
Sampai di rumah kakaknya Assyifa memberi salam dan langsung merebut Alga dari gendongan Mpok Romlah. Mpok Romlah kaget melihat Assyifa datang tiba-tiba.
"Non syifa sejak kapan datang?
" Ya Allah bibi, apa bibi tidak dengar, aku memberi salam lho.
"Wa alaikum salam. jawab bibi Romlah
"Aku belum terlambat kan non, menjawab salamnya?
Assyifa tertawa lucu melihat Mpok Romlah. dan Mpok Romlah ikut tertawa sementara Alga ikut terkekeh melihat orang di depannya tertawa.
Assyifa mengeluarkan kado untuk Alga begitu banyak. Baju-baju baby terlihat bagus-bagus menurut Mpok Romlah.
"Assyifa kapan datang dek? tanya Naira yang baru keluar dari kamarnya.
"Barusan kak."
Tiba-tiba Naira merasa sedikit aneh dengan perutnya.
oak...... Naira merasa mual tapi masih bisa ditahan.
hingga beberapa kali Naira marasa mual dan berlari menuju kamar mandi. Assyifa dan mbok Romlah salin tatap dan tersenyum. Melihat Naira pucat membuat Assyifa dan mpok Romlah panik.
"Kak. kita ke dokter ya?
" Tidak usah Syifa, mungkin kakak hanya sedikit tidak enak badan karena beberapa hari ini kakak mengabaikan makan siang.
Asyifa membimbing Naira duduk di kursi. Sementara Alga terlihat bahagia bermain bersama Mpok Romlah sampai Mpok Romlah tertawa dibuatnya.
Suara bel rumah terdengar dari luar. Assyifa berdiri dan membuka pintu. Assyifa kaget dengan kedatangan ibunya.
Aduh gimana Ya. jika si kucing garong itu datang. Aku harus bilang apa sama ayah dan ibu. Batin Assyifa
"Ibu? kok ibu sudah pulang? bukannya ibu dan ayah masih di luar kota masih lama? Naira kaget melihat ibunya sudah pulang...
" Ibu rindu dengan cucu ibu. Kenapa kau kaget seperti itu? tanya Anisa
Assyifa hanya diam dan Anisa langsung masuk kedalam menemui Alga.
"Naira mana mbok?
" Nyonya Naira dari tadi merasa mual dan sekarang sedang mandi.
"Mual? ulang Anisa dan Mpok Romlah mengangguk.
Bagaimana bisa. bukannya Hafidz tidak bisa..... Anisa membatin.
" Ibu kenapa? tanya Assyifa
"Ibu. apa kakak Naira hamil ya.... lanjutnya lagi.
"Siapa yang hamil? sahut Naira yang sudah berada di dekat ibu mertuanya.
" Kamu sudah sehat? Apa ibu buatkan air gula? Sahut Anisa
"Tidak usah ibu. Aku baik-baik saja. sergah Naira
__ADS_1
Waktu makan siang tiba. mereka berkumpul dimeja makan. Namun Naira kembali mual setelah mencium aroma goreng ikan yang baru tersaji di depannya.
" Mpok boleh ikan gorengnya di simpan di sana?
Anisa tampak semakin bingung dan takut berharap lebih pada menantunya itu karena Anisa tahu kondisi putranya. saat itu Hafidz pernah curhat padanya membuatnya hampir pingsan. apalagi setelah melihat hasil pemeriksaan dari beberapa dokter yang menangani Hafidz. dan Naira juga dinyatakan kurang subur.
Naira bangkit dari tempat duduknya setelah selesai makan. karena kembali merasa mual Naira masuk kamarnya untuk beristirahat
***
Kini Hafidz selesai mengikuti rapat. dan tampak teringat dengan Alga. Rendi datang dan mengajaknya makan siang.
"Bagaimana Alga? pasti makin lucu.
" Iya. dia semakin lucu. Naira juga tampak bersemangat menjalani hari-harinya setelah hadirnya Alga. Suasana rumah sangat berbeda sejak Alga kami adopsi.
Sementara menunggu pesanan mereka datang Hafidz mencoba menghubungi Naira. namun panggilan vidio call nya terabaikan. Akhirnya Hafidz memutuskan menghubungi mpok Romlah.
*Mpok mana Naira?
*Anu tuan nyonya lagi kurang enak badan.
*Apa?
*iya tuan dan ini ada nyonya besar dan nona syifa di rumah.
Mpok Romlah mengarahkan ponselnya. dibalik Layar tampak ibunya dan Assyifa tersenyum dan Alga tampak begitu lucu dengan baju yang dikenakannya. Yang dibelikan oleh Assyifa.
*Anak ayah, mana bunda?
*Bunda sakit ayah. Assyifa yang menyahut.
*Sepertinya kak Naira kurang baik kak. tadi makanannya tidak habis. sekarang kak Naira ada dikamar dan sampai sekarang belum keluar juga, kak Naira tidak suka bau ikan goreng tapi ibu sudah memijat nya dan sekarang kak Naira sedang tidur. Kemungkinan aku dan ibu bermalam disini dan ayah nanti akan kemari.
*Baiklah setelah bertemu kolega bisnisku aku akan pulang. Mana alga?
dibalik layar tampak wajah Alga begitu senang melihat wajah Hafidz bahkan tangan mungilnya seperti ingin meraih wajah Hafidz.
"Dia sangat lucu. tampak tidak seperti anak angkat mu. jawab Rendi.
" Benarkah."
Terdengar suara Alga dibalik layar memanggil PAPA....BURR.... membuat Hafidz semakin merindukan anak angkatnya itu.
hingga sambungan telpon berakhir dan kini Hafidz dan Rendi menikmati makan siangnya sementara ingatannya Hafidz tertuju dengan Naira di rumah. Rendi kaget mendengar cerita Hafidz tentang Naira dan juga merasa senang.
"Jangan-jangan Naira hamil. "
uhuk.... uhuk... Hafidz tersedak air yang di minumnya mendengar kata hamil. Rendi memang tidak tahu masalah yang dihadapi sahabat sekaligus bosnya itu karena Hafidz merasa malu.
"Ya.kali kan Naira hamil. Itu artinya kamu dan Naira akan-. "
Ucapan Rendi terpotong oleh suara seorang seorang wanita yang tidak lain adalah Melati. Rendi mengerutkan keningnya siapa wanita ini terlihat begitu akrab dengan Hafidz.
"Hai. tuan Hafidz!! bagaimana kabarnya? lama ya tidak bertemu.
" Aku baik. Dimana tuan Naufal?
__ADS_1
Melati tampak bingung apa yang akan dijawabnya. Sementara dirinya sedang menunggu seseorang di sana.
"O... dia sedang bersama keluarganya.
" Keluarganya? maksudnya?
"Ya. aku dan Naufal hanya berteman. Melati berbohong dia tidak mau identitasnya terbongkar.
" Oh ya. Kalau begitu kami duluan. Permisi. Ayo Rendi kita kembali! "
"Hafidz tunggu!
Hafidz berhenti dan berbalik.
" Ya kenapa?
"Maukah kamu makan malam bersama ku?
Rendi mulai curiga dengan perempuan seperti itu. Berharap Hafidz menolaknya. Hafidz tersenyum.
"Maaf nona Melati. sepertinya saya tidak bisa. Maaf saya harus pergi sekarang."
Begitu Hafidz akan keluar. Seseorang laki-laki melambaikan tangan pada Melati membuat melati tidak tau apa yang harus dilakukannya. Hafidz melihat Rendi dan geleng kepala.
" Anda sedikit terjebak dengan perempuan seperti itu jika anda tidak pintar menghindar. Rendi meledek Hafidz dengan nada bicaranya yang begitu formal.
"Ya. kamu benar, dan aku tidak tahu hubungan Naufal dengannya. yang aku tahu Naufal sudah beristri dan katanya perempuan ini bersahabat baik dengan istri Naufal. Dan Naufal sering jalan bersamanya. entah apa hubungan keduanya?
"Bagaimana bisa kamu tidak paham. Aku pastikan Nona ini dan Naufal ada hubungan spesial.
" Wow. Benarkah?
"Kemungkinan. dan berhati-hatilah dengan perempuan ini. Jangan beri hati. Rendi mengingatkan sahabatnya sekaligus bosnya.
" Kau sahabatku. Gaji kamu akan aku naikkan. Tapi, setelah tender kita menag. ha-ha-ha....... Hafidz tertawa lepas
"Kirain juga benar adanya. Rendi kecewa
Kini Hafidz dan Rendi menuju suatu tempat bertemu dengan kolega bisnisnya. Sampai di sebuah hotel Rendi dan Hafidz menuju resto hotel tersebut.
seorang Laki-laki dan seorang perempuan datang. Rendi dan Hafidz kaget siapa perempuan di samping laki-laki tersebut.
"kak Hafidz, kak Rendi? kalian disini?
" Yuli kan? Rendi mengingatnya.
" Mas. Kenalkan mereka kakak kelasku waktu SMA. Tuan Hafidz ini suami sahabatku Naira. dan Tuan Rendi ini Suami dari sahabatku Ayu. mereka pun berkenalan.
"Damar." ucapnya
" Hai tuan Damar senang bertemu dan berkenalan dengan anda. Mari silahkan duduk.Ucap Hafidz.
"Yuli ini istri sekaligus sekertaris saya. lanjut Damar
" Kedengaran lucu sekali ya. istri sekaligus sekertaris anda. tawa Hafidz.
satu jam kemudian. mereka membahas maslah pekerjaan hingga akhirnya. Keduanya sepakat untuk bekerja sama. Hafidz kembali mengajak Damar berbincang dan keduanya tampak akrab. Bahkan Hafidz bertanya pada Damar bagaimana Ayu bisa bekerja perusahaan damar sampai mereka menikah.
__ADS_1
"Ya dulu dia memang sekertaris saya. setelah beberapa tahun aku jatuh cinta dan melamarnya. Namun dia tidak mau berhenti untuk tidak bekerja. ucap Damar sambil menggenggam tangan istrinya.
sebelum Damar dan Yuli pamit. Yuli meminta momor Naira dan Ayu. tampak terlihat wajah Yuli begitu bahagia. Pertemuan suaminya ini keberuntungan baginya.