
di rumah utama anisa begitu khawatir karena kabar hafidz dan naira belum kunjung tiba, dia begitu khawatir apakah di perkemahan mereka baik-baik saja.
rizki yang baru datang dari kantor melihat anisa mondar mandir menghampiri nya dan memeluknya dari belakang.
"sayang ada apa denganmu? anisa berbalik dan mencium punggung suaminya dan meminta maaf tidak menyambut kehadiran suaminya kemudian membantu suaminya membuka jasnya.
rizki tidak lagi bertanya dan kembali meraih tubuh anisa dan memeluknya, rizki tahu jika anisa istrinya tidak baik-baik saja.anisa berbalik, kemudian rizki mengecup kening istrinya dan keduanya saling bertukar pandangan dengan kedua tangan rizki yang masih setia melingkar di pinggang istrinya.
"ada apa? tanya rizki dan anisa menjawab jika dia sedikit khawatir apakah naira dan hafidz baik-baik saja ditempat perkemahan. " jawabnya.
rizki meminta untuk meneleponnya dan anisa kembali menjawab jika nomor mereka tidak bisa dihubungi kemudian rizki kembali meminta istrinya untuk tidak khawatir.
"sayang bisa jadi baterai ponsel mereka habis atau mungkin jaringan di sana tidak ada. dan rizki kembali memeluk anisa dan ****** bibir anisa.
"mungkin saja dan terimakasih kamu sudah menenangkan aku ucap anisa dan kembali berucap."mas mandi dulu ya..." usir anisa namun rizki tidak menghiraukan dan kini rizki mendudukkan anisa di atas pangkuannya dan mengalungkan tangan anisa di lehernya. "yang mandi dulu ya? lirih anisa lagi
" jangan bergerak dulu biarkan seperti ini. apa rasa khawatir mu sudah sedikit membaik?
"sedikit."ucap anisa yang merasakan kehangatan suaminya." apa kamu sedikit lelah hari ini? tanya balik anisa
__ADS_1
"sedikit, tapi melihatmu tersenyum seperti ini, itu obat untukku. ujar rizki
anisa pun hendak berdiri untuk mengambilkan handuk buat suaminya namun rizki semakin mengeratkan tangannya diperut istrinya. " aku sudah mengatakan jangan bergerak. " bisik rizki ditelinga istrinya. dan anisa pun kembali diposisi semula
"sampai kapan harus seperti ini?
apa kamu tidak lelah?apa ini tidak sakit? aku berat lho. " ucap anisa dan merasakan di bawah sana seperti terasa panas mengenai *** putihnya
"sampai aku puas. " bisik rizki ditelinga anisa"kamu merasakannya? goda rizki lagi."dan karena kamu bergerak terus membuat dia terbangun itu artinya kamu harus bertanggung jawab sayang.
"mas yang meminta aku seperti ini siapa? kamu curang deh. " balas anisa
" mas kamu mesum deh, dan biarkan aku turun. "ucap anisa yang terus berusaha melepaskan diri
dan rizki pun mengangkat tubuh anisa dan membaringkan di atas kasur. dan membelai lembut wajah istrinya sesekali mengecup bagian leher istri hingga anisa mengeluarkan suara ******* halus dan kembali rizki mengecup keningnya anisa dan saat akan *** bibir anisa, anisa pun menutup matanya dan rizki menatap lekat wajah istrinya. " aku mau mandi." bisik rizki di telinga istrinya dengan lembut dan anisa membuka matanya dan mendorong tubuh suaminya.
"mas kamu mengerjai aku lagi?" ucap anisa merasa malu mengingat dirinya tadi sempat dibuat oleh rizki sedikit melayang
"apa kamu mau melanjutkannya?" goda rizki yang masih menindih tubuh istrinya
__ADS_1
" aku tidak mau. " ujar anisa "mandi dulu sana! "ucap anisa yang terus berusaha mendorong tubuh suaminya
rizki kembali melanjutkan godaannya dengan tangannya yang terus **** mulus istrinya dan terus sampai tangannya sudah beraksi di bagian *** istrinya
" mas hentikan, cukup! " mandi dan makan dulu."aku tidak mau tergoda lagi oleh cumbuan mu. "batin anisa
"rizki pun tertawa dan kemudian mengecup kening istrinya. " apa kau tahu kamu tadi menikmatinya sayang bahkan kamu hampir terbang tinggi goda rizki dan berdiri mengambil handuk dan spontan anisa melemparkan bantal itu ke arah suaminya.
"mas kamu membuat aku malu! " anisa kembali melemparkan bantal kearah suaminya.
"kabur! " tawa rizki dan langsung masuk kamar mandi.
"mas awas ya kamu, jail deh. "
"sebentar kita lanjutkan sayang, ok!" itu baru ekstra nya sayang belum jos nya. " teriak rizki dari dalam kamar mandi karena tidak ada suara rizki kembali membuka kamar mandi dan melihat anisa merapikan seprei yang acak-acakan. " sayang apa kamu tidak mau ikut mandi bersama? "
"anisa berbalik dan berkata. " yang aku sudah mandi.
" baiklah tapi, tunggu aku disitu jangan kemana-mana dan rizki pun kembali menutup kamar mandi.
__ADS_1
,😉😉😉😉😉😉😉😉😍😍😍😍🤗🤗