
Hari ini aku benar-benar tidak bisa bangun dari tempat tidur. Badanku lemas karena semalaman aku muntah terus. Zayn sangat mengkhawatirkan keadaanku sehingga mengajakku ke RS untuk memeriksakan kesehatanku. Kami bertemu dengan dokter Adita, salah satu sahabat Zayn.
" Gimana kondisi istriku, Dita?"
" Selamat ya kalian akan punya baby lagi. Untuk lebih jelasnya nanti aku rekomendasikan ke dokter kandungan. Namanya dokter Ervan Kebetulan hari ini dia praktek."
" Ta, emang di RS ini ga ada dokter kandungan cewek ya?" tanya Zayn mulai posesif.
" Sorry Zayn, di RS ini dokter kandungan cowok semua. Dokter ceweknya sudah dipindah tugaskan ke RS lain. Lagian dokter Ervan itu dokter kandungan terbaik di kota ini. Karena itu gue rekomendasikan dia untuk jadi dokter kandungan Clara."
" Kamu kayak ga tau Zayn aja, Ta. Dia itu ga mau kalau aku diperiksa dokter cowok. Posesifnya itu lho udah kelewatan." ejekku.
" Terserah kalian mau bilang aku posesif, cemburuan, bucin. Yg pasti aku ga mau istri tercintaku dipegang cowok lain."
__ADS_1
" Ini cuma untuk memastikan aja, Zayn. Nanti setelah terbukti Clara hamil, Lo bisa nyari dokter lain."
" Ya udah deh, yank. Kita ke dokter Ervan dulu. Nanti kalau sudah pasti, kita ganti dokternya. Coba ditahan dulu cemburunya. Emang kamu ga penasaran aku hamil atau tidak."
Zayn pun akhirnya luluh juga. Kami pergi ke ruangan dokter Ervan. Sampai disana, dengan dibantu suster aku tidur d brangkar lalu suster mengoleskan gel d perutku. Kami fokus ke layar monitor d dekatku.
" Selamat ya pak Zayn, ibu Clara alnda sedang mengandung. ini janinnya, Alhamdulillah sehat, detak jantungnya juga normal. Usianya diperkirakan 8 Minggu."
Aku dan Zayn meneteskan air mata. Meskipun ini bukan kehamilan pertamaku tapi aku merasa terharu. Akhirnya aku dan Zayn mempunyai baby lagi.
" Sama2, sayang. Semoga baby sehat sampai nanti dilahirkan dan semoga daddy makin sayang sama aku dan anak2. Sekarang tanggung jawab daddy bertambah lho."
" Iya sayang, aku jadi makin cinta sama kamu. Sehat terus ya dek dalam perut mommy."
__ADS_1
" Eheeeem ehem. Maaf bukan bermaksud mengganggu kebahagiaan kalian, mesra-mesraannya nanti dilanjutkan d rumah aja ya." 😁😁
Aku dan Zayn jadi salah tingkah. Setelah mendapatkan vitamin dan juga nasehat dari dokter, kami pulang ke rumah dengan senyum yg merekah.
Keesokan harinya kami pergi belanja di mall terdekat untuk membeli kebutuhan rumah. Si kembar ikut, karena sudah lama kami tidak mengajak si kembar jalan-jalan.
Mereka sangat senang diajak jalan-jalan. Kami pergi membeli susu formula untuk si kembar, karena saran dari dokter, aku tidak boleh memberikan ASI pada si kembar karena kondisiku yg sedang hamil. Zayn juga membeli beberapa jenis susu untuk ibu hamil. Setelah puas berbelanja, Zayn menyuruh asistennya dan supir untuk membawa barang belanjaan kami ke mobil. Sementara Lisa dan Sari aku ijinkan untuk membeli baju di salah satu butik langganan ku. Aku, Zayn dan si kembar pergi ke arena bermain anak. Disana si kembar bermain dan berlari ditemani Zayn. Aku menunggu di tempat istirahat yg ada d depan arena bermain anak sambil memakan buah yg tadi dibelikan Zayn. Aku tersenyum melihat Zayn asyik bermain dengan si kembar. Benar-benar daddy idaman, tak ada yg mengira kalau sebenarnya Zayn bukan ayah kandung si kembar. Aku bersyukur Zayn tidak membedakan antara si kembar dengan baby yg ada d perutku. Perhatiannya sama seperti saat aku hamil si kembar.
Sedang asyik memperhatikan mereka bermain, aku dikejutkan dengan kehadiran seseorang disebelah ku.
" Apa kabar Clara? Sudah lama aku mencarimu, ternyata kamu sembunyi disini."
__ADS_1
Aku terkejut melihat siapa yg tiba-tiba duduk di sampingku. 'Kenapa harus sekarang aku bertemu dengannya. Disaat aku sudah menemukan kebahagiaan ku. Semoga tidak akan ada kejadian buruk lagi.' ucapku dalam hati.
Kira-kira siapa ya yg tiba-tiba duduk di sebelah Clara. Apakah Fandi atau Arka. Tunggu di part selanjutnya ya. Selamat hari raya idul Adha. 🙏🙏🙏