
Selesai shalat subuh berjamaah, Naira bergegas menuju dapur menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya . sementara mpok Romlah mengerjakan pekerjaan dapur lainnya.
merasa siap Naira masuk kamar tidak sengaja kakinya yang cacat kesandung sebuah benda hingga akhirnya terjatuh.
a....w...... sakit mas......
Hafidz segera berlari melihat istrinya sudah tergeletak dengan memegang kaki palsunya dan berteriak untuk segera dibuka.
Naira berteriak sambil teriak membuat mpok Romlah dan suaminya berlari menuju sumber suara.
"Apa nyonya baik-baik saja tuan?
" Iya. mpok Romlah ambilkan air minum. aku akan membawa istriku masuk kamar.
dan Tolong hubungi dokter kemari.
"Baik tuan.
sampai dikamar Hafidz membaringkan dengan pelan tubuh istrinya.
" Aku wanita tidak berguna. hanya selalu menyusahkan dirimu. mas. " tangis Naira pecah
__ADS_1
"Jangan berkata seperti itu. ini bukan kemauan kita. sayang. "
"Mungkin inilah mengapa Allah belum mempercayakan kita seorang anak, karena mungkin aku tidak bisa menjaga anakku dengan baik, mana mungkin wanita cacat seperti diriku bisa menjaga anaknya kelak nanti, sementara aku sendiri tidak bisa menjaga diriku. Naira terus menangis. Saat Hafidz hendak memeluknya Naira mendorong tubuh suaminya.
"Sayang, jangan menyalahkan dirimu. "
"Kenapa mas, saat itu kau mau menikahi aku. Dan aku juga bodoh!" harusnya aku sadar bahwa aku tidak pantas bersanding dengan mu! " masih banyak wanita diluar sana yang lebih sempurna dan mengantri untuk dijadikan pendamping hidup. "
"Stop Naira! " sayang aku mohon tenangkan dirimu. Jangan berfikir sesuatu yang membuat dirimu tidak nyaman. Dalam kondisi apa pun kita akan selalu bersama. Hafidz menarik tubuh Naira dalam pelukannya hingga Naura betul-betul dalam zona nyaman.
setelah Naira diperiksa dokter memberikan Resep obat dan dinyatakan Naira baik-baik saja. Namun dokter menyarankan tetap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secepat mungkin untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Hafidz keluar mengantar dokter pulang. Naira melihat ponsel suaminya berdering. Naira melihat layar sebuah panggilan nomor yang sama.
" Mas kamu mau pergi? siap yang menelpon.
"Iya saya harus pergi sekarang, Dokumen itu harus saya tukar dengan dokumen milik Melati.
" Jadi yang menghubungi dirimu wanita itu lagi? kamu terlihat bahagia mas setelah bicara dengannya? hanya membicarakan dokumen segitu panjangnya percakapan kalian."
"Sayang, jangan salah paham seperti ini dong. "tadi itu disampingnya ada Naufal dan bercanda denganku, Aku pergi dulu ya. aku usahakan akan pulang cepat setelah dari kantor.
__ADS_1
Naira melamun dan marah dengan dirinya sendiri. dia bingung mengapa akhir-akhir ini dirinya begitu mudah marah dan cemburuan.
Naira pun mengambil keputusan untuk masuk kembali kekantor. ya...Naira bekerja di perkantoran BKKBN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana. Sebelumnya Naira mengambil cuti karena sakit.
begitu banyak chat masuk menanyakan kabarnya. Naira dikenal sebagai karyawan yang begitu disiplin, juga memiliki banyak ide serta pandai membawa diri.
***
Hafidz terlihat oleh Melati dan Naufal, Fajri sedikit heran mengapa Naufal dan Melati sering bersama bukankah Naufal laki-laki yang beristri dan begitu juga dengan Melati sudah memiliki suami. Walau suami Melati berjarak jauh dan keduanya sudah memiliki anak. tapi, hal itu Hafidz tidak mau ikut campur.
"kamu pasti heran kenapa aku dan Melati sering jalan bersama. Jangan salah paham bro. Melati sahabat baik dengan istri saya bahkan Melati mengenal semua keluarga aku dengan baik.
Melati datang dari toilet dan duduk diantara kedua laki-laki itu. menatap Fajri. ada rasa kagum melihat sosok Fajri, Namun Hafidz tidak peduli.
melihat jam tangannya, Hafidz pamit setelah bertukar dokumen dengan Melati. dengan tidak sengaja tangan Hafidz dan Melati bersentuhan tangan.
"Maaf ucap Melati. "
"Hafidz hanya tersenyum mengangguk. aku harus pergi sorry bro.
" Baiklah tidak jadi masalah, lain kaki kita lanjut nongkrongnya. jangan terlalu serius bro bekerja. ucap Naufal. Apalagi lho belum punya penerus bro santai lah sedikit.
__ADS_1
"Hafidz menanggapi hanya tersenyum.ucapan itu sudah menjadi makannya setiap saat.