanggalkan helmnya. kemudian mendekap naira dalam pelukannya.
__ADS_1
"menangis lah, aku akan menutup mata dan telinga agar aku tidak melihat air matamu dan mendengar tangisanmu ucap hafidz.
" kau meledek aku? kau jahat! "ucap naira melepaskan dekapan hafidz. dan memukul dada bidang hafidz. kemudian pergi dan berjalan menyusuri jalan sore itu.
" hei kau jangan marah
bukan seperti itu. ucap hafidz dan menahan naira yang salah paham maksudnya.
"maaf." ucap hafidz. dan membawa naira pergi menuju sebuah restoran.
setelah sampai di sebuah restoran tidak jauh dari tempatnya naira melihat brosur tertempel di sana tertulis "menerima lowongan pekerjaan sebagai klinik servis" tanpa sepengetahuan dari hafidz, naira mendekat dimana brosur itu tertempel.
"lihatlah brosur ini? aku akan mencoba menanyakan hal ini di sana. ucap naira menunjuk kebagian kasir di restoran itu.
hafidz menahan tangan naira namun naira masih tetap saja bersih kukuh.
"apa ibu dan ayahmu akan mengizinkan mu berkerja?
" mungkin tidak tapi, aku tidak mau menyusahkan ibu dan ayah . kamu tahu kan pekerjaan Ayah hanya sebagai guru swasta non PNS di pondok dan ibu hanya sebagai IRT. kedua orang tuaku bukan seorang pebisnis seperti om rizki. sudah puluhan tahun ayah berstatus sebagai guru tapi kau tahu seperti itulah nasib sebagai guru honorer.
__ADS_1
"iya, tapi pekerjaan ayahmu adalah pekerjaan yang sangat mulia. ucap hafidz.mendengar perkataan hafidz naira terdiam dan tersenyum. setelah menanyakan lowongan pekerjaan itu naira tampak kecewa dan hafidz mengajak naira melanjutkan makanannya sebelum pulang.