TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 54


__ADS_3

" Aku juga ga tau,mas. Selama ini aku masih berharap ada ketegasan dari Zayn, tapi ternyata sampai sekarang dia tetap sama saja ga ada perubahan. Bahkan sekarang Alicia tinggal di rumah kami bersama mommy Erin dan mereka sedang merencanakan pernikahan. Maaf aku jadi curhat ke mas Fandi."


" Ga papa, Ra. Aku tau kamu butuh seseorang untuk mendengarkan isi hatimu. Kalau butuh apa-apa jangan ragu menghubungiku, yank."


" Iya, sayangku, cintaku, papanya anak-anak."


Kami bercanda dan curhat sampai waktu makan malam tiba. Setelah makan malam dan mengisi stok ASI d kulkas khusus, aku kembali ke rumah Zayn. Sampai disana aku melihat Zayn dan mommy Erin sedang membicarakan tentang pernikahan Zayn dan Alicia. Aku lewat tanpa menoleh ataupun menghiraukan mereka. Aku segera masuk kamarku lalu menguncinya. Setelah mandi dan ganti baju, aku duduk di ranjang sambil mengecek email masuk d hpku.


Alhamdulillah semua lancar dan rencana pembangunan cafe di Bali sudah hampir selesai. Aku segera menghubungi Argano.


" Hallo assalamualaikum, Arga boleh aku minta tolong sama kamu?"


"Hallo waalaikumsalam, Ra. Apapun yg bisa aku lakukan untuk kamu, pasti akan aku lakukan. Butuh bantuan apa, Ra?"

__ADS_1


" Ga usah gombal. Aku cuma mau tanya, kamu punya kenalan pengacara ga?"


" Ada Ra. Nanti aku kirim no hp nya. Apa perlu sekalian aku bikin janji ketemu dengan dia?"


" Iya. Kalau bisa besok ya."


" Ok. Nanti kamu save no hp nya, aku yg buat janji ma dia."


" Ok. terimakasih ya, Ga."


" Waalaikumsalam. Kamu juga ya."


Setelah menyimpan no hp pengacara kenalan Argano, aku mendengar suara pintu di ketuk. Dengan malas aku buka pintu itu.

__ADS_1


" Honey kenapa kamu tidur disini. Kenapa ga di kamar kita."


" Aku capek mas. Kalau kamu kesini cuma mau ngajak berdebat mending kamu pergi karena aku sudah ngantuk." kataku cuek.


" Honey, kok kamu gitu sih. Ga baik lho ketus dan cuek ma suami."


" Lihat dulu suaminya kayak apa. Kalau suami yg ga bisa tegas bahkan disaat istrinya baru pulang dari RS ga pernah diperhatikan, diberi kasih sayang, atau minimal sediakan waktu untuk menghibur saat sedang terpuruk. Tapi kamu malah merencanakan pernikahan dengan wanita pilihan mommy. Kamu mikir ga sih saat aku lagi hamil besar tega-teganya kamu bohongin aku. Bilangnya jagain mommy lagi sakit, ternyata mesra-mesraan sama cewek lain. Dimana kamu saat aku butuh kamu. Dan sekarang saat aku keluar dari RS, kamu dengan gampangnya menyetujui ide mommy untuk menikah dengan Alicia. Dimana **** kamu, dimana hati nuranimu."


Aku meluapkan semua emosi dan sakit hati yg selama ini aku pendam. Terserah Zayn mau menanggapi seperti apa.


Zayn mencoba memelukku tapi aku segera menepis tangannya.


" Ga usah peluk2 lagi. Aku sudah ga butuh pelukan palsumu. Andai aku tau kalau akan seperti ini, aku ga mau nikah sama kamu. Dulu aku menyuruhmu menikahi Alicia dan melepaskan aku, tapi kamu terus memaksa menikahi ku. Sekarang apa gunanya pernikahan kita kalau akhirnya kamu tetap menerima perjodohan kamu dengan Alicia. Aku ga ngerti lagi harus percaya sama kamu atau tidak. Yang jelas sekarang aku kecewa padamu. Sebagai seorang daddy, kamu ga bisa melindungi keluarga kecil kita. Kamu ga bisa tegas. Satu hal yg mau aku sampaikan sama kamu, tolong tandatangani ini. Dan setelah itu urusan kita selesai."

__ADS_1


Aku mengambil sebuah dokumen dalam map coklat kemudian menyerahkan pada Zayn. Dia membuka map itu dan terkejut di dalamnya ada surat gugatan cerai yg sudah aku tandatangani.


__ADS_2