
bertepatan hari minggu hafidz dirumahnya jl M. anisa dan rizki juga ada di sana. rizki begitu prihatin melihat ujian cinta ponakan sekaligus anak sambungnya itu.
hafidz tidak menceritakan jika dia pernah bertemu dengan naira di sebuah restoran. dia hanya memperlihatkan cincin yang dikembalikan naira pada hafidz.
"sayang cobalah cari tahu apa sebab naira mengembalikan ini. ibu yakin ada sesuatu dibalik ini. jangan berfikir sesuatu yang bisa menghancurkan perasaanmu sebelum tahu sebab akibatnya.
" benar. kau harus memperjuangkan cintamu. jangan menyerah sebelum kau berjuang. jika kalian berjodoh, ayah yakin kalian akan bersatu kembali.
"o.. iya. malam ini raisa mengundang kita di acara pertunangannya. dan ayahmu juga menerima undangan dari kakek Herman untuk menghadiri malam pertunangan raisa sebentar. anisa menepuk bahu putranya itu.
" ya... aku tahu. beberapa hari yang lalu raisa datang kemari.
Flashback hafidz.
"Aku kemari memberikan ini untukmu. aku tidak akan lagi menagih janjimu untuk mencarikan aku jodoh. Tuhanku begitu baik mempertemukan aku dengan laki-laki yang mencintaiku. senyum raisa.
" Kau akan bertunangan? ayo! katakan siapa laki-laki itu. apakah dia baik?
"kau akan tahu siapa laki-laki itu setelah kau hadir di pestaku. dan aku yakin kau mengenal baik laki-laki itu. tapi kuharap saat bertemu dengannya jangan membuat kekacauan di pestaku.
" hei... kenapa aku harus mengacaukan pestamu, kecuali laki-laki itu lari dari tanggung jawabnya.
__ADS_1
"apakah seperti kamu?
" apa maksudmu?
"namaku raisa. raisa tahu semuanya dimana naira sekarang. jika kamu mau tahun di mana naira, datanglah di pestaku aku akan memberitahu dimana naira berada.
flashback hafidz berakhir
Malam yang ditunggu hafidz tiba. dia masih belum percaya jika raisa tahu tempat tinggal naira.
" Hei... kak. sapa naira melihat hafidz sudah berada ditengah tamu undangan lainnya. "Akhirnya kamu datang di pestaku. Lihatlah aku bisa move on darimu walau cintaku selama ini tidak pernah terbalaskan olehmu. Raisa tersenyum mengingat kegilaannya dulu pada hafidz. "Aku akan mengenalkan kamu dengannya. raisa menarik tangan hafidz menuju sebuah ruangan di mana wawan sedang duduk sebelum acara pertunangan mereka dimulai.
Raisa membawa hafidz di sebuah taman. wawan berbalik dan hafidz tidak percaya jika raisa akan bertunangan dengan wawan.
"Jadi, kau bahagia jika naira bersamaku? apa kamu pikir naira mencintaiku? wawan menggenggam tangan raisa. dan kembali berujar. "Ya.... jauh sebelum aku bertemu dengan raisa memang aku mengejar cinta naira, bahkan aku begitu percaya diri bisa mendapatkan cinta naira.Tapi ternyata cintanya bukan untukku. dan cinta aku ke naira sama dengan raisa yang mengejar cintamu sejak dulu. bahkan dulu kami pernah dijodohkan. tapi, naira memilihmu. aku sadar jika hati seorang tidak bisa dipaksakan untuk menerima cinta kita. untuk itu aku memilih mundur dan memilih untuk menjalin persahabatan dengan naira.
"Lalu dimana naira sekarang? "
" Aku tidak yakin apakah cintamu masih sama jika kamu bertemu dengan naira. "wawan tersenyum yang masih menggenggam tangan raisa.
" Apa maksudmu?
__ADS_1
"Setelah acara ini aku dan raisa akan memberitahu dimana naira sekarang. kami harus pergi. acara sudah dimulai.
raisa dan wawan pergi meninggalkan hafidz yang kembali dilema.
" Sayang kenapa tidak diberitahukan saja."
"Sayang jika kamu memberitahu hafidz sekarang, yang ada sahabatmu itu akan pergi dari pesta ini dan tidak menyaksikan pertunangan kita. Bukankah kamu mau menunjukkan padanya jika aku adalah obat cintamu?
" gombal deh.
"sayang tapi ini benar. dan kamu tahu kan kita adalah pasangan yang sama-sama korban cinta bertepuk sebelah tangan. tapi, Tuhan begitu baik. ternyata orang yang bisa menerimaku adalah adik kelasku sendiri.
acara pertunangan raisa dan wawan begitu meriah dan berjalan lancar. Rendi dan ayu juga ada di sana. sesuai janji wawan, dia memberikan alamat naira. dan meminta hafidz untuk tidak mengatakan jika wawan yang memberikan alamat itu padanya.
"Pergilah selesaikan urusanmu dengan naira. ucap wawan
Hafidz menerima alamat naira, dan berlalu.
" Apa cinta hafidz akan sama? raisa tidak yakin.
"Jika cintanya murni dan tulus aku yakin akan kembali bersatu. kita tunggu kabar saja. wawan mengajak raisa berbaur dengan yang lainnya dan menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir.
__ADS_1
bagaimanakah kisah hafidz dan naira???? terus berikan dukungannya dan tinggalkan jejak dibawah kolom komentar ya...... jangan lupa like nya🙏🙏🙏🙏🙏🙏