TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 57


__ADS_3

" Ra, aku mau ngobrol berdua sama kamu, boleh ga?"


" Tentu mas. Kita ngobrol di taman belakang aja yuk."


Aku menyerahkan Zavi pada Lisa, sementara Fandi memberikan Zae pada Sari. Setelah itu kami pergi ke taman belakang.


" Mau ngomong apa, mas?"


" Ra, kamu beneran udah yakin mau cerai dari Zayn?" tanyanya khawatir.


" Yakinlah masa enggak." 🀭🀭🀭


" Ra, kamu diajakin ngomong serius malah bercanda." 😾😾😾


" Iya mas, maaf. Lagian mas Fandi aneh. Udah tau kan aku itu ga suka dipoligami. Mau jadi istri pertama atau istri kedua, aku tetep ga mau. kayak ga laku aja. 🀭🀭. Maaf terlalu pede. Yg jelas aku lebih memilih sendiri dari pada punya suami tapi milik bersama. Sakit tapi ga berdarah, masih mending kalau berdarah masih bisa diobati. Lha kalau ini, sakitnya ga bisa diobati pake obat di apotek."


" Ya ya. Kamu kan udah pengalaman jadi istri kedua. 🀭🀭🀭. Maaf membuka luka lama."

__ADS_1


" 😳😳 Udah tau. jadi ga usah diingatkan juga kali mas. Makanya aku ga mau mengulanginya lagi. Pengennya kalau dapat suami lagi yg limited dan khusus untukku ga mau dibagi sama wanita lain atau lebih baik jadi single parents."


" Tenang aja sayang, aku limited kok. Dijamin 100% ga bakalan pindah ke lain hati. Sudah teruji sejak kita kelas 11."


" Emangnya aku mau sama kamu?"😜😜😜😜


" Awas aja kalau selesai masa Iddahmu, kamu masih nolak aku, aku bawa anak-anak pergi. Biar kamu kesepian." 😜😜


" Halah bisanya cuma ngancam doang. Beneran deh mas, kamu itu ga bisa move on dari aku."


" Ya mau gimana lagi orang aku udah terlanjur mentok sama kamu, Ra. Udah ga ada lagi tempat buat cewek lain, meski aku sudah berusaha untuk dekat dengan beberapa gadis yg dikenalkan mama dan tanteku yg lain, aku tetap ga bisa move on dari kamu."


" Kan mereka juga anak-anakku. Masalah kamu janda, aku ga pernah keberatan apalagi jandanya masih muda baru 24 tahun, cantik dan seksi."πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™


" Mas kok kamu sekarang m**** sich. Ketularan dari mana?😠 Dulu kamu itu pendiam, ga genit dan tukang gombal kayak sekarang lho. lama-lama kok aku jadi takut ya deket2 kamu."


" Sembarangan kalo ngomong. Aku itu cuma gombal dan genit sama kamu doang. Kalo sama yg lain, aku tetap stay cool."πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


"Dasar narsis. Oiya mas, tiket ke Bali gimana?"


" Tiket kamu udah siap, tapi kamu yakin mau ngajak baby Alva dan Alvi?"


" Iya mas. Kan aku harus mengurus acara pembukaan cafe baru disana selama beberapa hari. Aku ga mungkin meninggalkan baby. Setelah acara disana selesai aku akan kembali ke kontrakan ku menunggu proses perceraian ku dengan Zayn. Semoga aja Zayn ga mempersulit. Aku ingin urusan kami selesai sebelum Zayn menyadari kalau ada baby Alvi dan Alva di antara kami. Aku capek mas, Zayn ga pernah bisa tegas. Mungkin lebih baik begini dari pada tiap hari makan hati."πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”


" Aku akan mendukung semua keputusanmu. Kamu sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan?"


" Belum mas. Mungkin nanti siang, menunggu pengacara yg akan membantuku. Nanti setelah berunding dengan pengacaraku baru kami ke pengadilan."


" Semoga semuanya lancar ya. Kalau ada masalah jangan ragu untuk menghubungi ku, Ra."


" Iya mas. Aku mau siap-siap dulu ya. Udah janjian sama pengacaraku. Mas Fandi ga ke kantor?


" Aku juga mau berangkat. Sekalian aja kita bareng ya. Ntar aku antar ketempat kami janjian sama pengacaramu."


" Ok. mksh untuk semuanya mas."

__ADS_1


" Kamu itu ngomong apa sich, Ra. Aku itu akan selalu melakukan apapun untuk kamu."


Fandi mengacak rambutku lalu lari ke dalam rumah.


__ADS_2